Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Komitmen Pemorov Jateng: Suara Anak-anak Jadi Pertimbangan Kebijakan untuk Pembangunan Ramah Anak

Redaksi oleh Redaksi
13 Juli 2025
A A
Festival Dolanan di Borobudur: Komitman Pemprov Jateng libatkan anak dalam pembangunan MOJOK.CO

Festival Dolanan di Borobudur: Komitman Pemprov Jateng libatkan anak dalam pembangunan. (Pemprov Jateng)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar acara  Festival Dolanan (Doland Festival) di halaman Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang pada  Sabtu, (12/7/2025).

Festival yang menjadi ruang bermain, berekspresi, dan menyuarakan aspirasi anak-anak ini merupakan bagian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025.

Acara di Borobudur tersebut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jateng Ema Rachmawati, dan Bupati Magelang Grengseng Pamuji.

Festival Dolanan di Borobudur: Kenalkan permainan tradisional

Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, penyelenggaraan Hari Anak Nasional tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya dipusatkan di Jakarta, kali ini perayaannya dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk melalui festival permainan tradisional di tingkat daerah.

“Festival Dolanan atau Doland Festival (di Borobudur) ini adalah upaya mengenalkan kembali permainan tradisional yang merupakan kekayaan budaya bangsa. Tujuannya agar anak-anak bisa terlepas dari ketergantungan pada gawai dan kembali aktif berinteraksi secara sosial,” kata Arifatul.

Festival Dolanan di Borobudur: Komitman Pemprov Jateng libatkan anak dalam pembangunan MOJOK.CO
Festival Dolanan di Borobudur: Komitman Pemprov Jateng libatkan anak dalam pembangunan. (Pemprov Jateng)

Ia menyebutkan, fokus peringatan HAN 2025 terdiri dari sejumlah aktivitas utama: bermain permainan tradisional, menyanyikan lagu daerah dan nasional, serta mendengarkan dongeng pahlawan lokal.

Tema yang diangkat adalah “Anak Indonesia Bersaudara”, sebagai pengingat bahwa semua anak adalah bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia.

Bukan sekadar seremoni

Sementara itu, Sekda Provinsi Jateng, Sumarno menegaskan, peringatan Hari Anak bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat tanggung jawab bersama untuk membahagiakan dan melindungi anak-anak.

“Anak-anak kita adalah masa depan bangsa. Pemerintah bersama masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak mereka terpenuhi dan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman,” ujarnya di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur.

Sumarno menambahkan, Pemprov Jateng berkomitmen terus melibatkan suara anak dalam perencanaan pembangunan.

Festival Dolanan di Borobudur: Komitman Pemprov Jateng libatkan anak dalam pembangunan MOJOK.CO
Festival Dolanan di Borobudur: Komitman Pemprov Jateng libatkan anak dalam pembangunan. (Pemprov Jateng)

“Kami mendengarkan anak-anak, termasuk dalam forum-forum seperti ini. Suara mereka akan menjadi pertimbangan kami dalam kebijakan, agar pembangunan yang dilakukan ramah anak dan sesuai kebutuhan kelompok rentan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, anak-anak dari berbagai sekolah dan forum anak juga membacakan tujuh poin Suara Anak Jawa Tengah. Suara anak itu berdasarkan hasil

diskusi yang mencerminkan harapan mereka terhadap pendidikan, perlindungan, ruang aman bermain, dan keterlibatan dalam pembangunan.

Ketua Forum Anak Jateng, Prajna berharap, suara anak yang disampaikan dapat menjadi bagian nyata dari proses pembangunan.

Iklan

“Kami ingin suara anak tidak berhenti hanya saat dibacakan, tapi benar-benar dipertimbangkan dalam pembangunan di provinsi ini,” ujarnya.***(Adv)

BACA JUGA: Menjawab Tantangan Regenerasi Perajin Tenun Lurik Tradisional di Klaten atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2025 oleh

Tags: borobudurcandi borobudurfestival dolananhari anak nasional
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pamong cerita di Borobudur ikuti pelatihan hospitality. MOJOK.CO
Hiburan

Kemampuan Wajib yang Dimiliki Pamong Cerita agar Pengalaman Wisatawan Jadi Bermakna

16 Desember 2025
borobudur.MOJOK.CO
Hiburan

Borobudur Moon Hadirkan Indonesia Keroncong Festival 2025, Rayakan Serenade Nusantara di Candi Borobudur

15 Desember 2025
Pengunjung menikmati Borobudur Sunrise di Magelang. (Doc. InJourney)
Kilas

Pengalaman Wisatawan Menikmati Borobudur Sunrise, Datang dari Subuh untuk Melihat Rona Matahari Jingga

20 Oktober 2025
4 Hal Tidak Menyenangkan di Magelang buat Kapok Wisatawan
Pojokan

4 Hal Tidak Menyenangkan di Magelang buat Kapok Wisatawan

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.