Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jika Kalian Suka Tampil Nyentrik, Jangan Coba-coba Kuliah di UIN

Redaksi oleh Redaksi
11 Juni 2023
A A
uin mojok.co

Ilustrasi uneg-uneg (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Universitas Islam Negeri atau biasanya di sebut UIN (transformasi IAIN bagi yang asing dengan UIN), merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik di berbagai bidang keilmuan, tentu tak luput dari bidang ilmu keislaman. Kata teman-teman saya, kebanyakan yang masuk UIN adalah mereka yang “buangan”. Yah betul, ngga bisa kuliah di kampus idaman mereka sebelumnya. Namun juga masih banyak kok, mereka yang masuk UIN karena keinginan hati.

Jujur, saya adalah salah satu “buangan” tadi dan dengan sedikit terpaksa menuntaskan sarjana di kampus ini. UIN yang saya bicarakan di sini adalah UIN yang terletak di Surakarta. Saya paham, UIN adalah perguruan tinggi Islam. Stigma yang terlontar kebanyakan mengakui, bahwa mayoritas mahasiswa UIN adalah mereka yang islami, taat beragama, dan tentu berpenampilan rapi dan sopan. Padahal aslinya nggak begitu-begitu banget.

Lantas saya nekat, daripada nganggur nggak bisa mengenyam pendidikan sama sekali, atau berakhir di kampus swasta yang biaya pendidikannya bisa buat bayar utang orang tua, alhasil saya memilih nyemplung juga di UIN tercinta ini. Ketika semester awal, memang saya akui masih berlagak polos dan sok tertib pada segala budaya dan norma yang pihak kampus tetapkan. Tetapi semakin ke sini semakin menemukan jati diri. Saya serasa nggak mau terkekang dengan norma kultural yang sama sekali nggak jelas.

Perihal penampilan

Barangkali pembaca tahu, bahwa kebanyakan di kampus Islam, sangat mengedepankan perihal penampilan. Namun apalah daya. Saya yang semakin ke sini menyukai penampilan nyentrik, berujung pada stigma negatif. Saya beri contoh, di UIN kampus saya ini, kebanyakan dosennya tidak mengizinkan mahasiswanya untuk berpenampilan modis, memakai ripped jeans, rambut gondrong, dan mewarnai rambut.

Sepertinya sangat berbeda dengan norma di perguruan tinggi konvensional. Perihal penampilan, mereka sangat bebas. Benar-benar heran, kemarin waktu saya mengikuti ujian akhir semester. Hanya gegara rambut saya bleaching, saya “ditendang” keluar ruangan dengan perkataan yang kurang menyenangkan dari dosen muda.

Bagaimana perasaan pembaca jika dibilang sombong dan tidak beretika dalam hal penampilan, dan bukan cerminan mahasiswa UIN. Beliau mempermasalahkan soal rambut saya yang bleaching itu. Yaudah toh saya jawab jika sebuah etika, sopan santun, maupun isi otak manusia tidak selalu ditafsirkan dalam sebuah objek berupa penampilan, apalagi perihal warna rambut.

Saya paham, beliau berniat menasehati, namun apa daya, saya terlanjur memiliki pandangan sendiri. Mohon maaf, nggak mempan dengan keagungan guru yang menganggap dirinya dewa. Toh, misal kalau mau menasehati bukan di depan banyak orang. Bukan bermaksud menentang, tapi hanya sekadar meluruskan. Bahwa saya sebagai mahasiswa juga memiliki hak atas terpenuhinya pendidikan di kampus tersebut. Lain cerita jika saya bayar UKT ngutang kampus, silakan perlakukan dengan semena-mena. Lah, ini saya bayar UKT sesuai ketetapan kampus, sama-sama punya hak belajar dong…

Imbasnya

Sampai pada akhirnya, saya memilih untuk mengikuti perintah beliau. Betul, keluar dari ruang kelas gegara dianggap berkata sombong dan tidak beretika dalam penampilan. Coba pembaca tebak, apa akibat dari kedangkalan tenaga pendidikan itu? Betul, merampas hak belajar mahasiswanya. Hingga akhirnya tidak dianggap mengikuti perkuliahan selama satu semester. Hanya gara-gara penampilan warna rambut! Mending saya memilih idealis daripada mendapat nilai atas dasar kedangkalan berpikir.

Hmm, bagi pembaca yang sepakat dengan dosen saya itu yaaa silakan saja. Tapi saran saya, buat pembaca yang suka penampilan nyentrik, jangan coba-coba kuliah di UIN. Entah itu suka tampil modis, rambut gondrong, celana ripped jeans, rambut berwarna. Mending kuliah di kampus konvensional. Karena resikonya adalah akan mendapat label mahasiswa nakal, atau yang lebih parah adalah di-kick dari daftar absensi kelas.

Besok boleh coba, datang ke kelas pakai sarung dan songkok. Biar bener-bener keliatan mahasiswa UIN. Islami dan sopan. Request yaa Pak Rektor, mahasiswamu ini lho, mbok boleh pakai sarung sama songkok pas kuliah. Biar kalau gondrong dan berwarna rambutnya, bisa ditutupin pakai songkok.

Yoga Tamtama
Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah
[email protected]

BACA JUGA Bagiku yang Pelajar, Uang Itu Penghalang dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG.

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2023 oleh

Tags: mahasiswa UINUIN Sunan Kalijagauneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO
Edumojok

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO
Edumojok

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
Ortu dihina karena miskin. Anak kuliah sebagai mahasiswa jurusan Psikologi UIN buktikan lulusan PTN ecek-ecek malah hidup lebih terhormat MOJOK.CO
Edumojok

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Anak Kuliah di UIN, Dicap PTN Ecek-ecek tapi Lulus Punya Karier Lebih Terhormat

25 Maret 2026
Będą gaya mahasiswa yang kuliah di PTN Universitas Islam Negeri (UIN) dulu dan sekarang MOJOK.CO
Edumojok

Untung Kuliah di UIN Era Dulu meski Ala Kadarnya, Beda Gaya dengan Mahasiswa Sekarang yang Bikin Terintimidasi

5 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Vera Nur Fadiya, kuliah di jurusan sepi peminat (Matematika) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, jadi jalan wakili mimpi orang tua MOJOK.CO

Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah

11 April 2026
Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.