Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

SMA Muhi Jogja: Sempat Bubar Karena Perang Sebelum Sukses Lahirkan Tokoh-tokoh Besar

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
1 September 2023
A A
SMA Muhi Jogja: Sempat Bubar Karena Perang Sebelum Sukses Lahirkan Tokoh-tokoh Besar MOJOK.CO

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Twitter/smamuhi_jogja)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – SMA Muhi Jogja merupakan salah satu SMA swasta terbaik di Jogja. Banyak tokoh-tokoh populer yang lahir dari sekolah ini.

SMA Muhi Jogja merupakan sebutan kasual dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Sekolah ini kerap jadi rujukan siswa SMP di Jogja selepas lulus. Mereka yang tak mendapat tempat di SMA negeri biasanya memilih bersekolah di sini. Lain cerita bagi warga Muhammadiyah, biasanya mereka menjadikan SMA Muhi sebagai pilihan pertama.

SMA Muhi Jogja memiliki pamor yang cukup baik. Beberapa alumninya sukses menjadi tokoh besar sekaligus populer. Namun, sebelum kita membahas soal sejumlah tokoh tersebut. Alangkah baiknya kita menelusuri dulu sejarah dari sekolah ini.

Sejarah SMA Muhi Jogja

SMA Muhi Jogja berdiri atas desakan dari siswa-siswa SMP Muhammadiyah yang telah lulus. Saat itu, mereka kesulitan mencari sekolah menengah yang berideologi Islam Muhammadiyah. Gayung bersambut, sejumlah tokoh guru Muhammadiyah kemudian berkumpul untuk mendirikan Sekolah Menengah Atas pada Oktober 1948.

Tokoh-tokoh tersebut antara lain AG. Dwidiosoeparto, RM Mukam Hisjam, Ir. Sugiman, Moelono, M Aslam kemudian mendirikan SMA Muhammadiyah. Dalam proses pendirian, mereka mendapat bantuan dari mahasiswa-mahasiswa Universitas Gadjah Mada.

Berpindah-pindah tempat dan sempat “bubar” karena perang

Saat awal berdiri, SMA Muhi Jogja menempati Sekolah Rakyat VI Muhammadiyah (saat ini SD Muhammadiyah Ngupasan) di jalan Bhayangkara 5 Yogyakarta. Baru beberapa bulan aktif, kegiatan belajar-mengajar terpaksa terhenti karena perang. Pada 19 Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi Milliter II di Jogja. Guru dan murid SMA Muhi Joga kemudian melakukan tugas negara dengan bergerilya.

Seusai perang, para siswa kembali bersekolah lagi pada 5 September 1949. Pihak sekolah kemudian menetapkan menetapkan tanggal itu sebagai hari lahir SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Sayangnya kala itu, gedung SR Muhammadiyah IV tidak bisa dipakai untuk kegiatan belajar-mengajar. Sebab, gedung tersebut dipakai pemerintah untuk Kantor Kementerian Keuangan sampai ibukota kembali ke Jakarta.

Pengurus Muhammadiyah bidang pengajaran kala itu, HM Mawardi kemudian mencarikan alternatif tempat bersama Dwidjosoeparto. Yakni menggunakan rumah H. Muhammad Sjarbini di Jalan Kauman 44 Yogyakarta.

Sekolah sempat beberapa kali berpindah lagi sebelum akhirnya SMA Muhi Jogja mampu membeli tanah dan membangun gedung sendiri pada 1981. Tepatnya di Jl. Gotong Royong II, Petinggen, Karangwaru, Tegalrejo, Yogyakarta. Mulai Tahun Ajaran 1988/1989 semua kegiatan belajar-mengajar berpindah ke sana semua sampai hari ini.

Sekolahnya para tokoh besar

SMA Muhi Jogja bukan hanya diminati oleh warga keturunan Muhammadiyah saja, melainkan dari masyarakat umum. Sebab secara fasilitas dan sistem pendidikan, SMA ini masuk dalam kategori baik. Pada 2008, SMA Muhi ditetapkan menjadi salah satu sekolah RSMA-BI (Rintisan Sekolah Menengah Atas-Bertaraf Internasional) di Kota Yogyakarta.

Sekolah ini juga terbukti sukses melahirkan para tokoh-tokoh besar lintas profesi dan keahlian. Dari dunia politik ada Budiman Sudjatmiko (eks DPR dua periode), Syukri Fadholi, SH. (eks Wakil Wali Kota Jogja), Ony Anwar Harsono (Bupati Ngawi), Wahdi (Wali Kota Metro), Ahmad Hanafi Rais (DPR), dan Hanum Salsabiela Rais (DPRD DIY). Ada pula yang menjadi Ketua KPK, yakni M. Busyro Muqoddas pada 2010-2011.

Lalu di bidang akademis, ada Lincolin Arsyad, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM dan Shalihuddin Djalal Tandjung, Guru Besar Fakultas Biologi UGM sekaligus mantan staf ahli Menteri Lingkungan Hidup.

Alumni SMA swasta Jogja ini juga ada yang jadi seniman dan budayawan, contohnya Ebiet G. Ade, Eross Sheila on 7, dan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Purnawan Setyo Adi

Iklan

BACA JUGA Budiman Sudjatmiko, Alumni SMA Muhi Jogja yang Kontroversial
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2023 oleh

Tags: sma muhammadiyah 1 jogjasma muhammadiyah 1 yogyakartaSma muhi jogjasma swasta jogja
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Budiman Sudjatmiko, Alumni SMA Muhi Jogja yang Kontroversial
Pendidikan

Budiman Sudjatmiko, Alumni SMA Muhi Jogja yang Kontroversial

29 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026
Cerita kecil nan hangat di tengah gemuruh bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan MOJOK.CO

Cerita-cerita Kecil nan Hangat di Tengah Gemuruh Istora, Orang Tua dan Anak Saling Memperjuangkan Masa Depan

21 Januari 2026
Event bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan jadi berkah bagi driver obol Jakarta MOJOK.CO

Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora

20 Januari 2026

Video Terbaru

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.