Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Muhammadiyah Ekspor Tepung Singkong ke Inggris: Semacam Dorongan Agar Pemerintah Mengurangi Impor dan Memperbanyak Ekspor

Redaksi oleh Redaksi
9 April 2021
A A
Muhammadiyah Ekspor Tepung Singkong ke Inggris: Semacam Dorongan Agar Pemerintah Mengurangi Impor dan Memperbanyak Ekspor

Muhammadiyah Ekspor Tepung Singkong ke Inggris: Semacam Dorongan Agar Pemerintah Mengurangi Impor dan Memperbanyak Ekspor

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bukan hanya mendorong, Muhammadiyah juga memberikan contoh kepada pemerintah untuk membiasakan ekspor.

Awal Maret 2021 lalu, pemerintah sempat berencana akan mengimpor beras untuk mencukupi kebutuhan beras nasional. Tak tanggung-tanggung, jumlah beras yang akan diimpor mencapai 1-1,5 juta ton.

Rencana tersebut langsung menjadi santapan empuk bagi netizen yang sudah teruji kadar kebudimanannya itu. Maklum saja, rencana tersebut digaungkan tepat setelah Presiden Jokowi mengajak masyarakat Indonesia untuk membenci produk luar negeri dan mencintai produk lokal. Selain itu, masyarakat juga sedang menyambut masa panen, sehingga wacana tentang impor beras dianggap menyakiti perasaan para petani.

Menjadi lebih runyam lagi saat Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyatakan bahwa stok beras nasional masih aman sehingga tak perlu mengimpor beras.

Belakangan, Presiden Jokowi akhirnya menyatakan bahwa pemerintah tidak akan mengimpor beras setidaknya sampai Juni 2021.

“Saya pastikan bahwa sampai bulan Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia,” kata Jokowi.

Keputusan tersebut tentu saja mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Kendati begitu, isu terkait kebiasaan impor ini memang sudah kadung melekat.

Dalam kondisi yang demikian, banyak pihak yang mencoba memberikan banyak masukan dan dorongan kepada pemerintah agar kritik masyarakat terkait impor ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mulai fokus memutus rantai kebiasaan impor.

Salah satu pihak yang diketahui cukup getol melakukan hal tersebut adalah Muhammadiyah. Organisasi sosial keagamaan ini aktif mendorong pemerintah untuk mengubah kebiasaan impor menjadi ekspor.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir melalui keterangan resminya bahkan menyebut perubahan kebiasaan pemerintah dari impor menjadi ekspor sebagai salah satu bentuk jihad al muwajahah.

“Bagaimana kita mengubah paradigma sekaligus menghadirkan jihad al muwajahah itu, membalik ketagihan terhadap impor itu menjadi virus-virus baru mengekspor,” terang Haedar Nashir pada Jumat, 9 April 2021 seperti dikutip dari iNews. “Mungkin kita sudah terlalu lelah, bicara apa-apa impor. Jadi sampai kapan sih ini? Nah, yang bisa mengakhiri ini sebenarnya adalah negara.”

Haedar juga menyebut bahwa membalik kebiasaan impor menjadi ekspor sebagai bagian dari cinta tanah air.

“Kalau kita betul cinta Indonesia, cinta Pancasila, cinta NKRI, aku Indonesia, aku Pancasila, aku NKRI, maka balik lah dari ketagihan terhadap serba impor menjadi ketagihan serba ekspor. Bagaimana caranya? Ya, tugas para ahli di pemerintahan dan political will-nya.”

Bukan hanya mengajak dan mendorong, dalam konteks ini, Muhammadiyah juga memberikan contoh yang nyata.

Iklan

Muhammadiyah melalui divisi Majelis Pemberdayaan Masyarakat saat ini memang tengah memulai upaya mengekspor tepung singkong ke Inggris hasil dari pengembangan bisnis pertanian yang mereka bina.

Setiap bulannya, Muhammadiyah diketahui akan mengekspor setidaknya 60 ton tepung singkong.

Proses ekspor perdana tepung singkong ke Inggris tersebut ditandai dengan pelepasan armada tepung singkong di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta pada Kamis, 8 April 2021 lalu.

Ah, memang tugas organisasi senior itu adalah memberikan contoh kepada organisasi yang masih junior. Semoga yang junior bisa dan mau banyak belajar.

BACA JUGA Lim Wen Sin, Tionghoa yang Memilih Bersama Petani di Kaki Merapi dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 9 April 2021 oleh

Tags: EksporImporMuhammadiyah
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah.MOJOK.CO

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah

3 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.