Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hukum

Penjelasan Pola Korban KDRT yang Selalu Kembali Pada Pelaku

Mutiara Tyas Kingkin oleh Mutiara Tyas Kingkin
19 Oktober 2022
A A
korban kdrt mojok.co

Ilustrasi korban KDRT. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kasus penyanyi Lesti Kejora yang jadi korban KDRT masih jadi perhatian publik. Belum selesai luapan rasa kesal pada suaminya yang sudah jadi tersangka, kini netizen dibuat geram atas tingkah Lesti yang memilih untuk mencabut laporannya.

Fenomena seperti ini sebetulnya tak hanya datang dari kalangan selebritis. Orang-orang seringkali bertanya, mengapa korban KDRT sulit untuk lepas dari lingkaran setan ini? Mereka cenderung menutupi, bahkan menganggap kekerasan adalah yang lumrah atau ibaratnya sudah terlanjur lantas mau bagaimana lagi?

Padahal kekerasan tidak boleh diwajarkan. Ada beberapa alasan kenapa KDRT bisa terjadi. Salah satunya karena pelaku overprotective dan tidak ingin kehilangan pasangannya. Unsur pertama yang dapat menyebabkan adanya KDRT adalah manipulasi mental.

“Memanipulasi mental itu gampangannya gini, orang itu kadang menjustifikasi tindakannya sehingga pelaku maupun korban merasa itu tindakan yang betul,” ungkap Cornelius Siswa Widyatmoko, M.Psi, Dosen Psikologi Universitas Sanata Dharma, ketika dihubungi Mojok (17/10/2022).

“Lalu akan muncul kekerasan [mental]. Kekerasan mental itu sudah masuk semuanya, entah itu kekerasan fisik, kekerasan seksual, atau mungkin juga ini yang jarang disebutkan yaitu kekerasan finansial,” ungkap Pak Siswo selaku Dosen Psikologi Universitas Sanata Dharma, ketika dihubungi Mojok (17/10).

Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku biasanya ingin menguasai pasangannya untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Ini tentu saja akan menimbulkan dampak bagi korban kekerasan. Korban akan merasa tindakan yang dilakukan pasangannya itu benar, dan merasa pasangannya itu patut melakukan hal itu kepadanya.

“Karena merasa itu benar kemudian korban mentalnya down. Merasa bersalah, menyalahkan dirinya sendiri, kok saya begini, kok saya nggak mencintai pasangan saya. [perasaan] Itu bercampur dengan pengalaman kekerasan jadi mix feeling. Jadi, satu sisi dia merasa down, di sisi lain merasa dicintai,” jelas Cornelius Siswa yang kerap dipanggil Pak Siswo.

Trauma yang ditimbulkan korban kekerasan dalam sebuah hubungan, bisa lebih mendalam dan lebih besar dari efek yang ditimbulkan akibat trauma dari suatu bencana, “Trauma bencana, itu gejala alam. Semua orang mungkin mengalami. Tapi, kalau pasangan yang melakukan itu kan berarti gimana ya. Saya mau menyalahkan pasangan saya juga enggak, karena dia mencintai saya. Saya merasa dia betul begitu, tapi disisi lain kok mengalami kekerasan gitu.”

Kekerasan dalam hubungan baik dalam saat pacaran maupun pernikahan punya efek yang sama. Hal ini juga berkaitan dengan seberapa dalam seseorang memiliki keterikatan dalam sebuah hubungan.

“Dalam rumah tangga biasanya relasi yang terjadi tidak hanya masalah emosional, tapi juga ada masalah finansial, masalah hubungan kekerabatan dengan keluarga yang lain, bisa jadi relasi yang seperti itu lebih kompleks.”

Lantas, mengapa korban KDRT justru sulit lepas dari lingkaran setan ini? Hal ini nampaknya dipengaruhi oleh banyak faktor baik internal maupun eksternal. Seperti yang sudah dipaparkan oleh Pak Siswo, faktor internal berkaitan dengan manipulasi mental yang mendera korban KDRT.

Sedangkan faktor internal antara lain, adanya ancaman yang menjadi bagian dari manipulasi mental, masalah ekonomi, adanya tanggung jawab (anak), dan menjaga harkat martabat keluarga. Untuk bisa keluar dari pola ini para korban KDRT harus bisa memutus rantai ‘kelekatan’.

“Masalah kelekatannya harus diputus dulu. Bila korban punya masalah kelekatan finansial, itu yang harus diputus. Sejauh pengamatan saya, pemberian informasi yang bersifat kognitif itu masih kurang efektif karena orang itu tahu bahwa dia sudah harus lepas, tapi tidak bisa lepas,” kata Pak Siswo.

Dengan kata lain, korbam dapat secara aktif melepas dengan menjalani therapy yang berbasis peningkatan kesadaran atau mindfulness. Ketika ada seseorang mengalami KDRT, kita juga bisa memberikan dukungan untuk korban dengan memberikan dukungan mental serta menyarankan untuk pergi mencari pertolongan kepada professional.

Iklan

Efek yang ditimbulkan akibat KDRT sudah menjadi masalah yang serius, maka dari itu pencegahan perlu dilakukan dengan menerapkan self-awareness atau mindfulness sebagai bentuk pencegahan KDRT.

Selain itu, untuk mencegah KDRT kita perlu memiliki koneksi yang dekat dan sehat dengan siapa saja. Baik orang tua, teman, atau bahkan dengan alam. Pembebasan diri dari kekecewaan relasi yang sudah lalu juga diperlukan untuk mencegah adanya kekerasan. Tak lupa, pelaku KDRT harus mendapatkan tindak pidana secara hukum.

“Dengan menerapkan itu bisa mencegah KDRT, karena mencegah lebih mudah daripada mengobatinya,” pungkas Pak Siswo.

Reporter: Mutiara Tyas Kingkin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Belajar dari Lesti Kejora, Berikut Cara Lapor Kasus KDRT

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2022 oleh

Tags: kasus kdrtKDRTLesti kejora
Mutiara Tyas Kingkin

Mutiara Tyas Kingkin

Magang Mojok

Artikel Terkait

Program Pasang CCTV Untuk Cegah KDRT Itu Ngawur, Tak Sentuh Inti Persoalan.MOJOK.CO
Ragam

Program Pasang CCTV Untuk Cegah KDRT Itu Ngawur, Tak Sentuh Inti Persoalan

5 November 2024
KDRT di aceh.MOJOK.CO
Ragam

Beratnya Perempuan Muda Aceh Jadi Saksi KDRT di Rumahnya Sendiri

20 Agustus 2024
kasus kdrt mojok.co
Kotak Suara

Anggota DPR dari PKS Terseret Kasus KDRT, Sudah Mundur, Gimana Kelanjutan Kasusnya?

26 Mei 2023
politisi seleb
Kotak Suara

Terjun ke Politik, Anak Venna Melinda Ingin Angkat Isu Milenial hingga KDRT

14 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.