Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jangan Leyeh-Leyeh saat Militer Bicara, Nanti Bisa Digampar

Redaksi oleh Redaksi
12 November 2017
A A
insiden tentara menganiaya sipil
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kasus penganiayaan yang melibatkan (((oknum))) tentara jelas sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Tapi, khusus untuk kasus penganiayaan yang muncul karena sebab yang wagu, boleh jadi kasus penempelengan kepala desa oleh dandim yang terjadi Jumat kemarin adalah salah satunya.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0720/Rembang Letkol Inf. Darmawan Setiady sukses menambah daftar penganiayaan yang melibatkan, sekali lagi, (((oknum))) tentara setelah menampar Kepala Desa (Kades) Jambangan M. Hilaludin atau akrab dipanggil Hilal.

Peristiwa penamparan itu terjadi saat rapat koordinasi pengawasan dana desa yang digelar di Pendapa Museum Kartini, Rembang.

Gara-garanya sepele, dalam acara tersebut beberapa pejabat yang hadir menyampaikan sambutan dan paparannya. Dari mulai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Sulistiyono sebagai yang punya acara, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso, dan tak ketinggalan, Pak Dandim Letkol Inf. Darmawan Setiady.

Nah, malang bagi Pak Kades Hilal, saat Pak Dandim kebagian giliran menyampaikan sambutan dan paparannya, Pak Kades yang satu ini kok ya terlihat leyeh-leyeh di kursinya. Maka, dipanggillah Pak Kades ke depan oleh Pak Dandim, dan… plaaak, satu tamparan meluncur mulus ke pipi kanan Pak Kades.

Usai ditampar, Pak Dandim mengatakan Hilal merupakan salah satu contoh yang tak patut ditiru. Sebab, dia leyeh-leyeh ketika Dandim memberikan sambutan. Pak Kades yang malang itu pun membela diri, “Lha wong saya ini capek, Pak. Semalam baru tidur pukul 02.00.”

Akibat penamparan tersebut, para kades se-Kabupaten Rembang yang hadir langsung walk out meninggalkan lokasi acara sebelum akhirnya diminta kembali ke kursi masing-masing oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Insiden ini tentu menjadi pelajaran yang bagus untuk semua masyarakat sipil. Bahwa kalau sedang ada tentara atau orang militer yang sedang berbicara, semua yang merasa sipil harus duduk manis, diam, dan mendengarkan. Jangan malah tidur apalagi leyeh-leyeh. Lha jangankan Pak Hilal yang kepala desa, anak-anak SD yang tidur saat mendengarkan pidato SBY di peringatan Hari Anak Nasional tahun 2012 saja sampai ditegur dan dipaksa untuk dibangunkan je.

Satu-satunya orang yang boleh tidur saat ada militer berbicara hanyalah Setya Novanto. Sebab, ia punya kekuatan magis yang jauh lebih kuat dari kekuatan militer.

Andaikata saat Pak Dandim memberikan sambutan dan yang tidur itu adalah Setya Novanto, bukannya Pak Kades, maka pasti akan berbeda ceritanya: yak, tul, Pak Dandim yang akan menampar pipinya sendiri.

insiden tentara menganiaya sipil

Terakhir diperbarui pada 12 November 2017 oleh

Tags: dandimkadesrembangsbySetya NovantotamparTentara
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO
Catatan

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Gaji Rp2 jutaan pekerja pabrik Rembang ludes di awal bulan demi sewa LC, judi slot, hingga modif motor MOJOK.CO
Ragam

Gaji Cuma Rp2 Juta Ludes di Awal Bulan demi Sewa LC, Judi Slot, dan Modif Motor. Biarkan Orang Tua Merana

10 Desember 2025
Bioskop NSC Rembang, bangunan kecil di tanah tandus yang jadi hiburan banyak orang MOJOK.CO
Catatan

Bioskop NSC Rembang Jadi Olok-olokan Orang Sok Kota, Tapi Beri Kebahagiaan Sederhana

1 Desember 2025
LKSA Darul Hadlonah Rembang tak butuh slogan "Kebersihan sebagian dari iman" atau "Jagalah kebersihan" MOJOK.CO
Ragam

Darul Hadlonah Rembang, Tempat yang Selalu Bersih Tanpa Peringatan “Jagalah Kebersihan”

21 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

sate taichan.MOJOK.CO

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Banjir di Muria Raya, Jawa Tengah. MOJOK.CO

Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

20 Januari 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

20 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.