Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Simbol Semarang “Kota Pelestari Budaya”: Festival Wayang, Patung Bima Srikandi, hingga Akademi Wayang

Redaksi oleh Redaksi
8 November 2025
A A
Pemerintah Kota Semarang akan jadikan Festival Wayang sebagai agenda tahunan hingga dirikan Akademi Wayang MOJOK.CO

Pemerintah Kota Semarang akan jadikan Festival Wayang sebagai agenda tahunan hingga dirikan Akademi Wayang. (Pemkot Semarang)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK – Patung Bima dan Srikandi menjadi simbol pelestarian budaya bagi Kota Semarang. Dua patung tersebut diperkenalkan di sela-sela Festival Wayang Semesta di Simpang Lima yang rencananya juga akan menjadi festival budaya tahunan. Festival ini juga menjadi titik pijak Pemkot Semarang mendirikan sebuah Akademi Wayang secara serius. 

Selama dua hari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar Festival Wayang Semesta di Simpang Lima sebagai bagian dari perayaan Hari Wayang Sedunia.  Festival tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan wayang, dari klasik hingga kontemporer, sebagai upaya melestarikan seni tradisional warisan leluhur agar tetap relavan dengan perkembangan zaman.

Hari pertama festival wayang, Jumat (7/11/2025) diisi dengan pertunjukan wayang kontemporer yang dibawakan oleh para seniman muda. Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat turut memeriahkan pertunjukan wayang orang di Simpang Lima Semarang tersebut. Lawakan khas Nunung, membuat tawa ribuan penonton pecah sepanjang pertunjukan.

Sementara untuk hari kedua, Sabtu (8/11/2025), penonton disuguhi penampilan wayang klasik dari Ngesti Pandowo serta kelompok kesenian dari Keraton.

Festival tahunan Kota Semarang hingga Akademi Wayang

Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng berencana menjadikan Festival Wayang Semesta ini sebagai agenda rutin tahunan. “Kami ingin kegiatan seperti ini digelar rutin setiap tahun. Ke depan, kami berharap dalam satu tahun sudah bisa menyiapkan pemain wayang orang dari kalangan generasi muda,” ujar Agustina.

Lebih-lebih, Agustina mengaku punya misi penting di balik Festival Wayang Semesta ini. Yakni bukan hanya menjadikannya sekadar hiburan, melainkan juga menjadi tonggak penting regenerasi pelaku seni tradisi di Semarang.

Bahkan Pemkot Semarang berencana mendirikan Akademi Wayang. Akademi itu nantinya akan menjadi tempat belajar bagi anak-anak yang ingin menekuni dunia wayang secara serius.

Akademi ini akan berkonsep seperti pesantren seni, di mana para peserta “nyantri” untuk belajar berbagai hal mulai dari memahami karakter, berlatih dialog, hingga tampil dalam pertunjukan nyata.

“Nanti anak-anak bisa memilih karakter yang ingin mereka perankan, bisa jadi Srikandi, Pandawa, atau tokoh lain. Setelah memahami peran, mereka akan berlatih dan tampil rutin di TBRS setiap minggu,” papar Agustina.

Pemerintah Kota Semarang akan jadikan Festival Wayang sebagai agenda tahunan hingga dirikan Akademi Wayang MOJOK.CO
Pemerintah Kota Semarang akan jadikan Festival Wayang sebagai agenda tahunan hingga dirikan Akademi Wayang. (Pemkot Semarang)

Nantinya, lanjut Agustina, sekitar 50 anak akan mengikuti pelatihan tahap awal yang dibiayai dengan APBD Kota Semarang. Targetnya, pada Hari Wayang Sedunia tahun depan, para peserta sudah mampu mementaskan satu lakon penuh bersama kelompok Ngesti Pandowo.

“Harapan kami, dari sinilah lahir generasi baru yang akan menjaga api seni perwayangan agar tak padam oleh waktu,” imbuhnya.

Restorasi Ngesti Pandowo

Agustina menekankan, Pemkot Semarang benar-benar serius dalam upaya pelestarian budaya, dalam hal ini adalah wayang.

Katanya, Pemkot Semarang akan merestorasi bangunan Ngesti Pandowo yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Nasional.

Renovasi fisik akan dimulai tahun 2025 ini. Lalu dilanjutkan dengan perbaikan interior dan perlengkapan pertunjukan pada tahun depan.

Iklan

“Baju-baju dan kostum lama akan dirawat sebagai kekayaan heritage. Kami juga akan menyediakan kostum baru agar penampilan tetap menarik dan layak,” kata Agustina.

Bagi Pemkot, melestarikan wayang bukan hanya menjaga bangunan dan benda, tetapi juga memastikan ilmu dan nilai di baliknya diwariskan ke generasi muda. “Manusia tidak hidup selamanya, tapi ilmu dan tradisi bisa abadi bila diteruskan kepada anak-anak,” tegas Agustina.

2 patung simbol pelestarian budaya Kota Semarang

Di sela-sela itu, Pemkot Semarang juga mengenalkan dua patung (Bima dan Srikandi) sebagai simbol semangat pelestarian budaya.

Dua patung tersebut diperkenalkan di sepanjang Jalan Pahlawan Semarang. Kedua patung ini merupakan hasil program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Sidomuncul dan Bank Jateng.

“Harapan kami, patung-patung Pandawa Lima nantinya bisa lengkap menghiasi kota. Kalau masih ada CSR lain yang berminat, tokoh Semar juga sangat penting untuk ditambahkan,” tutur Agustina.***(Adv)

BACA JUGA: Pekerja di Semarang bakal Dapat Jaminan Kesejahteraan Sosial atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 8 November 2025 oleh

Tags: akademi wayangevent semarangevent simpang limafestival di semarangfestival wayangsimpang lima
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Wali Kota Semarang uji coba teknologi bola GPS untuk mitigasi banjir Semarang MOJOK.CO
Kilas

Bola GPS Jadi Teknologi Mitigasi Sumbatan Air Penyebab Banjir di Simpang Lima Semarang

13 Desember 2025
Driver ojol di Simpang Lima Semarang terlalu Ramah. MOJOK.CO
Catatan

Pelajaran Hidup dari Seorang Driver Ojol di Semarang yang Suka “Yapping”: Tak Lupa Membantu Sesama di Tengah Tekanan Hidup

6 November 2025
Festival Wayang Semester di Simpang Lima Semarang jadi hiburan gratis di akhir pekan MOJOK.CO
Kilas

Festival Wayang Semesta Simpang Lima Semarang Padukan Seni Tradisi dan Inovasi Modern, Hiburan Gratis di Akhir Pekan

4 November 2025
Lawang Sewu Short Film Festival (LSSFF) 2025, festival film pendek yang beri ruang bagi sineas lokal MOJOK.CO
Kilas

Dari “Lawang Sewu” ke Sebuah Ruang Berkembang bagi Sineas Lokal di Kota Semarang

22 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.