Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mengenal KA Pandalungan yang Punya Rute Terpanjang di Indonesia

Kenia Intan oleh Kenia Intan
18 Juni 2023
A A
KAI Pandalungan, kereta dengan rute terjauh di Indonesia. MOJOK.CO

KAI Pandalungan, kereta dengan rute terjauh di Indonesia. (PT KAI)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah lima kereta api (KA) baru di awal Juni 2023, salah satunya KA Pandalungan. Kereta api yang melayani Jember-Jakarta itu menjadi kereta api dengan rute terpanjang di Indonesia.

KA Pandalungan mungkin menjadi jawaban atas harapan warga Jember yang ingin pergi ke Jakarta. mereka tidak perlu lagi transit berganti kereta api di Stasiun Surabaya. Rute ini memudahkan mobilitas masyarakat Jember dan sekitarnya menuju Jakarta.

Jember terpilih menjadi ujung awal transportasi ini karena masyarakat di daerah itu dinilai memerlukan transportasi massal yang cepat, aman, dan terjangkau. Kehadiran kereta api ini harapannya bisa mendongkrak sisi ekonomi dan pariwisata Jember.

KA Pandalungan membawa delapan kereta eksekutif dengan kapasitas hingga 400 tempat duduk. Pada tahap awal, kereta itu beroperasi setiap hari selama dua pekan pertama. Setelahnya, kereta akan beroperasi pada Kamis hingga Senin di minggu ketiga dan keempat.

Mengutip dari laman resmi KAI, KA Pandalungan akan berangkat sebanyak satu kali baik dari Stasiun Gambir maupun Stasiun Jember. Keberangkatan dari stasiun Gambir setiap pukul 20.05 WIB. Sementara keberangkatan dari Stasiun Jember pukul 15.00 WIB. Waktu tempuhnya mencapai kurang lebih 13 jam.

Beberapa stasiun pemberhentian KA Pandalungan adalah Jember, Tanggul, Probolinggo, Pasuruan, Bangil, Sidoarjo, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Lamongan, Bojonegoro, Cepu, Ngrombo, Semarang Tawang, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Cikarang, Jatinegara, Gambir.

Apabila kalian ingin bepergian menggunakan kereta api ini, siapkan dana antara Rp580.000 hingga Rp700.000. Namun, selama bulan Juni ini masih berlaku tarif promo. Sehingga harga tiket KA Pandalungan menjadi Rp300.000 saja. Tiket bisa dipesan melalui KAI Acces maupun platform lain.

KA Pandalungan dari nama suku

KA Pandalungan yang menempuh jarak 919 kilometer itu menjadi kereta api dengan rute terpanjang se-Indonesia. Kereta api ini sebenarnya adalah KA Sembrani tambahan Jakarta-Surabaya yang rutenya diperpanjang hingga Jember. Perubahan rute ini sejalan dengan perombakan nama menjadi KA Pandalungan.

Sebelum KA Pandalungan, sebetulnya pernah ada rute kereta api yang panjangnya lebih dari 919 km yakni KA Krakatau. Kereta api dengan rute sepanjang 945 km itu melayani penumpang Stasiun Blitar-Merak. Namun, KA Krakatau sudah tidak beroperasi lagi sejak 17 Juli 2017.

Pandalungan atau Pendalungan adalah nama sub-suku Madura yang mendiami daerah “tapal kuda” di Jawa Timur. Daerah itu berada di luar Pulau Madura yang merupakan wilayah utama suku Madura. Tapal kuda adalah suatu kawasan di Provinsi Jawa Timur yang membentuk lekukan mirip ladam. Mereka yang tinggal di kawasan itu disebut juga dengan masyarakat tapal kuda.

Asal muasal suku Madura mendiami kawasan ini salah satunya terdorong kondisi geografis Pulau Madura yang gersang. Mereka kemudian berbaur dengan orang-orang yang memegang budaya Jawa, Jawa Ponoragan, Jawa Mataraman, dan kawasan kebudayaan Arek. Oleh karena itu, masyarakat “tapal kuda” terkenal lebih akomodatif dan menghargai perbedaan.

Mereka yang tinggal di kawasan ini memiliki karakteristik tertentu dan telah lama menjadi pendukung Islam kultural dan kaum Abangan. Asal tahu saja, pendukung Islam kultural dimotori oleh para kiai dan ulama, sementara kaum abangan dimotori oleh tokoh-tokoh politik dan tokoh-tokoh yang tergabung dalam aliran kepercayaan.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Mengenal KA Banyubiru, Kereta Baru yang Terinspirasi Keindahan Alam Jawa Tengah

Iklan

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

 

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2023 oleh

Tags: JemberKA PandalunganKA rute terpanjangkereta apiTapal Kuda
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO
Catatan

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO
Sehari-hari

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

31 Maret 2026
Pintu timur Stasiun Tugu Jogja, titik keberangkatan kereta api terbaik dibandingkan Stasiun Lempuyangan
Sehari-hari

Dibanding Stasiun Lempuyangan, Saya Lebih Pilih Stasiun Tugu Jogja yang Mahal dan Ramai asal Tak Harus Menahan Emosi Menunggu Jemputan

27 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO
Urban

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Salah paham pada kuliner sate karena terlalu miskin. Baru benar-benar bisa menikmatinya setelah dewasa untuk self reward MOJOK.CO

Salah Paham ke Sate: Kaget dan Telat Sadar kalau 1 Porsi Bisa buat Diri Sendiri, Jadi Self Reward Tebus Masa Kecil Miskin

31 Maret 2026
4 Oleh-Oleh “Red Flag” Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Ulang sebagai Buah Tangan Mojok.co

4 Oleh-Oleh Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Berkali-kali sebelum Dibeli

29 Maret 2026
Work from home (WFH) untuk ASN tidak peka kondisi pekerja informal MOJOK.CO

WFH 1 Hari ASN Perlu Lebih Peka terhadap Kondisi Pekerja Informal

30 Maret 2026
Pekerja Jakarta resign setelah terima THR dan libur Lebaran

Pekerja Jakarta Resign Pasca-THR Bukan karena Gaji, tapi Muak dan Mati Rasa akibat Karier Mandek dan Rekan Kerja “Toxic”

30 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

30 Maret 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.