Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kasus Kerangkeng Libatkan TNI, Andika Perkasa Siapkan Sanksi Hukum

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
26 Mei 2022
dalam Kilas
andika perkasa mojok.co

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyampaikan kasus kerangkeng manusia di UGM, Rabu (25/05/2022). (yvesta ayu/mojok.co)

0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat non aktif semakin berkembang. Sebanyak lima anggota TNI ditetapkan sebagai tersangka karena diduga ikut terlibat dalam penyekapan sejumlah manusia di rumah Terbit Rencana Perangin Angin tersebut.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ditemui di UGM usai menghadiri wisuda puteranya, Rabu (25/05/2022) mengungkapkan akan mengusut tuntas kasus tersebut. Saat ini sekitar 10 anggota TNI yang terlibat kasus tersebut.

“Lima orang sudah jadi tersangka. Dari sepuluh (yang diduga terlibat) masih kami gali terus karena belum tentu hanya sepuluh anggota. Semuanya tamtama-bintara, kalau pun ternyata ada perwira terlibat, mungkin waktu itu terjadi dia masih menempuh pendidikan, belum jadi perwira,” paparnya.

Menurut Andika, peran para anggota yang diduga terlibat kerangkeng manusia tersebut masih akan didalami. Namun disinyalir sebagian anggota menjadi penjaga.

Diduga anggota TNI yang terlibat dalam kasus tersebut bisa lebih banyak. Hal ini terlihat dari masa operasional kerangkeng manusia itu yang sudah cukup lama.

“Ada yang mungkin ikut melakukan tindakan-tindakan secara fisik (kepada korban),” tandasnya.

Andika menyebutkan, penyekapan manusia tersebut diperkirakan terjadi sekitar 11 tahun silam sejak periode 2011-2012. Karenanya pendalaman kasus tersebut akan terus dilakukan.

Penyelidikan dilakukan termasuk menemukan siapa yang bertanggungjawab sehingga terjadi tindakan yang melanggar hukum tersebut. Penyelidikan fokus kepada tersangka karena sudah ada dua alat bukti.

“Jadi kasus itu masih bisa berkembang, tapi saat ini kami fokus kepada mereka yang sudah punya dua alat bukti itu,” tandasnya.

Andika menambahkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti peran masing masing anggota TNI yang diduga terlibat dalam penyekapan. Namun dipastikan mereka akan mendapatkan sanksi ancaman masuk ranah pidana penganiayaan. Salah satunya diatur melaluu KUHP Pidana militer.

Namun untuk sanksi pemecatan, Andika akan melihat keterlibatan masing-masing anggota. Dugaan keterlibatan akan dilihat satu per satu kasusnya.

“Soal pecat tidaknya akan dilihat seberapa besar keterlibatan mereka.Minimal pasal 103, jadi ya kami proses maksimal,” tandasnya.

Sebelumnya kasus kerangkeng manusia di Langkat terungkap setelah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin terjerat kasus korupsi. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menggeledah kediaman Terbit menemukan adanya praktk kerangkeng.

Setelah kasus tersebut mencuat, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pun melakukan investigasi. Mereka menemukan adanya keterlibatan anggota TNI dan Polri dalam kasus ini. Hasil temuan tersebut sudah diserahkan ke pihak berwenang termasuk penyidik TNI.

Iklan

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Hepatitis Akut Misterius Disinyalir Sudah Masuk ke DIY dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2022 oleh

Tags: andika perkasakasus kerangkengpanglima tni
Pos Sebelumnya

Makam Giriloyo, Rumah Peristirahatan Terakhir Sultan Agung yang Dibatalkan

Pos Selanjutnya

Adik Presiden Jokowi Resmi Dipersunting Ketua MK

Pos Selanjutnya
ketua mk nikahi adik jokowi mojok.co

Adik Presiden Jokowi Resmi Dipersunting Ketua MK

Terpopuler Sepekan

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala.MOJOK.CO

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala

13 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.