Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mulut Manis Anies Baswedan saat Sebut ‘Lem Aibon’ Ramai, tapi DKI Bebas Korupsi Tak Viral

Redaksi oleh Redaksi
11 Desember 2019
A A
Mulut Manis Anies Baswedan saat Sebut ‘Lem Aibon’ Ramai, tapi DKI Bebas Korupsi Tak Viral
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Anies Baswedan coba sumpal kritik terhadap dirinya. Rancangan anggaran lem Aibon diviralkan, tapi prestasi DKI Jakarta tidak.

Viral anggaran lem Aibon senilai Rp82 miliar, menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, membuat prestasi pemerintahan daerah yang dipimpinnya menjadi tertutup. Menurut Anies Baswedan, viralnya kontroversi rancangan anggaran lem Aibon tak pengaruhi kerja-kerja Pemprov DKI Jakarta.

“Badan Dewan aja baru terpilih awal Oktober, langsung sibuknya soal anggaran, eh lem ramai lem Aibon pula,” kata Anies.

Salah satu prestasi yang tertutup dari viralnya anggaran lem Aibon adalah DKI Jakarta ditetapkan sebagai provinsi bebas korupsi.

“Tapi Alhamdulillah, meskipun diramaikan begitu, hari ini terbukti Pemprov DKI mendapatkan penghargaan sebagai satu dari 2 provinsi yang disebutkan sebagai provinsi bebas korupsi. Kita bicara kenyataan, bukan bicara tentang pencitraan. Kan kita dipersepsikan macem-macem, itu biarkan urusan mereka ya? Bagian kita bicaranya kenyataan,” tambah Anies Baswedan.

Sebagai mantan Menteri Pendidikan, Anies kemudian mempertontonkan kepiawaiannya dalam merangkai kata-kata untuk menggambarkan kondisinya saat ini.

“Saya sering menyampaikan yang kita hadapi di Jakarta itu seperti cangkir air putih, kita bilang ini air putih tapi banyak orang ramai-ramai bilang ini bir, teh, kopi, padahal itu secangkir air putih. Alhamdulillah, hari ini terbukti Jakarta tetap menjadi kota berintegritas. Apakah sudah selesai tugasnya? Belum. Masih banyak. Kalau tugasnya sudah selesai, nggak ngumpul kita begini,” kata Anies.

Analogi-analogi Anies Baswedan memang sering muncul untuk menjelaskan sesuatu. Analogi air putih ini sebenarnya merupakkan penegasan dari analogi ketika Anies diserang soal pemanfaatan pulau reklamasi, pembangunan JPO, sampai pengelolaan sampah pada 13 Agustus 2019 di Indonesia Lawyers Club (ILC).

“Yang sering kita hadapi di Jakarta ini adalah, seperti ini, Bang, ini air putih,” kata Anies saat itu sambil mengangkat segelas air putih.

“Tapi, ketika saya mengatakan, ‘ini adalah air putih,’ dan lalu ada 20 orang di ruangan ini, yang semuanya bersepakat mengatakan, ‘ini adalah air soda,’ dan 20 orang itu pegang mikrofon, maka semua orang akan menganggap ini adalah air soda,” kata Anies.

“Maka cara saya menjawab bukan dengan memegang mikrofon satu lagi. Saya menjawab, ‘beri saya waktu, nanti akan saya tunjukkan bahwa ini adalah air putih dan bukan air soda,” kata mantan Menteri Pendidikan ini.

Anies Baswedan lalu melanjutkan kalimatnya, “Antara apa yang kita kerjakan dengan apa yang diramaikan seringkali berbeda,” katanya.

Pernyataan Anies ini jadi mengingatkan kita akan humor ala Gus Dur.

Dulu, Gus Dur pernah menguraikan di dunia ini ada beberapa tipe bangsa. Sedikit bicara, banyak kerja, seperti Jepang. Banyak bicara, banyak kerja seperti Amerika Serikat. Lalu banyak bicara, sedikit kerja seperti India.

Iklan

Lalu ada orang yang bertanya, “Kalau Indonesia, Gus?”

“Kalau Indonesia beda,” kata Gus Dur.

“Kenapa begitu?”

“Karena orang Indonesia itu, apa yang dibicarakan dengan apa yang dikerjakan beda.” (D/F)

Mulut Manis Anies Baswedan saat Sebut ‘Lem Aibon’ Ramai, tapi DKI Bebas Korupsi Tak Viral

BACA JUGA Memahami Logika Atap JPO yang Dicopot Anies Baswedan atau tulisan rubrik KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 11 Desember 2019 oleh

Tags: Anies BaswedanGus Durjakartalem aibonreklamasi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Para loyalis bulu tangkis. menabung demi nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Para Loyalis Bulu Tangkis: Rela Menabung Demi ke Jakarta, Mengenang Cita-cita Masa Kecil untuk Rasakan Magisnya Istora 

23 Januari 2026
Event bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan jadi berkah bagi driver obol Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora

20 Januari 2026
indonesia masters, badminton, bulu tangkis.MOJOK.CO
Ragam

Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora

20 Januari 2026
sate taichan.MOJOK.CO
Catatan

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesan tiket kereta api lebih mudah pakai KAI Access MOJOK.CO

5 Fitur KAI Access yang Memudahkan Perjalanan dengan Kereta Api

23 Januari 2026
Ulfi Rahmawati, penerima beasiswa LPDP alumnus UNY. MOJOK.CO

Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional

21 Januari 2026
Para loyalis bulu tangkis. menabung demi nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO

Para Loyalis Bulu Tangkis: Rela Menabung Demi ke Jakarta, Mengenang Cita-cita Masa Kecil untuk Rasakan Magisnya Istora 

23 Januari 2026
cerita fresh graduate magang di kemkomdigi dapat gaji magang layak. MOJOK.CO

Pengalaman Fresh Graduate Magang di Instansi Pemerintah Kemkomdigi, Dapat Gaji Setara UMP tapi Harus Benar-benar Siap Kerja

23 Januari 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali

Beli Rumah Subsidi Cuma Bikin Hidupmu Jauh Lebih Sengsara dalam Waktu yang Lama

20 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.