Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Satu Lagi Pasien Meninggal dan Empat Anak Sembuh dari Gagal Ginjal Akut di RS Sardjito

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
26 Oktober 2022
A A
pasien gagal ginjal mojok.co

Tim Medis Penanganan Gagal Ginjal Akut RSUP Dr Sardjito menyampaikan perkembangan kasus di RSUP Dr Sardjito, Selasa (25/10/2022) sore.(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jumlah pasien meninggal yang dirawat Tim Medis Penanganan Gagal Ginjal Akut RSUP Dr Sardjito kembali bertambah. Kalau sebelumnya tercatat ada enam anak yang meninggal dunia akibat gagal ginjal akut progresif atipikal, maka pada pada 19 Oktober 2022 lalu satu anak lagi dinyatakan meninggal dunia.

Namun berbeda dari enam kasus lainnya, pasien berusia 13 tahun asal Jakarta meninggal bukan karena gagal ginjal akut. Anak yang mondok di salah satu pesantren di Purworejo, Jawa Tengah tersebut disinyalir meninggal dunia karena autoimun.

“Pasien yang meninggal terakhir karena kekebalan tubuh turun, ada penyakit yang mendasarinya, bukan gagal ginjal akut tapi kemungkinan lupus atau autoimun setelah melihat perjalanan penyakitnya,” papar anggota Tim Medis Penanganan Gagal Ginjal Akut RSUP Dr Sardjito, Retno Palupi di RSUP Dr Sardjito, Selasa (25/10/2022) sore.

Dari riwayat kesehatannya, pasien tersebut sempat meminum obat batuk pilek dalam bentuk tablet. Dalam pemeriksaan selama beberapa minggu terakhir, tim dokter menemukan pasien tersebut tidak menemukan indikasi penyakit gagal ginjal akut meski saat masuk dalam kondisi darurat.

“Jadi dari 13 pasien yang kami tangani, 12 diantaranya memang dinyatakan gagal ginjal akut, sedangkan satu pasien lagi karena autoimun,” jelasnya.

Selain pasien meninggal dunia, lanjut Retno, empat pasien lain dinyatakan sembuh. Mereka saat ini tidak perlu rawat inap dan bisa pulang untuk rawat jalan.

Dari empat anak tersebut, dua anak dinyatakan bebas dari hemodialisa atau cuci darah. Kedua pasien tersebut berasal dari DIY yang terdiri dari pasien perempuan usia 2 tahun dan 6,5 tahun.

Dua pasien lain berasal dari luar DIY. Satu anak berusia 13 tahun dari Purworejo dalam kondisi stabildan bebas cuci darah. Sedangkan satu anak dari Jateng berusia 1 tahun masih harus cuci darah dengan rawat jalan.

“Dua pasien lainnya masih harus dirawat namun sekarang sudah di bangsal biasa dengan tindakan medis satu anak menjalani CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis-rawat jalan terus menerus-red) dan satu anak menjalani hemodialisa,” jelasnya.

Sementara anggota Tim Medis Penanganan Gagal Ginjal Akut dari Divisi Nefrologi Anak RSUP Dr Sardjito lainnya, Kristia Hermawan mengungkapkan dari 13 pasien gagal ginjal akut yang dirawat di Sardjito, delapan diantaranya sama sekali tidak meminum obat sirup. Sedangkan lima pasien lainnya disebut pernah meminum obat batuk pilek sirup.

“Namun mereka [yang mengkonsumsi obat sirup] tidak meminum obat sirup seperti yang masuk daftar larangan kemenkes,” jelasnya.

Kristia menambahkan, penangangan medis yang dilakukan pada pasien gagal ginjal akut setelah masuk ke Sardjito dalam kondisi stadium 3. Mereka mendapatkan pengobatan suportif hingga tindakan terapi penganti ginjal berupa dialisis bagi pasien yang terindikasi.

Metode dialisis yang dilakukan berupa hemodialisis yaitu cuci darah dengan mesin atau peritoneal dialisis. Metode ini berupa cuci darah dengan pemasangan selang pada rongga perut yang dapat dikerjakan tanpa mesin.

Dari pemeriksaan pasien, tim medis tidak menemukan kerusakan atau munculnya pembentukan kristal pada saluran pipa ginjal. Biasanya pembentukan kristal tersebut muncul akibat keracunan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang akhirhya mengganggu aliran di pipa ginjal.

Iklan

“Namun pasien yang kami tangani tidak mengalami pembentukan kristal di saluran pipa ginjalnya, jadi bukan akibat EG atau DEG,” jelasnya.

Untuk menindaklanjuti penyelidikan atas kasus-kasus gagal ginjal tersebut, lanjut Kristia, tim dokter melakukan pelacakan penyebab gagal ginjal akut progresif atipikal sesuai petunjuk dari Kementrian Kesehatan (kemenkes). Diantaranya dengan melakukan penelusuran riwayat penggunaan obat syrup serta pemeriksaan toksikologi untuk mengetahui ada tidaknya EG/DEG dalam darah atau urine pasien.

Pengambilan sampel telah dilakukan pada 3 pasien yang pekan lalu masih menjalani perawatan. Namun tim medis belum mendapat hasil pemeriksaan karena sampel harus diperiksa di Labkesda DKI Jakarta.

Tim medis juga telah melakukan biopsi atau pengambilan contoh jaringan ginjal pada beberapa pasien agar dapat mengidentifikasi profil kerusakan yang terjadi. Selain itu menelusuri penyebab kerusakan jaringan tersebut, apakah diakibatkan virus, bakteri atau lainnya. Sebab saat ini belum bisa dipastikan penyebab penyakit tersebut.

“Dari semua kasus yang telah ditangani hingga saat ini, baik pasien yang sudah dipulangkan maupun yang saat ini masih dirawat belum ada yang mendapat pengobatan antidote fomepizole, namun demikian kondisi klinis pasien berangsur membaik,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Dinkes Solo Temukan 17 Ribu Obat Sirup Terlarang di Pasaran

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2022 oleh

Tags: gagal ginjalobat siropobat sirup terlarangrs sardjito
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan.MOJOK.CO
Urban

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan

12 Februari 2026
kekerasan calon dokter spesialis ppds ugm di rs sardjito.MOJOK.CO
Ragam

Mengubur Mimpi dan Depresi, Dugaan Calon Dokter Spesialis PPDS UGM Dirundung dan Alami Kekerasan Fisik di RS Sardjito

25 April 2024
Kritik untuk Jogja Sebuah Cinta yang Tidak akan Kita Menangkan MOJOK.CO
Esai

Kritik untuk Jogja: Sebuah Cinta yang Tidak akan Kita Menangkan

7 Juni 2023
bpom temukan obat sirop berbahaya mojok.co
Kesehatan

Hati-hati! Ada Ribuan Penjual Obat Sirop Berbahaya di Marketplace, Ini Data dari BPOM

3 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.