Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Setelah Komunitas Nama Asep dan Agus, Kini Muncul Komunitas Nama Sugeng

Redaksi oleh Redaksi
26 Februari 2018
A A
komunitas nama
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada banyak alasan persamaan bagi sebuah komunitas untuk bisa berdiri. Dari persamaan visi, persamaan pekerjaan, persamaan nasib, persamaan pergaulan, persamaan kegemaran, sampai persamaan nama. Nah, yang disebut terakhir ini di Indonesia sudah mulai banyak jumlahnya. Beberapa tahun terakhir ini, bermunculan beberapa komunitas berbasis nama lokal yang tampil secara serius.

Beberapa waktu yang lalu, kita sempat mengenal Paguyuban Asep Dunia, yang merupakan komunitas berisi orang-orang bernama Asep. Komunitas ini tumbuh besar terutama di daerah Sunda yang memang menjadi basis terbesar pemilik nama Asep.

Setelah itu, muncul Agus-Agus Bersaudara Indonesia atau yang sering disingkat AABI, Komunitas yang berisi orang-orang yang punya nama Agus.

Nah, sekarang, muncul lagi komunitas baru berbasis kesamaan nama lokal. Kali ini, komunitas yang muncul adalah Paguyuban Sugeng Indonesia atau yang disingkat PSI. Komunitas yang berisi orang-orang yang punya nama Sugeng.

Selama ini, Sugeng adalah salah satu nama Jawa yang semakin langka karena kerap dikonotasikan sebagai nama yang ndeso, kampungan, udik, dan sejenisnya. Padahal, Sugeng punya arti yang sangat baik, yaitu keselamatan.

Atas dasar keprihatinan itulah Paguyuban Sugeng Indonesia didirikan.

“Orang tahunya Sugeng itu wong ndeso, wong mlarat, disitu kami terikat dalam satu hati untuk memberdayakan diri dan meningkatkan silaturahmi termasuk meningkatkan kepekaan sosial. Intinya Sugeng harus bermanfaat buat lingkungan dan masyarakat sekitarnya,” kata Ketua Umum PSI yang juga Ketua Umum Yayasan Sugeng Sejahtera, Sugeng Pujiono.

Sejauh ini, anggota resmi Paguyuban Sugeng Indonesia sudah mencapai 2.635 anggota yang tersebar di seluruh Indonenesia dengan basis terbesar di jawa tengah. Sementara jumlah orang-orang bernama Sugeng yang sudah bergabung di grup Facebook “Paguyuban Sugeng” sudah mencapai 9.000 orang.

“Orang yang punya nama Sugeng cukup beragam, mereka berasal dari berbagai status sosial. Mulai pengangguran sampai pejabat tinggi, profesi apa saja ada. Ini potensi yang luar biasa jika mereka disatukan dalam satu hati,” kata Sugeng.

Dahsyat. Dunia komunitas nama lokal Indonesia agaknya semakin hari semakin menggeliat. Satu per satu nama-nama lokal mulai menunjukkan eksistensinya.

Yah, kita tunggu saja, semoga setelah ini, semakin banyak nama-nama lokal yang juga membangun komunitasnya sendiri. Dari mulai nama Paijo, Joko, Ratno, Puthut, Kliwon, Sumargio, Gembus, Prayit, sampai Rambat.

Untuk nama yang terakhir, konon sudah ada usulan komunitasnya. Koramil: Komunitas Rambat Militan.

komunitas nama

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2018 oleh

Tags: agusasepkomunitasnamasugeng
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Obrolan Seputar Sejarah Komunitas, Gerakan Sosial, dan Rekayasa Sosial
Video

Obrolan Seputar Sejarah Komunitas, Gerakan Sosial, dan Rekayasa Sosial

9 Oktober 2024
komunitas edan sepur mojok.co
Liputan

Komunitas Pecinta Kereta Api, Tak Sekadar Romantisisasi

10 Maret 2022
Komunitas Jawil Njundil mojok.co
Liputan

Komunitas Jawil Njundil, Menjaga Kota dengan Cara yang Berbeda

11 Januari 2022
nama panggilan jembut
Pojokan

Pengalaman Punya Panggilan Jembut

12 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO

Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan

10 April 2026
Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO

Semakin Berat Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo: Sudah Margin Keuntungan Sangat Tipis Sekarang Terancam Makin Merana karena Kenaikan Harga

9 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.