Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pemerintah Berencana Memperbolehkan Warga Usia 45 Tahun ke Bawah Kembali Beraktivitas dan Bekerja

Redaksi oleh Redaksi
12 Mei 2020
A A
doni monardo
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Angka pemutusan hubungan kerja yang terus naik memaksa pemerintah untuk mengambil langkah berisiko: memperbolehkan warga berusia 45 tahun ke bawah kembali beraktivitas dan bekerja.

Virus corona atau yang namanya terdaftar di Dukcapil ilmiah sebagai Covid-19 ini memang benar-benar membacok seluruh sendi-sendi kehidupan.

Salah satu dampak paling gawat dari virus corona ini adalah hancurnya roda perekonomian. Maklum saja, corona memang memutus rantai produksi dan distribusi produk dan jasa. Hasilnya, jutaan orang sukses jadi pengangguran secara instan.

Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan, per bulan April kemarin saja, total pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat corona mencapai 2,08 juta pekerja. Angka tersebut tentu saja masih akan terus bertambah seiring dengan pandemi virus corona yang membuat banyak orang harus mengisolasi diri rumah dan berhenti bekerja sementara.

Untuk mengatasi masalah yang sangat pelik ini, Pemerintah pada akhirnya terpaksa harus mengambil langkah yang sangat berisiko, yakni memberi kesempatan pada kelompok muda usia di bawah 45 tahun untuk tetap bekerja di tengah pandemi virus corona.

Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

“Kelompok ini tentu kita beri ruang untuk bisa aktivitas lebih banyak lagi sehingga potensi terkapar karena PHK bisa kami kurangi,” ujar Doni dalam siaran langsung akun Instagram Sekretaris Kabinet pada hari Senin, 11 Mei 2020 kemarin.

Doni mengatakan bahwa warga berusia di bawah 45 tahun relatif punya daya tahan tubuh yang baik dan lebih sanggup bertahan melawan virus corona.

“Kelompok muda usia di bawah 45 tahun mereka adalah secara fisik sehat, punya mobilitas tinggi, dan rata-rata kalau toh terpapar belum tentu sakit. Mereka tidak ada gejala,” terangnya.

Kendati demikian, walau dimaksudkan untuk kembali menghidupkan roda ekonomi yang tumbang karena corona, namun rencana pemerintah tersebut tentu saja mendapat kritik dari banyak pihak. Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, misalnya.

Pandu mengatakan bahwa orang-orang berusia di bawah 45 yang tidak sakit saat terkena virus corona justru sangat berpotensi menjadi penyebar virus.

“Saya tidak paham dengan pandangan orang tanpa gejala, kalau dimaksud adalah orang yang terinfeksi tanpa gejala, artinya orang tersebut bisa jadi penyebar virus, bahkan bisa jadi super-spreader,” ujarnya kepada CNN Indonesia.

Pandu menjelaskan bahwa sebelum melaksanakan rencana pelonggaran aktivitas untuk warga berusia di bawah 45 tahun, lebih penting bagi pemerintah untuk terlebih dahulu menyiapkan prasyarat indikator epidemiologi, kesehatan publik dan layanan kesehatan.

Pemerintah sendiri sampai saat ini masih terus memikirkan skema normalisasi bisnis agar kondisi ekonomi masyarakat bisa kembali berjalan seperti biasa. Pemerintah juga sudah memprediksi bahwa seluruh kegiatan ekonomi akan dapat berjalan normal pada akhir Juli atau awal Agustus.

Iklan

doni monardo

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2021 oleh

Tags: coronapemerintah
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat MOJOK.CO
Esai

Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat

11 Februari 2026
Parkir Liar Susah Diberantas, Siapa yang Membekingi?
Video

Parkir Liar Susah Diberantas, Siapa yang Membekingi?

10 Juni 2024
ilustrasi Mural Jokowi 404: Not Found dan Penilaian Otoriter yang Kembali Menguar mojok.co
Kilas

Mural Jokowi 404: Not Found dan Penilaian Otoriter yang Kembali Menguar

14 Agustus 2021
Bikini Dinar Candy VS Pemerintah yang Nafsuan
Esai

Bikini Dinar Candy VS Pemerintah yang Nafsuan

9 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Meninggalkan Pekerjaan Gaji Rp150 Ribu per Hari di Desa Demi Ego Merantau, Berujung Sesal karena Kerja di Jakarta Tak Sesuai Ekspektasi

11 Februari 2026
Sinefil.MOJOK.co

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Kesulitan korban kekerasan seksual dalam berbicara

Korban Kekerasan Seksual Sering Jatuh Ditimpa Tangga: Sulit Bicara, Bukan Dipahami, tapi Malah Dihakimi

11 Februari 2026
s2, kicau mania mojok.co

Lulusan S2 di Jogja Memilih Jadi “Kicau Mania” karena Susah Dapat Kerja, Memelihara Burung Obat Stres Terbaik Saat Nganggur

10 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.