Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sembarangan Kelola Desa Wisata, Lingkungan di Jogja Rusak

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
9 September 2022
A A
ilustrasi wisata ke desa wisata

ilustrasi Jangan Tanya Rekomendasi Wisata Jogja ke Teman yang Tinggal di Jogja mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Banyak desa wisata di DIY namun sistem manajemen lingkungan dan pengelolaannya sangat kurang. Akibatnya, pengembangan wisata justru merusak lingkungan desa setempat. 

Menurut data Dinas Pariwisata DIY tercatat ada 145 desa wisata pada tahun 2022, baik desa wisata maju, desa wisata berkembang maupun desa wisata tumbuh. Selain itu ada 164 kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang juga tengah berkembang tahun ini.

Namun sayangnya pengelolaan sebagian desa wisata tersebut tidak diiringi dengan perencanaan lingkungan yang baik. Akibatnya, keberadaan desa wisata justru merusak lingkungan desa setempat.

“Ada beberapa kejadian di mana pengembangan turisme di desa malah merusak lingkungan. Padahal [pengembangan wisata di desa harus] menjaga lingkungan senatural mungkin, tidak mengubah tatanan lingkungan sama sekali agar tetap natural. Contohnya, penanaman padi tanpa menggunakan bahan-bahan kimia,” papar Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, GKR Bendara dalam Workshop Empowering Women and Youth Sustain Cultural Tourism di Stipram Yogyakarta, Kamis (08/09/2022).

Kerusakan lingkungan akibat pariwisata, menurut Bendara juga terjadi sebagai dampak peningkatan wisatawan ke desa. Peningkatan jumlah sampah seringkali terjadi saat peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke desa. Sementara masih banyak desa yang belum mampu melakukan pengolahan sampah secara benar. Akibatnya tumpukan sampah bertebaran dan merusak lingkungan desa.

“Kita harus waspada dengan peningkatan turis dan dampaknya terhadap peningkatan sampah. Hal ini [harus] dipikirkan dengan serius dengan membuat sistem pengolahan sampah secara mandiri. Minimal di desa-desa telah disiapkan tempat untuk melakukan daur ulang sampah. Lalu menjaga air agar tetap bersih menjadi perhatian di wilayah-wilayah tersebut,” tandasnya.

Putri bungsu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X itu menambahkan, carbon footprint atau jejak karbon pun juga harus menjadi perhatian dalam pengembangan pariwisata di DIY. Sebab banyak wisatawan luar kota yang membawa bahan makanan dari daerah lain.

“Yang paling jelas adalah dengan membawa bahan-bahan makanan dari daerah-daerah lain, maka transportasi akan meningkat sehingga berpotensi meningkatkan angka carbon footprint dari kendaraan bermotor,” ungkapnya.

Kenaikan BBM sebabkan masyarakat enggan bepergian

Sementara Ketua Perhimpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) DIY, Suhendroyono mengungkapkan, kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa menjadi salah satu penyebab masyarakat enggan berpergian, termasuk masyarakat lokal jadi enggan berkunjung dan belajar ke tempat-tempat lain. Hal ini bisa menghambat perkembangan pariwisata lokal.

“Kesinambungannya adalah dengan naiknya harga BBM menjadi ada alasan untuk menaikkan tarif dan sebagainya, begitupun untuk sisi-sisi kehidupan di bidang pariwisata,” paparnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, sektor pariwisata harus memiliki strategi. Diantaranya dengan meningkatkan layanan dan fasilitas pariwisata.

“Mari kita dukung apa yang telah dicanangkan oleh pemerintah ini, jangan sampai setiap saat selalu menentang. Berpikirlah secara positif bahwa ini adalah kepentingan nasional juga,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: 6 Desa Wisata Terbaik Tahun 2022 di Jogja

Terakhir diperbarui pada 9 September 2022 oleh

Tags: desa wisataDIYpariwisatawisata
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO
Ekonomi

Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

30 Januari 2026
Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY.MOJOK.CO
Ekonomi

Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY

29 Januari 2026
Sungai Progo, Tragedi Sungai Sempor Tak Perlu Terjadi Jika Manusia Tidak Meremehkan Alam dan Menantang Takdir MOJOK.CO
Aktual

Izin Tambang Sungai Progo Masih Mandek dengan “Aturan Jadul”

28 Januari 2026
jurusan pariwisata. mojok.co
Ragam

Kuliah di Jurusan Pariwisata Tak Semenyenangkan Kelihatannya, Niat Santai Malah Terbantai

3 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

tan malaka.MOJOK.CO

Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

6 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif MOJOK.CO

BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

7 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.