Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Mengapa Aktivis ’98 Malah Merapat ke Prabowo?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
7 Agustus 2023
A A
aktivis 98 merapat ke prabowo subianto mojok.co

Ilustrasi Prabowo Subianto (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Merapatnya aktivis ’98 ke Prabowo Subianto bukan hal baru. Belakangan ada Budiman Sudjatmiko. Kenapa tren ini terus terjadi? Ini penjelasan pakar politik UGM.

Baru-baru ini, aktivis ’98 dan politisi PDIP Budiman Sudjatmiko mendapat sorotan setelah dirinya mendeklarasikan dukungan politiknya untuk capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Bagaimana tidak, masa lalu Prabowo yang dulu dilawan habis-habisan oleh Budiman. Ini karena Prabowo dituding menculik kawan-kawan aktivisnya—jadi salah satu hal yang dipertanyakan.

Meski ramai dikritik, termasuk oleh kawan seperjuangannya, Adian Napitupulu, Budiman menegaskan bahwa Prabowo memang sangat layak memimpin bangsa dan negara Indonesia, meneruskan kepemimpinan Jokowi

“Saya ingin orang Indonesia layak untuk mendapatkan orang terbaik, salah satunya Pak Prabowo,” ucap Budiman, dalam podcast Akbar Faizal Uncensored, dikutip Kamis (3/8/2023).

Fenomena merapatnya aktivis ’98 ke kubu Prabowo pun tak sekali ini terjadi. Pada Pemilu 2019 lalu, kelompok aktivis ’98 bernama Ikatan Aktivis Mahasiswa (I AM 98) – Indonesia Adil Makmur juga mendeklarasikan dukungan mereka untuk pasangan Prabowo-Sandi.

Lantas, apa yang membuat para aktivis ’98, termasuk Budiman Sudjatmiko pada akhirnya memberikan dukungan ke tokoh yang dulu pernah mereka lawan?

Citra TNI lagi bagus-bagusnya

Pakar politik UGM Arga Pribadi Imawan menjelaskan, dalam politik, mekanisme “merapat” ke pihak lawan itu sebenarnya sudah biasa terjadi. Secara rasional, cara ini bisa dibilang wajar, apalagi jika sudah membicarakan soal ambisi dan kepentingan. Seperti misalnya, jaminan jabatan publik yang bisa diperoleh setelah pemilu.

Kendati demikian, Arga juga memandang bahwa—dalam konteks ini—Prabowo memang punya daya tawar yang bisa menarik dukungan masyarakat. Termasuk aktivis ’98 seperti Budiman.

Kata Arga, per hari ini tingkat kepercayaan publik terhadap institusi TNI sedang bagus-bagusnya. Survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa kepercayaan publik atas TNI berada di angka 88 persen.

“Angka ini bahkan berada di atas presiden yang meraih kepercayaan 83 persen,” kata Arga kepada Mojok, Kamis (3/8/2023).

Kepercayaan publik yang tinggi itu pun pada akhirnya bikin masyarakat mulai mengidentifikasi siapa saja sosok capres yang berasal dari latar belakang TNI. Sosok ini kemudian dianggap ideal untuk, setidaknya, jadi jagoan di Pemilu 2024 mendatang.

“Prabowo, seperti yang kita tahu punya latar belakang TNI. Maka, masyarakat, termasuk di antaranya aktivis ’98 ini, melihat ada peluang bagi Prabowo untuk menduduki jabatan sebagai presiden penerus Jokowi,” sambungnya.

‘Jokowi Man’ dan sosok populer

Selain alasan tersebut, Arga juga memandang bahwa posisi Prabowo sebagai “Jokowi Man”. Ini alasan mengapa aktivis ’98, termasuk Budiman, pada akhirnya merapat kepadanya.

Iklan

Sebagaimana yang diketahui, belakangan Jokowi memang dianggap menaruh satu kakinya di Pilpres 2024 untuk Prabowo. Hal ini, terlihat dari kemesraan yang dipertontonkan akhir-akhir ini. Termasuk saat Jokowi bersama Iriana “disupiri” oleh Prabowo di pabrik Pindad, Kabupaten Malang.

Begitu juga dengan Prabowo, yang beberapa kali mengaku satu visi dengan Jokowi dan siap untuk melanjutkan program-program dari sang presiden.

“Situasi ini jelas bakal mendorong para pendukung Jokowi, termasuk jika boleh dikatakan adalah Budiman, untuk merapatkan dukungan ke Prabowo,” jelas Arga.

Selain itu, Prabowo yang kini dianggap telah jauh berbeda dengan Prabowo yang dulu. Jika dulu ia lekat dengan watak keras, emosional, karena berlatarbelakang militer, kini ia lebih akrab ke citra “milenial banget”.

Buktinya, beberapa survei menunjukkan bahwa para milenial dan Gen Z kebanyakan menempatkan dukungan ke Prabowo—terlepas dari masa lalu Ketum Gerindra ini.

Kampanye media sosial Partai Gerindra yang membumi dan dianggap “merangkul” anak muda, Arga akui cukup berhasil untuk mengubah persona Prabowo menjadi lebih baik.

“Jelas, alasan-alasan itu jadi rasionalisasi (para aktivis ’98) untuk merapat ke Prabowo, karena bagaimanapun Prabowo adalah tokoh potensial. Apalagi, jika orientasi mereka adalah mengincar jabatan publik pasca Pemilu,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Melihat 5 Babak Penurunan Suara Golkar dalam Pemilu, 2024 Bakal Anjlok Lagi?

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2023 oleh

Tags: aktivis 1998aktivis 98Budiman SudjatmikoPrabowo Subianto
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Aktual

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

MBG Jadi “Skandal Besar”, tapi Pemerintah Seolah Lepas Tangan: Kudu Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Total

17 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.