Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Ada 48 Kebakaran di Jogja dalam 5 Bulan Terakhir, 1.800 Relawan Disiagakan

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
27 Mei 2023
A A
kebakaran di jogja mojok.co

Kebakaran bus terjadi di Garasi Bus Maju Lancar, Jalan Wonosari. BPBD DIY pun menyiagakan 1.800 relawan.(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kasus kebakaran di Jogja sejak awal tahun 2023 ini cukup besar. Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat, sejak Januari hingga 22 Mei 2023 kemarin terjadi 48 kecelakaan di DIY.

Kasus kebakaran terakhir terjadi di Garasi Bus Maju Lancar, Jalan Wonosari, Pedukuhan Kalangan, Desa Baturetno, Banguntapan, Bantul pada Selasa (23/05/2023) malam. Satu bus hangus terlalapi api di garasi tersebut.

Angka kebakaran di Jogja saat ini termasuk cukup besar mengingat selama 2022 lalu, sebanyak 113 kebakaran terjadi di DIY. Kebanyakan kasus kebakaran terjadi di kawasan hunian selain di hutan dan lahan warga.

“Kasus [kebakaran di Jogja] terbanyak terjadi di Sleman yang mencapai 28 kejadian,” papar Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY, Lilik Andi Aryanto, Jumat (26/05/2023).

Siagakan 1.800 relawan

Mengingat tingginya kasus kebakaran, untuk mengantisipasi kejadian yang sama selama musim kemarau ini, BPBD menyiagakan sekitar 1.800 relawan pemadam kebakaran (redkar). Mereka tersebar di seluruh desa atau kalurahan di lima kabupaten/kota di DIY.

Para relawan mendapat pembekalan teori maupun praktik pemadaman api untuk memasuki musim kemarau. Pelatihan ini penting mengingat potensi kebakaran perkiraannya lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.

“Dari 1.800 relawan, sebanyak 1.000 orang sudah terlatih,” jelasnya.

Menurut Lilik, nantinya para relawan bertugas mencegah potensi bencana kebakaran. Hal ini sesuai dengan amanat Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 1 Tahun 2023.

Selain relawan, BPBD juga melatih organisasi perangkat daerah (OPD) untuk pencegahan hingga penanggulangan kebakaran.

“[Relawan] kami latih dari praktek pemadaman api itu bersama dengan kabupaten dan kota,” jelasnya.

Laporkan kejadian

Selain sosialisasi dan pencegahan, lanjut Lilik, para relawan juga bertugas melaporkan kejadian kebakaran kepada Dinas Pemadam Kebakaran. Mereka juga melakukan upaya pemadaman dini sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.

“Kalau api belum besar mereka ikut memadamkan, tetapi kalau api sudah besar dan di luar jangkauan, maka mereka bertugas mensterilkan jalan karena biasanya saat kebakaran banyak warga yang menonton,” jelasnya.

Sementara untuk mengurangi risiko kebakaran selama kemarau, Lilik meminta masyarakat melakukan sejumlah upaya pencegahan secara mandiri. Diantaranya dengan menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

“Masyarakat yang melakukan aktivitas outbound atau camping dengan menyalakan api unggun harus waspada, kalau acara sudah selesai harap api dipadamkan, tidak membuang puntung rokok sembarangan karena mungkin banyak pohon-pohon atau daun-daun yang kering,” imbuhnya.

Iklan

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 180 Orang Jadi Korban Investasi Hunian di Tanah Kas Desa, Telan Kerugian 5 Juta Sampai 1 Miliar

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2023 oleh

Tags: BPBD DIYkebakaran
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Bakar Sampah Sembarangan Mendominasi 381 Kasus Kebakaran di Jogja MOJOK.CO
Kilas

Bakar Sampah Sembarangan Mendominasi 381 Kasus Kebakaran di Jogja

17 September 2023
depo pertamina plumpang mojok.co
Sosial

Sistem Keamanan Depo Pertamina Plumpang Dinilai Buruk, Pakar UGM: Harus Dipindah

6 Maret 2023
bencana di diy mojok.co
Kilas

Bencana di DIY Terus Meningkat! Sepanjang 2022 Ada 1.817 Kejadian dengan 6.624 Jiwa Terdampak

8 Februari 2023
Menjemput Rezeki Subuh di Masjid Al Aqsha Klaten.MOJOK.CO
Kilas

Bekas Lokalisasi Kramat Tunggak, Sejarah Jakarta Islamic Center yang Terbakar

20 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.