Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kisah di Balik PO Cebong Jaya, Penguasa Jalur Wonosobo-Purwokerto yang Melegenda

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
26 Juli 2023
A A
Kisah di Balik PO Cebong Jaya, Penguasa Jalur Wonosobo-Purwokerto yang Melegenda. MOJOK.CO

PO Cebong Jaya yang melayani rute Wonosobo-Purwokerto dikenal karena ngebutnya. (Foto: Instagram Cebongjaya-community)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Armada PO Cebong Jaya sudah tak asing lagi bagi warga Wonosobo, Banjarnegara, hingga Purwokerto. Bus ini kerap melintas dengan kecepatan tinggi sepanjang jalan sambil menaik turunkan penumpang.

Saat masih sekolah di Jogja dan hendak pulang ke kampung halaman di Banjarnegara, armada Cebong Jaya menjadi andalan saya. Saat itu belum ada bus yang melayani trayek langsung dari Jogja ke Banjarengara sehingga harus berpindah angkutan beberapa kali.

Setibanya di Terminal Mendolo, Wonosobo, keberadaan bus bumel dengan bodi berwarna putih ini seakan membawa angin segar karena jaminan cepat sampai rumah. Bus ini memang terkenal dengan lajunya yang cepat.

Pada 2021 lalu perusahaan ini masih memiliki 30 armada bus yang setia melayani penumpang. Garasi tempat bus-bus terparkir terletak di Sawangan, Leksono, Wonosobo.

Di jalanan sekitar Wonosobo juga sering tampak truk-truk ekspedisi bertuliskan “Cebong”. Namun Andi Setiawan selaku salah satu pengurus Cebong Jaya mengatakan kalau armada itu memiliki manajemen yang berbeda.

“Kalau untuk truk itu berbeda. Itu manajemennya Cebong Imelindo. Pemiliknya kebetulan anak dari pemilik Cebong Jaya,” ujar Setiawan melansir dari YouTube Tube Nawawi.

Sejarah Cebong Jaya yang melegenda

PO bus ini mulai eksis di jalanan Wonosobo sejak 1982. Cikal bakal Cebong berawal dari sebuah mobil bak terbuka Mitsubishi Colt T120.

Melansir Colt 120 Lovers,  PO bus ini berawal dari pasangan suami istri  Amin Suwarno dan Sukarni. Mitsubishi Colt T120 yang mereka beli mulanya berguna untuk berdagang di pasar.

Namun, insting bisnis membawanya mencoba peruntungan jasa pengiriman komoditas lokal ke berbagai kota. Baru pada 1982 akhirnya keluarga ini membeli mirkrobus.

Perusahaan ini sempat nyaris bangkrut saat krisis ekonomi 1997. Namun, akhirnya berhasil keluar dari paceklik setelah mencoba bertahan. Berbekal 13 bus yang tersisa saat itu, PO Cebong Jaya ternyata mampu melewati situasi pelik.

Hingga saat ini bus legendaris yang terkenal dengan kecepatannya di jalan masih terus eksis. Cebong Grup juga memiliki banyak lini bisnis lain selain di jasa transportasi.

Penulis: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Alasan Bus Sinar Jaya Kuasai Jalur Ngapak dari Era 1990-an hingga Sekarang

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 26 Juli 2023 oleh

Tags: buscebong jayaPO Cebong JayaWonosoboWonosobo-Purwokerto
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Menggebrak Wonosobo! NOISE SPEED KILLA Pertemukan Musik Heavy Rock dan Kustom Motor.MOJOK.CO
Hiburan

Menggebrak Wonosobo! NOISE SPEED KILLA Pertemukan Musik Heavy Rock dan Kustom Motor

11 Juni 2026
Mudik Lebaran dengan pesawat
Urban

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026
Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO
Sehari-hari

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO
Ragam

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

WiFi di Kos MOJOK.CO

Ngekos Murah Ber-WiFi Malah Tekor: Berisik, Teras Berubah Jadi Warnet Gratisan, Berujung Terusir dan Ngungsi demi Ketenangan

24 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Mahasiswa KKN di desa

Serba Salah KKN di Desa: Terlalu Pendiam Dianggap Nggak Guna, Banyak Omong Dicap Sok Tahu

24 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.