Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pesugihan sebagai Jalan Pintas

Redaksi oleh Redaksi
11 Oktober 2020
A A
juru kunci pesugihan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Uang memang tidak mampu membeli kebahagiaan, namun dengan uang, orang jauh lebih mudah untuk bahagia. Uang memang bukan jaminan pelebur kesedihan, namun tentu jauh lebih nyaman menangis di dalam mobil mewah yang joknya empuk kayak marshmallow ketimbang di atas sepeda butut yang sadelnya keras seperti hati pemerintah. Pada akhirnya, memang susah untuk menampik bahwa kekayaan memang hal yang menggembirakan.

Banyak orang yang pengin jadi kaya dan punya uang banyak. Hal itu selalu mampu menjadi motivasi yang paling tokcer bagi orang untuk giat bekerja seperti kuda, kalau perlu sampai tipes.

Sayangnya, tak semua orang punya bakat dan potongan untuk kaya. Ada orang yang usaha bikin rumah makan dengan menu yang enaknya setengah mampus, tempatnya strategis, pelayanannnya baik, tapi tetap saja sepi pembeli. Ada yang nulis buku bagus banget, visualnya keren, covernya ciamik, tapi tetap saja bukunya nggak laku. Ada kreator konten yang fotonya unyu, videonya cakep, caption-nya nendang, tapi tetap saja nggak pernah dapet job endorsement atau paid promote.

Pokoknya ada saja jenis orang yang sudah bekerja keras namun tetap melarat dan tak kunjung mendapatkan kekayaan.

Dalam kondisi yang demikian itulah, muncul sebuah alternatif bernama pesugihan. Hidup ini memang seperti game CTR: penuh dengan jalan pintas. Nah, dalam hal ini, pesugihan adalah salah satu jalan pintas dalam urusan kemakmuran dan kekayaan.

Pesugihan menawarkan kemudahan dalam mendatangkan uang. Kalau dengan usaha sendiri ternyata nggak cukup, siapa tahu dengan dibantu dengan usaha makhluk lain, hasilnya bisa jadi lebih meyakinkan. Sederhananya begitu. Siapa tahu kalau dibantu makhluk lain, jadi banyak orang yang mampir ke rumah makan, jadi banyak orang yang beli buku, jadi banyak agensi yang ngasih job endorse. Siapa tahu.

Di Indonesia, pesugihan sudah seperti khazanah lokal. Ia tak ubahnya seperti kopi yang tiap-tiap daerah punya jenisnya tersendiri. Ibarat mata pelajaran, pesugihan ini adalah semacam muatan lokal.

Banyak tempat-tempat pesugihan yang menawarkan praktik pesugihan dengan konsep, metode, dan pendekatan yang berbeda-beda. Dari yang mulai pakai pendekatan agama sampai yang tidak, dari yang sekadar pakai syarat enteng sampai yang harus pakai tumbal, dari yang tirakatnya sepele sampai yang tirakatnya berat dan menyiksa. Tinggal dipilih, sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Malu bertanya, sesat di jalan. Begitu pula dalam urusan pesugihan. Kalau memang ingin menempuh jalan pesugihan, jangan malas dan malu bertanya secara detail tentang apa saja syarat, ritual, dan risiko yang bisa didapatkan. Ingat, sekali lagi, malu bertanya, sesat di jalan. Walau sebenarnya, dengan menempuh pesugihan, itu sudah sebuah kesesatan tersendiri juga, sih.

Seperti halnya usaha, pelaku pesugihan kerap diminta optimis. Urusan berhasil atau tidaknya, tentu saja itu urusan lain. Namun yang jelas, keberhasilan usaha yang paling paripurna adalah keputusan untuk tidak menggunakan pesugihan.

Katanya sih begitu. Katanyaaaa.

juru kunci pesugihan

BACA JUGA Pesugihan Demit, Siluman Politik, dan Kekhalifahan yang Melingsir dan artikel LIPSUS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2022 oleh

Tags: lipsusLupuspesugihan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati di Cirebon.,MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati

9 Maret 2026
Rasa Sanga (3): Urap Daun Mengkudu, Cara Sunan Kalijaga Mengajarkan Kemandirian Pangan dan Locavore pada Masyarakat Demak.MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (3): Urap Daun Mengkudu, Cara Sunan Kalijaga Mengajarkan Kemandirian Pangan dan Locavore pada Masyarakat Demak

2 Maret 2026
Hari Valentine, “Valentine Budaya Kita”: Mengapa Perayaan Hari Kasih Sayang Cuma Dimaknai dengan Berhubungan Seks?.MOJOK.CO
Lipsus

“Valentine Bukan Budaya Kita”: Mengapa Perayaan Hari Kasih Sayang Cuma Dimaknai Sedangkal Berhubungan Seks?

13 Februari 2026
Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja: Tentang Sosok Hantu Perempuan yang Muncul dari Tempat yang Tidak Terduga

22 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Lebaran naik bus murah berujung menyesal. MOJOK.CO

Habiskan Waktu 78 Jam di Bus untuk Mudik Berujung Kapok dan Frustrasi: Harus Tahan Bau Badan, BAB, hingga “Ditakuti” Teman Sebangku

11 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Pemuda Kediri Nekat kerja di luar negeri (Selandia Baru) sebagai Tukang Cukur. MOJOK.CO

Pemuda Kediri Nekat ke Selandia Baru sebagai Tukang Cukur usai Putus Cinta dan Ditolak Ratusan Lamaran Kerja

10 Maret 2026
Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.