Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kecewa Pelanggaran Protokol Kesehatan, Relawan Covid-19 Jabodetabek Beramai-Ramai Mengundurkan Diri

Redaksi oleh Redaksi
20 November 2020
A A
satgas covid-19
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan beberapa waktu yang lewat bikin ribuan relawan Satgas Covid-19 mengundurkan diri. 

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. sekaligus pernikahan putri Habib Rizieq Shihab di Petamburan pada Sabtu, 14 November 2020 lalu benar-benar mengundang reaksi kekecewaan dari banyak pihak. Sikap aparat yang dianggap tidak tegas dalam menegakkan aturan protokol kesehatan ditambah dengan langkah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang memberikan sebanyak 20 ribu masker dan hand sanitizer kepada massa yang hadir di Petamburan semakin melengkapi kekecewaan tersebut.

Salah satu pihak yang paling kecewa atas insiden tersebut tentu saja adalah para relawan pendukung Gugus Tugas Covid-19. Maklum saja, selama berbulan-bulan, mereka terus menyuarakan kepada masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan demi memutus rantai penularan Covid-19.

Maka, tak berlebihan jika para relawan kecewa ketika pihak yang seharusnya mencegah dan menindak tegas pelanggaran protokol kesehatan ternyata tak bisa diharapkan.

Dampak dari kekecewaan yang memuncak tersebut, sebanyak 2 ribu orang yang tergabung dalam Relawan Pendukung Gugus Tugas Covid-19 Jabodetabek menyatakan mengundurkan diri.

Dengan diwakili oleh beberapa relawan yang hadir dalam pernyataan pengunduran diri di depan Hotel The Media, Jakarta Pusat, pada Kamis, 19 November 2020 kemarin, mereka meluapkan kekecewaan mereka dengan melepas rompi dan juga id-card Relawan Satgas Covid-19.

Mereka kecewa dan geram dengan pelanggaran protokol terang-terangan di Petamburan. Terlebih, pihak BNPB justru memberikan masker kepada massa yang hadir.

“Kami Relawan Satgas Penanganan Covid-19 mengecam keras bahwa tindakan yang dilakukan BNPB telah mencederai usaha yang sudah kita bangun selama delapan bulan terakhir,” terang Koordinator Relawan Pendukung Gugus Tugas Covid-19 Jabodetabek Abdul Mufid saat membacakan pernyataan sikap seperti dikutip dari Republika.

Menurut Abdul Mufid, pelanggaran protokol yang terjadi di Petamburan seharusnya ditertibkan, bukannya malah terkesan “difasilitasi” dengan pembagian masker.

Kepada para wartawan, Mufid mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya sesama relawan akan tetap melanjutkan tugas sosialisasi pencegahan Covid-19 di lembaganya masing-masing tanpa harus terikat dengan Gugus Tugas Covid-19.

“Kami Relawan Satgas Penanganan Covid-19 akan tetap berkomitmen melanjutkan aktivitas kemanusiaan sebagai Relawan Pencegahan Covid-19 di lembaga dan cara masing-masing,” ujarnya.

Nah lho, kalau para relawan yang sudah teruji komitmennya saja sudah kecewa, apalagi yang rakyat biasa.

Ah, berat betul cobaan Covid-19 di negeri ini.

relawan satgas covid-19

Iklan

BACA JUGA Setelah Bagikan Masker kepada Massa Pengajian di Markas FPI, Kepala BNPB Doni Monardo Minta Maaf dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 20 November 2020 oleh

Tags: Petamburanrelawan satgas covid
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

pencabutan ppkm mojok.co
Kesehatan

Setelah Pencabutan PPKM, Pemda DIY Tunggu Kepastian Nasib Satgas COVID-19

3 Januari 2023
Hal-hal yang Dirindukan bila FPI Bubar Beneran
Esai

Hal-hal yang Dirindukan bila FPI Bubar Beneran

24 November 2020
petamburan
Kilas

Puluhan Peserta Pengajian Petamburan dan Tebet Positif Covid-19, Kemenkes Minta Warga Isolasi Mandiri

23 November 2020
Pesan di Balik Hebohnya Foto Anies Baswedan Baca Buku ‘How Democracies Die’
Esai

Pesan di Balik Hebohnya Foto Anies Baswedan Baca Buku ‘How Democracies Die’

23 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Sigura-gura, Malang, slow living.MOJOK.CO

Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta

11 April 2026
Mahasiswa KKN di desa

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.