Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Politik

Tolak Khilafah, Ratusan Warga Jogja Bentangkan 90 Meter Bendera Merah Putih

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
19 Juni 2022
A A
bendera merah putih mojok.co

Ratusan warga Yogyakarta menggelar kirab Merah Putih di Tugu Pal Putih menolak khilafah, Minggu (19/06/2022).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ratusan warga Yogyakarta menggelar kirab Merah Putih di Tugu Pal Putih, Minggu (19/06/2022). Mengenakan pakaian tradisional, mereka membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 90×3 meter dan berjalan menuju arah selatan ke Malioboro.

Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan warga Yogyakarta akan masifnya perkembangan paham-paham ideologi transnasional seperti khilafah, radikalisme, dan terorisme. Selain itu juga rasa prihatin atas munculnya provokator dan propaganda pemecah belah persatuan dan kesatuan anak bangsa.

“Paham-paham tersebut bahkan saat ini sudah masuk ke sekolah, lembaga dan yayasan di berbagai penjuru negeri,” ujar Ketua DPW Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) DIY, Timi Widayat disela aksi.

Apalagi saat ini, menurut Timi telah terjadi kesenjangan, hilangnya rasa saling mencintai, rasa handarbeni dan lunturnya rasa nasionalisme, toleransi, nilai-nilai dalam Bhinneka Tunggal Ika. Bahkan penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa pun makin sirna.

Karenanya melalui aksi kirab Merah Putih ini, mereka mengajak dan mengkampanyekan kepada masyarakat anak bangsa dimanapun berada untuk berani dengan tegas menolak melawan paham-paham selain Pancasila di Indonesia. Hal itu sebagai wujud tanggungjawab, turut serta mewujudkan rasa, dan sikap persatuan dan kesatuan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Aksi membentangkan bendera merah putih sepanjang 90 meter ini sebagai bentuk penolakan khilafah sampai kiamat di negara ini,” tandasnya.

Timi menambahkan, alih-alih terpapar paham khilafah, masyarakat Yogyakarta mestinya menumbuhkembangkan jiwa nasionalis untuk terus memupuk persatuan dan kesatuan NKRI. Setiap orang diharapkan mengajak komponen masyarakat tanpa membedakan suku agama dan ras serta status sosial.

Bangsa ini tidak boleh tercerai berai hanya karena ulah sekelompok orang tertentu yang sudah terang-terangan menyatakan diri menolak dan ingin menggantikan Pancasila.

“Aktivitas semacam itu harus betul betul dilawan dengan sekuat tenaga masyarakat yang memahami pancasila seutuhnya. Sehingga melalui aksi membentangkan bendera merah putih di titik aktifitas publik di Jogja diharapkan mampu untuk membangkitkan jwia nasionalisme pada bumi pertiwi,” tandasnya.

Aksi serupa, lanjut Timi tak hanya dilakukan di Yogyakarta. Kedepan aksi serupa segera disusul di Jombang, Mojokerto, Kediri, Batu/Malang, Madiun, Surabaya, Magelang, Borobudur, Boyolali, Brebes dan Tegal.

“Kami berharap warga di daerah lain juga bersama sama membentangkan bedera merah putih. Beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat serta Luar Pulau Jawa pun juga ingin kita bisa menggelar acara serupa, kita sedang  menggodok dan mengupayakanya,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Kunjungi Keraton Yogyakarta dan JNM, Presiden Jerman Sampaikan Isu Warisan Budaya dan Sampah Piyungan dan kabar terbaru lainnya di Rubrik KILAS

Terakhir diperbarui pada 19 Juni 2022 oleh

Tags: bendera merah putihKhilafahkirab bendera
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Ketika One Piece Dilarang, Bendera Merah Putih Makin Terkoyak MOJOK.CO
Esai

Sikap Penguasa Melarang Pengibaran Bendera atau Melukis Mural One Piece Justru Semakin Mengoyak Kedaulatan Bendera Merah Putih

9 Agustus 2025
Bendera Merah Putih Indonesia Kurang Punya Ciri Khas Skandal Bendera Merah Putih di Piala Thomas Bikin Legenda Bulu Tangkis Turun Gunung mojok.co
Esai

Bendera Merah Putih Indonesia Kurang Punya Ciri Khas

14 Agustus 2021
Berislam dengan Ilmu Pengetahuan Jauh Lebih Penting Ketimbang Sekadar Berislam dengan Khilafah
Esai

Berislam dengan Ilmu Pengetahuan Jauh Lebih Penting Ketimbang Sekadar Berislam dengan Khilafah

3 Desember 2020
Sejauh Apa Khilafah yang Diangankan Orang-orang Itu
Khotbah

Sejauh Apa Khilafah yang Diangankan Orang-orang Itu

27 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.