Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Olah Raga

Tangis Pesepak Bola Putri Asal Kudus di Turnamen JSSL Singapore, Harumkan Nama Bangsa di Ajang Internasional

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
22 April 2025
A A
Pemain MilkLife Shakers di JSSL Singapore. MOJOK.CO

Salah satu pemain dari MilkLife Shakers di laga final. (Dok. MLSC)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setelah berlatih berbulan-bulan, dua tim sepak bola putri Indonesia yakni HydroPlus Strikers (U-14) dan MilkLife Shakers (U-12) akhirnya bertanding di laga internasional. Mereka yang mulanya hanya bocah-bocah desa biasa di Kudus, kini berangkat ke Singapura untuk berlaga di Junior Soccer School and League (JSSL) 2025.

***

Sejak Kamis (17/4/2025) hingga Sabtu (20/4/2025), tim HydroPlus Strikers (U-14) dari Kudus sudah melewati sembilan pertandingan dan akhirnya maju ke babak final pada Minggu (21/4/2025). 

Dari sembilan pertandingan tersebut, mereka berhasil menang enam kali dan seri tiga kali. Tercatat 18 gol sudah mereka cetak dan hanya kebobolan dua gol.

Sedangkan, tim MilkLife Shakers berhasil menang di tujuh pertandingan. Terhitung, para pemain mencetak 28 gol dan tidak pernah kebobolan sama sekali dalam laga JSSL Singapore 7’s 2025. 

Di hari keempat yakni babak final, kedua tim berhasil meraih posisi runner-up. Di mana, HydroPlus Strikers harus menelan kekalahan 0-2 dari Lion City Sailors (Singapura) yang berstatus pemuncak klasemen.

Sedangkan MilkLife Shakers harus menelan hasil pahit melawan National Development Center (NDC) A Singapura dengan skor 0-1. Meski begitu, pertandingan tersebut menjadi pengalaman baru bagi kedua tim sepak bola putri Indonesia.

MilkLife Shakers. MOJOK.CO
Tim MilkLife Shakers pamerkan medali perak JLLS Singapore. (Dok. MLSC)

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono berujar Meski kalah oleh tim tuan rumah, kedua tim telah mencapai langkah besar sebagai tim debutan hingga menjadi partai pamungkas. Keduanya berhasil menunjukkan gaya bermain yang berkualitas. 

“Banyak juga yang mengapresiasi kami mulai dari atlet, pelatih, pendukung tim lawan yang mengakui dan memuji ketika para adik-adik bertanding. Tentu ini menjadi tren positif,” ucap Teddy melalui keterangan resmi dikutip pada Senin, (21/4/2025).

Air mata bocah-bocah Kudus di JSSL Singapore

Kekalahan yang diterima oleh MilkLife Shakers ini membuat air mata para pemain tim pecah. Status clean sheet dari hari pertama JSSL Singapore 7’s sampai babak semifinal dipatahkan oleh NDC A. 

Kesedihan itu tak terkecuali dirasakan oleh Locita Waranggani Olah Nismara. Loli, sapaan akrabnya bersyukur kerap menunjukkan performa gemilang bersama rekan setimnya dari Kudus, sepanjang turnamen bergulir. 

“Alhamdulillah bisa menjadi runner-up. Walaupun belum jadi juara tapi teman-teman mainnya kompak dan seru,” kata siswi SDN Pacarkeling V Surabaya tersebut.

“Kami nggak takut sama sekali dengan lawan yang posturnya lebih besar, karena skill kami bisa diadu. Hasil ini juga berkat dukungan mama dan kakak yang datang langsung dari hari Kamis,” lanjutnya.

Tim Hydro Strikers. MOJOK.CO
Tim Hydro Strikers memamerkan medali perak JLLS Singapore. (Dok. MLSC)

Ibunda Locita, Mela Damayanti bahkan sengaja terbang langsung dari Surabaya ke Singapura untuk memberi motivasi dan dukungan moral kepada buah hati. Teriakan membangun dari pinggir lapangan setiap putrinya tanding maupun sentuhan penuh kasih di luar arena diharap menjadi suntikan semangat. 

