Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sohibul Iman Sentil Gerindra, Cawagub DKI dari PKS Perlu Diuji Kalau dari Gerindra Tak Perlu

Redaksi oleh Redaksi
30 Januari 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Gerindra disindir Sohibul Iman, dulu ngotot dilakukan uji kelayakan untuk Cawagub DKI. Begitu kadernya ada yang ikut, bilang nggak perlu.

Sohibul Iman, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pantas kalau merasa geregetan dengan kelakuan Partai Gerindra. Terutama ketika Gerindra meyakini bahwa dua Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta saat ini tak perlu melakukan fit and proper test.

Hal ini pernah disampaikan oleh Ketua DPD Gerindra, M. Taufik. Menurut Taufik, kedua Cawagub dari Ahmad Riza Patria (Gerindra) dan Nurmansjah Lubis (PKS) tak perlu menjalani fit and proper test, namun hanya tinggal pemungutan suara (di DPRD).

“Enggak (fit and proper test). Mereka sudah jago-jago semua,” kata M. Taufik.

Sikap ini sangat berkebalikan dengan sikap M. Taufik sebelumnya. Dua nama calon dari PKS sebelumnya, yakni Agung Yuliantono dan Ahmad Syaikhu, harus menjalani uji kelayakan lebih dulu.

Saat itu, Gerindra adalah fraksi yang paling ngotot dengan adanya fit and proper test untuk kedua Cawagub DKI dari PKS ini pada akhir 2018 silam.

“Kami nggak mau dapat cek kosong. Nggak bisa itu tiba-tiba PKS sudah menentukan dua nama. Nggak mau saya. Harus fit and proper test, saya bilang,” kata M. Taufik, 5 November 2018. Alias dua tahun silam.

Gara-gara kengototan Gerindra itu, kedua nama dari PKS itu sampai harus melakukan “safari politik” ke fraksi-fraksi partai lain di DPRD DKI Jakarta.

Uniknya, ketika seorang calon dari Gerindra masuk atas nama Ahmad Riza Patria, tiba-tiba saja proses uji kelayakayan ini dianggap tak perlu dilakukan di DPRD DKI Jakarta. Tiba-tiba calonnya mendadak dianggap bagus semua.

Hal ini yang kemudian membuat Sohibul Iman akhirnya harus menyindir manuver politik ala Gerindra ini.

“Sebagai (partai) pengusung kita sangat optimis, makanya kami berharap perlu dilakukan fit and proper test. Kan saat kami mengusung dua calon dari PKS sebelumnya, Gerindra minta fit and proper test. Kenapa sekarang tidak?” sentil Sohibul Iman.

Ah, masa kayak begitu juga harus diterangin sih Pak Sohibul.

Di sisi lain, menurut Sohibul Iman, proses uji kelayakan seperti ini penting agar semua proses pemilihan ini lebih terbuka. Apalagi Sohibul Iman ingat betul bagaimana Gerindra sangat ngotot ketika Cawagub DKI cuma berasal dari PKS.

“Kalau itu masalahnya (karena jago semua), kenapa dulu ada fit and proper test? Ini kan untuk melihat mana yang lebih penting. Jangan membeli kucing dalam karung. Harus kita buka kompetensinya, track record,” kata Sohibul Iman.

Iklan

Ah, Pak Sohibul Iman itu bisa aja. Gerindra itu sebenarnya bukan sedang beli kucing dalam karung, tapi emang nggak pernah minat beli, Pak. Apalagi “kucing” dari partai Bapak. Pfft~ (DAF)

 

 

BACA JUGA PKS dan Usahanya Membumikan Politik atau tulisan KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2020 oleh

Tags: Anies BaswedanCawagub DKIgerindraM. TaufikPKSsohibul iman
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Marchel Widianto satrio piningit Tangerang Selatan MOJOK.CO
Esai

Marshel Widianto Adalah Satrio Piningit yang Dibutuhkan Tangerang Selatan

25 Juni 2024
prabowo subianto gerindra jatah 3 menteri pertahanan
Kampus

Cerita Mahasiswa UNAIR Anak Caleg Gerindra Lulus Cepat agar Bisa All Out Bantu Bapak Kampanye

14 April 2024
Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?
Video

Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?

20 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
Toxic sibling relationship antar saudara kandung karena rebutan sertifikat tanah. Saudara kandung bisa jadi mafia tanah soal warisan MOJOK.CO

Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri

20 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.