Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pemerintah Ambil Alih Pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita Milik Keluarga Cendana

Redaksi oleh Redaksi
8 April 2021
A A
tmii
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – TMII sudah 44 tahun dikelola oleh yayasan milik keluarga Cendana, kini pemerintah mencoba mengambil alih pengelolaan tersebut.

Tak banyak yang tahu bahwa Taman Mini Indonesia Indah (TMII), salah satu wahana wisata budaya terbesar di Indonesia ternyata tidak dikelola oleh negara, melainkan oleh Yayasan Harapan Kita. Padahal, taman tersebut merupakan aset milik negara.

Yayasan Harapan Kita sendiri merupakan yayasan yang didirikan oleh mendiang istri Presiden ke-2 RI Soeharto, Tien Soeharto dan dimiliki oleh keluarga Cendana. Yayasan Harapan Kita diketahui sudah mengelola TMII sejak tahun 1977.

Kini, setelah sekian puluh tahun lamanya, pemerintah akhirnya melakukan proses pengambilalihan pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita. Pengambilalihan pengelolaan TMII tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang sudah diteken oleh Presiden Jokowi pada 31 Maret 2021 lalu.

“Yayasan ini (Yayasan Harapan Kita) sudah hampir 44 tahun mengelola milik negara ini, dan kami berkewajiban melakukan penataan, memberi manfaat luas ke masyarakat dan memberi kontribusi terhadap keuangan negara,” terang Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada Rabu, 7 April 2021 lalu seperti dikutip dari CNN Indonesia. “Intinya, penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensesneg dan berarti berhenti pula pengelolaan yang selama ini dilakukan oleh Yayasan Harapan Kita.”

Dalam Perpres Nomor 19 Tahun 2021, disebutkan bahwa pemerintah memberikan tenggang waktu 3 bulan bagi Yayasan Harapan Kita untuk menyerahkan pengelolaan TMII kepada pemerintah.

Selama masa transisi tiga bulan sampai Yayasan Harapan Kita siap dengan seluruh laporan dan proses serah terima pengelolaan TMII, seluruh aktivitas bisnis tetap berjalan seperti biasa, seluruh karyawan yang bekerja di TMII juga dijamin tetap mendapatkan haknya.

“Dalam masa transisi ini Taman Mini tetap beroperasi seperti biasa. Staf kerja biasa tetap mendapat hak keuangan dan fasilitas seperti biasa, enggak ada yang berubah,” kata Pratikno.

TMII sendiri memang dalam beberapa tahun terakhir cukup sering menjadi bahan pemberitaan. Pada Oktober tahun 2018 lalu, misalnya, tiga wahana di TMII dilaporkan menunggak pajak daerah.

Yang paling anyar, Perusahaan asal Singapura, Mitora Pte Ktd beberapa waktu yang lalu menggugat lima anak Soeharto masing-masing Siti Hardianti Hastuti Rukmana, Bambang Trihatmojo, Siti Hediati Hariyadi, Sigit Harjojudanto, dan Siti Hutami Endang Adiningsih. Mitora juga menggugat Yayasan Purna Bhakti Pertiwi, yayasan yang mengelola museum Purna Bhakti Pertiwi, museum yang berlokasi di kompleks TMII.

Gugatan Mitora itu disebut-sebut ikut melatarbelakangi langkah pemerintah mengambil alih pengelolaan TMII dari yayasan milik keluarga Cendana.

Yah, walau namanya memang taman mini, tapi tetap saja uang yang berputar di sana nggak mini-mini juga. Tak heran pengelolaannya harus dilakukan oleh pihak yang paling “berhak”.

BACA JUGA Kamu Rindu Sukarno? Kangen Soeharto? Tenang, Ada Pak Jokowi dan artikel KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 8 April 2021 oleh

Tags: cendanatmiiyayasan harapan kita
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

mojok mentok silicon valley
Video

Upgrade TMII 2021, Indonesia Bakal Ada Silicon Valleynya

14 April 2021
KEPALA SUKU-MOJOK
Kepala Suku

7 Pertanyaan Remeh untuk Pembaca Bumi Manusia

27 Mei 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati di Cirebon.,MOJOK.CO

Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati

9 Maret 2026
Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

11 Maret 2026
Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
KA bengawan, KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

User KA Bengawan Merasa Kesepian Saat Beralih ke Kereta Eksekutif KA Taksaka, “Kereta Gaib” Harga Rp74 Ribu Tetap Juara Meski Bikin Badan Pegal

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.