Iklan

“Saya memang sengaja datang dan merencanakan dari jauh hari. Karena ketika Loli tanding di China (Universal Youth Cup) sebelumnya saya tidak bisa menemani. Saya bangga dengan capaian Loli dan timnya,” kata Mela. 

Faktor kekalahan yang menjadi pengalaman berharga

Bek tengah HydroPlus Strikers, Kazumi Z. A. Nurlan mengatakan kekalahan timnya di laga final salah satunya dipengaruhi oleh faktor ukuran lapangan. Khusus partai final JSSL Singapore 7’s 2025 kali ini, dua lapangan berukuran 50 meter x 30 meter memang digabung menjadi satu. Besarnya jadi dua kali lipat melelahkan ketimbang saat mereka latihan di Kudus.

Durasi pertandingannya pun masih sama, yakni 25 menit tanpa interval. Oleh karena itu, Kazumi merasa tenaga timnya lebih terkuras di babak tersebut. Walaupun belum memboyong juara, ia mengaku banyak memetik pelajaran penting dari sana.

“Karena kami latihannya di lapangan yang tidak sebesar final tadi, jadi tenaganya lebih cepat capek. Tapi saya bersyukur menjadi juara dua dan banyak dapat pengalaman mulai dari bagaimana defense yang benar, komunikasi yang baik antar pemain, dan mental lebih terasah. Semoga kedepannya bisa menjadi pemain timnas Indonesia,” kata siswi SDN 203 Kacapiring Bandung tersebut.

Head Coach HydroPlus Strikers dan MilkLife Shakers, Timo Scheunemann yang sehari-hari melatih anak didiknya di Kudus tetap mengapresiasi pencapaian kedua timnya. Namun, ia mengimbau agar para atlet tidak terlena dengan raihan ini dan menjadikannya sebagai pengalaman maupun pembelajaran penting untuk mengasah skill serta mental. 

“Tim HydroPlus Strikers dan MilkLife Shakers sebenarnya bisa bermain lebih baik dari yang mereka tunjukkan selama turnamen,” ucap Timo.

“Namun karena ini menjadi pengalaman perdana bertanding melawan atlet dari berbagai negara, pasti ada kekurangan yang seharusnya bisa dihindari agar bermain lebih all out. Tapi kami tetap bangga karena mental mereka sebagai atlet sudah mulai terbentuk,” tuturnya Timo.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Menjadi Pesepak Bola Putri di Kudus di Tengah Tabu dan Larangan Ibu, dari Bocah Desa Biasa Kini Bersiap Main di Singapura

Terakhir diperbarui pada 22 April 2025 oleh

Tags: JSSL Singaporekisah inspirasikuduspesepak bola putri
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Praja bertanding panahan di Kudus. MOJOK.CO
Sosok

Nyaris Menyerah karena Tremor dan Jantung Lemah, Temukan Semangat Hidup dan Jadi Inspirasi berkat Panahan

20 Desember 2025
Atlet panahan asal Semarang bertanding di Kota Kudus saat hujan. MOJOK.CO
Ragam

Memanah di Tengah Hujan, Ujian Atlet Panahan Menyiasati Alam dan Menaklukkan Gentar agar Anak Panah Terbidik di Sasaran

19 Desember 2025
Pontang-panting Membangun Klub Panahan di Raja Ampat. Banyak Kendala, tapi Temukan Bibit-bibit Emas dari Timur Mojok.co
Ragam

Pontang-panting Membangun Klub Panahan di Raja Ampat. Banyak Kendala, tapi Temukan Bibit-bibit Emas dari Timur

17 Desember 2025
Kegigihan bocah 11 tahun dalam kejuaraan panahan di Kudus MOJOK.CO
Ragam

Kedewasaan Bocah 11 Tahun di Arena Panahan Kudus, Pelajaran di Balik Cedera dan Senar Busur Putus

16 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

20 Januari 2026
Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.