Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pemda DIY Tolak Disebut Provinsi Termiskin, Angka Kebahagiaan Justru Naik 

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
21 Januari 2023
A A
Pemda DIY tolak disebut provinsi termiskin

Pemda DIY tolak disebut provinsi termiskin

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pemerintah DIY menolak disebut sebagai provinsi termiskin di Jawa. Justru DIY mengalami penurunan kemiskinan jika dilihat dari sisi angka kebahagiaan, usia harapan hidup, dan angka harapan rata-rata sekolah. 

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja  merilis angka kemiskinan di DIY tertinggi di Pulau Jawa. Dalam data BPS, jumlah warga miskin di provinsi ini mencapai 463.630 jiwa atau 11,494 persen.

Angka tersebut didapat dari hitungan quarter per quarter atau tiga bulan. Pada Maret 2022, angka penduduk miskin di DIY sebesar 11,34 persen atau sebanyak 454,76 ribu orang. Angka ini naik menjadi 11,49 persen atau terdapat sebanyak 463,63 ribu orang pada tahun ini.

Pemda DIY pun memberikan tanggapan terkait rilis tersebut. Menolak disebut provinsi termiskin di Jawa, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Beny Suharsono menyatakan indikator kenaikan kemiskinan tidak bisa dibaca dari hitungan quarter per quarter.

“Mohon jangan dibaca sesempit itu. Karena proses perjalanan pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan memang bicara quarter to quarter atau akumulasi ke akumulasi. Kemarin dirilis [BPS] adalah dari tiga bulan terakhir naik,” papar Beny di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (20/01/2023).

Alih-alih naik, Beny mengklaim, jika dihitung year to year atau periode per tahun, maka angka kemiskinan di DIY justru mengalami  penurunan. Penurunan terjadi bila dibaca dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di DIY.

BPS nggak hitung angka kebahagiaan dan angka harapan hidup

Berdasarkan variabel IPM seperti usia harapan hidup, angka kebahagiaan, angka harapan rata-rata lama sekolah, dan indeks kesejahteraan pun harus dihitung, ketiga hal itu justru mengalami peningkatan di DIY.

Dicontohkannya, usia harapan hidup DIY tertinggi di Indonesia. Bahkan Kulon Progo menjadi kabupaten dengan usia harapan hidup paling tinggi di Indonesia.

Sedangkan angka harapan sekolah di DIY juga mencapai 15,1 tahun. Hal ini mengindikasikan tingkat pendidikan penduduk DIY rata-rata minimal mencapai Diploma 3 (D3) atau tertinggi kedua setelah DKI Jakarta.

“Di Kulon Progo itu usia harapan hidupnya yaitu 75 tahun dengan angka kemiskinan 18 persen,” jelasnya.

Namun, diakui Beny, rekomendasi pembangunan dua kabupaten di DIY untuk mengatasi kemiskinan ekstrim memang perlu dilakukan. Karenanya Pemda DIY fokus dalam pembangunan selatan seperti Gunung Kidul dan Kulon Progo.

Pemda menyiapkan program penanganan kemiskinan esktrim di dua kabupaten tersebut. Di antaranya akan diluncurkan perlindungan dan jaminan sosial atas selisih angka kemiskinan tersebut. Bupati diminta memvalidasi angka kemiskinan di masing-masing daerah.

“Nantinya akan diusulkan ke gubernur kemudian diteruskan ke pusat untuk ada langkah penanganan berkaitan dengan kemiskinan tersebut,” paparnya.

Pembangunan Jaringan Jalan Lintas Selatan (JJLS) atau Jalur Pantai Selatan Jawa (Pansela) akan digenjot. Pembangunan infrastruktur di kawasan selatan diharapkan dapat menumbuhkan spot-spot pariwisata di kawasan selatan DIY.

Iklan

“Sektor pariwisata dan perikanan jadi andalan di selatan karena kita punya 12 mil garis pantai,” jelasnya.

Warga jogja suka menabung

Secara terpisah Direktur Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Yogyakarta Budiharto Setyawan dalam keterangannya menyatakan angka kemiskinan di DIY memang masih tinggi meski warganya memiliki pekerjaan. Tingginya angka kemiskinan di DIY tidak terlepas dari pola konsumsi masyarakat DIY yang cenderung unik dan relatif berbeda dibandingkan daerah lain.

“Hal ini disebabkan oleh dua hal meliputi pola konsumsi masyarakat DIY yang cenderung sederhana dan metode pengukuran statistik belum sepenuhnya bisa menggambarkan purchasing power parity [paritas daya beli] masyarakat DIY yang sebenarnya,” paparnya.

Mayoritas masyarakat DIY memiliki budaya yang kuat dalam menabung dibandingkan dengan konsumsi. Hal ini dapat dilihat dari tingkat simpanan masyarakat di bank yang selalu lebih tinggi dibandingkan tingkat kredit.

Secara rata-rata rasio kredit dibandingkan dengan simpanan [Loan to Deposit Ratio/LDR] rumah tangga di DIY dalam 10 tahun terakhir berkisar 66,78 persen. Hal ini berarti masih rendah apabila dibandingkan dengan rasio ideal 80-90 persen.

Hal itu terus menjadi problem secara statistik karena penduduk dikategorikan miskin apabila rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Sebab semakin rendah pengeluaran penduduk maka akan semakin dekat dengan kemiskinan.

“Sementara itu, kesenjangan pendapatan yang didekati dengan pengeluaran penduduk lokal dengan penduduk pendatang sangat tinggi. Kesenjangan pengeluaran ini didominasi oleh produk tersier,” tandasnya.

Budi menambahkan, mayoritas penduduk pendatang melakukan pengeluaran yang signifikan lebih besar utamanya untuk produk makanan jadi dan sewa rumah. Selain itu pada produk gaya hidup seperti perawatan kecantikan dan kesehatan.

“Kesenjangan pengeluaran ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ketimpangan di DIY menjadi tinggi,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Jadi Provinsi Termiskin di Jawa, Pemda DIY Didesak Fokus Tangani Dua Kabupaten . Dapatkan informasi terbaru Mojok.co di Google News.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2023 oleh

Tags: DIYDIY Tolak MiskinmiskinProvinsi Termiskin
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO
Ekonomi

Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

30 Januari 2026
Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY.MOJOK.CO
Ekonomi

Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY

29 Januari 2026
Sungai Progo, Tragedi Sungai Sempor Tak Perlu Terjadi Jika Manusia Tidak Meremehkan Alam dan Menantang Takdir MOJOK.CO
Aktual

Izin Tambang Sungai Progo Masih Mandek dengan “Aturan Jadul”

28 Januari 2026
Terpaksa jadi maling, buronan polisi, hingga masuk penjara karena lelah punya orang tua miskin MOJOK.CO
Ragam

Terpaksa Jadi Maling-Mendekam di Penjara karena Lelah Punya Orang Tua Miskin, Sejak Kecil Hanya Bisa Ngiler ke Hidup Enak Teman Sebaya

22 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh” MOJOK.CO

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”

31 Januari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Pertama kali makan donat J.CO langsung nangis MOJOK.CO

Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

3 Februari 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.