Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Mengenal Pengarusutamaan Gender dalam Kebijakan Publik

Kenia Intan oleh Kenia Intan
14 Desember 2022
A A
pengarusutamaan gender mojok.co

Ilustrasi pengarusutamaan gender (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Berbicara soal keterlibatan perempuan dalam panggung politik tidak terlepas dari upaya pengarusutamaan gender. Keterwakilan perempuan diharapkan bisa mewujudkan kebijakan-kebijakan yang lebih ramah gender, termasuk perempuan.

Dilansir dari Jurnal Perempuan, pengarusutamaan gender adalah proses pengintegarasian konsep, prinsip, dan isu kesetaraan gender ke dalam kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan. Proses pengintegrasian itu terjadi mulai dari tahap perencanaan penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi evaluasi.

Sasarannya adalah lembaga pemerintah yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan dari pusat hingga daerah, berperan dalam membuat kebijakan program dan kegiatan, serta perencanaan program. Sasaran lainnya, organisasi profesi, organisasi swasta, organisasi keagamaan, para tokoh publik, dan keluarga.

Kunci pengarusutamaan gender

Kunci dari pengarusutamaan gender adalah analisis gender. Analisis ini dipakai perencana dan pembuat kebijakan untuk memonitor, menilai, dan mengevaluasi dampak kebijakan yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan atas program dan/atau peraturan yang diajukan dan dijalankan.

Perlu menjadi catatan, analisis gender berangkat dari kenyataan bahwa kehidupan antara laki-laki dan perempuan memang berbeda. Oleh karenanya, kesempatan yang sama tidak selalu atau secara otomatis akan menghasilkan keluaran (output) yang sama.

Dalam pengarusutamaan gender, analisis gender berfungsi untuk melihat, apakah laki-laki dan perempuan bisa memperoleh akses yang sama terhadap beberapa hal, salah satunya peluang dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan.

Pengarusutamaan gender di Indonesia

Sudah lebih dari 20 tahun Indonesia berkomitmen menerapkan pengarusutamaan gender dalam pembangunan. Ini tercermin dari adanya Instruksi Presiden 9/2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan Nasional. Pelaksanaan PUG di Indonesia dikuatkan dalam UU 17/2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPKPN) 2005-2025.

Bagaimana kondisi riilnya? Dilansir dari Jurnal Perempuan, pengarusutamaan gender memang mulai ada hasilnya dengan munculnya keterwakilan perempuan di partai politik, legislatif, maupun lembaga negara atau independen lain. Selain itu, mulai muncul aturan-aturan yang ramah perempuan.

Ini menjadi penting karena kebijakan publik memiliki dampak yang berbeda bagi laki-laki, perempuan, dan gender ketiga. Kebijakan publik juga memiliki kapasitas melanggengkan maupun menghapuskan diskriminasi dan ketidakadilan gender.

Akan tetapi, dampak pengarusutamaan gender masih perlu diperkuat. Mengingat, keterwakilan perempuan di posisi strategis masih minim. Kalau mengacu dari representasi perempuan 30 persen di parlemen, angka tersebut belum terpenuhi. Selain itu, masih ada kebijakan-kebijakan ramah gender lain yang belum terwujud.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Sistem Politik di Indonesia Tak Inklusif, Rugikan Politisi Perempuan

Terakhir diperbarui pada 14 Desember 2022 oleh

Tags: genderpengarusutamaan gendersuara politik perempuan
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

presiden perempuan mojok.co
Kotak Suara

Sentimen Gender Masih Kuat, Perempuan Punya Tantangan Lebih untuk Maju sebagai Presiden

1 Agustus 2023
yenny wahid perempuan mojok.co
Kotak Suara

Yenny Wahid: Tak Perlu Ada Label Gender pada Kepemimpinan Perempuan 

12 Juli 2023
Sebanyak orang bakal calon DPD asal DIY lolos verifikasi dari KPU DIY. Dua di antaranya adalah perempuan. MOJOK.CO
Kotak Suara

Dua Perempuan Masuk Daftar Bakal Calon Anggota DPD DIY

21 April 2023
autobiography mojok.co
Podium

Teror Patriarki di Film Autobiography, yang Personal pun Politis

16 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

buka usaha di desa, pengusaha.MOJOK.CO

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Buka bisnis di desa sengsara, tidak bikin slow living MOJOK.CO

Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

9 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.