MOJOK.CO – Pertamina Patra Niaga menyiagakan lima unit Motorist Pertamina Delivery Service (PDS) serta 15 outlet PDS Bright Gas. Layanan ini ditempatkan di titik rawan kemacetan, kawasan wisata, dan lokasi dengan konsentrasi pemudik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hal ini untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dalam kondisi aman menjelang arus mudik dan balik Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 (Nataru).
“Kami mengimbau masyarakat tetap membeli sesuai kebutuhan. Pasokan energi kami pastikan tersedia dan terjaga selama periode Nataru,” kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, Kamis (18/12/2025).
Menurut Fanda, fasilitas lima unit Motorist Pertamina Delivery Service (PDS) di wilayah DIY adalah salah satu layanan Pertamina untuk menghadapi libur Nataru.
Selain fasilitas tersebut, Pertamina menambah enam unit Modular BBM atau dispenser BBM portabel untuk mengurai antrean di titik-titik kritis. Jam operasional lembaga penyalur juga diperpanjang dengan menetapkan 73 SPBU Siaga dan 387 agen LPG Siaga yang tersebar di jalur utama, jalur wisata, dan jalur tol.
“Kami juga menyiapkan Mini Serambi MyPertamina di Bandara YIA mulai H-5 Natal untuk melayani pemeriksaan kesehatan dan tempat istirahat sementara bagi pemudik,” ujarnya.
Fanda mengatakan, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah telah melakukan proyeksi dan perhitungan konsumsi energi selama periode Nataru, termasuk pada fase arus mudik dan balik, dengan membandingkan konsumsi harian normal di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Pada sektor transportasi, konsumsi BBM jenis gasoline atau bensin diperkirakan meningkat 6,7 persen selama periode puncak Nataru 15 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026. Kenaikan tersebut berasal dari rerata konsumsi normal harian sebesar 1.889 kiloliter.
Sementara itu, konsumsi gasoil atau diesel diproyeksikan turun tipis 0,2 persen dari rerata normal harian 547 kiloliter. Konsumsi BBM untuk Kereta Api Indonesia (KAI), baik kereta penumpang maupun nonpenumpang, justru diprediksi naik 3,49 persen atau sekitar 4,4 kiloliter, dari 125,97 kiloliter menjadi 130,37 kiloliter per hari.
“Untuk sektor penerbangan, konsumsi avtur diperkirakan meningkat 1,6 persen dari rerata normal harian 331 kiloliter,” ujarnya.
Pertamina Siagakan Motorist, Serambi MyPertamina, hingga Dispenser Portable
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan menambahkan termasuk untuk wilayah DIY, sebanyak 267 SPBU dan 1.022 agen LPG disiagakan 24 jam selama periode Satgas Nataru, utamanya di wilayah dengan permintaan tinggi seperti jalur tol, jalur wisata, dan jalur logistik.
“Layanan tersebut dioptimalkan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat selama libur akhir tahun,” ujarnya.
Untuk menjaga ketahanan suplai, Taufiq menyebutkan Pertamina juga menyiapkan 59 unit mobil tangki yang berfungsi sebagai kantong dan cadangan pasokan BBM. Selain itu, juga dihadirkan 18 layanan BBM modular dan 10 Kiosk Pertamina Siaga, yang merupakan layanan dispenser portable guna menyediakan produk Pertamax Series dan Dex Series di lokasi tertentu yang belum terdapat SPBU, terutama di area wisata dan titik keramaian.
Pertamina Delivery Service (PDS) turut disiapkan untuk mengantarkan produk berkualitas Pertamina langsung ke konsumen. Sebanyak 19 unit PDS dan Motorist siaga untuk layanan pengantaran BBM, khususnya di titik-titik kemacetan, serta 136 outlet layanan pengantaran Bright Gas untuk memenuhi kebutuhan LPG rumah tangga.
Tidak hanya fokus pada penyediaan energi, Pertamina juga menghadirkan 3 unit Serambi MyPertamina sebagai fasilitas pendukung kenyamanan pemudik. Serambi MyPertamina menyediakan tempat istirahat, mini klinik, serta berbagai fasilitas lainnya yang berlokasi di Rest Area KM 260 B Tol Pejagan–Pemalang, Rest Area KM 379 A Tol Pemalang–Batang, serta Mini Serambi MyPertamina di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Taufiq menyampaikan bahwa seluruh layanan ekstra ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat selama periode libur Nataru. “Kami berkomitmen penuh menjaga keandalan pasokan energi selama Natal dan Tahun Baru. Melalui penguatan layanan SPBU dan agen LPG siaga, dukungan dispenser portable melalui layanan BBM modular, motorist, hingga Serambi MyPertamina, kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dan bepergian dengan aman dan nyaman,” ujar Taufiq.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memanfaatkan layanan digital MyPertamina guna memperoleh informasi dan kemudahan transaksi selama periode Nataru.
Pasokan energi disiapkan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem
Menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru, kesiapan pasokan energi menjadi perhatian utama di tengah potensi cuaca ekstrem yang bisa mengganggu distribusi. Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, stok BBM di sejumlah wilayah terpencil, telah disiapkan lebih tebal, dengan daya tahan hingga dua pekan. Selain jalur distribusi reguler, skema suplai alternatif dan pasokan darurat juga disiagakan dari berbagai titik guna mengantisipasi situasi tak terduga.
Di sisi lain, pola konsumsi BBM masyarakat menunjukkan kecenderungan menarik. Berkaca pada pengalaman Satgas Nataru 2024, penggunaan BBM berkualitas justru meningkat signifikan. Konsumsi Pertamax Series tercatat naik 18,5 persen, sementara Dex Series melonjak hingga 34,9 persen.
“Tren ini menandakan perubahan perilaku konsumen yang semakin mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan, khususnya saat melakukan perjalanan jarak jauh,” kata Fanda.
Untuk mengurangi antrean di SPBU, masyarakat didorong memanfaatkan transaksi nontunai melalui aplikasi MyPertamina. Selain membuat proses pengisian lebih cepat, aplikasi tersebut juga menghadirkan berbagai penawaran khusus yang bisa dimanfaatkan selama masa liburan.
Seluruh upaya tersebut dirangkum dalam skema Pertamina Siaga, yang difokuskan pada empat aspek utama: ketersediaan energi, pelayanan di wilayah rawan dan terpencil, penyediaan layanan tambahan, serta program promosi. Dengan pendekatan ini, Pertamina berupaya memastikan perjalanan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru berlangsung lebih aman, nyaman, dan tanpa hambatan energi. (*)
BACA JUGA Pertamina Buka Suara Soal Isu Pengoplosan Pertalite Jadi Pertamax














