Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jalan Menuju Destinasi Wisata di DIY Banyak yang Ekstrem! Ini Rekomendasi KNKT

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
1 Desember 2022
A A
jalan destinasi risata moloc.co

Ilustrasi perbaikan jalan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO  – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan rekomendasi kepada Pemda DIY terkait perbaikan jalan destinasi wisata. Rekomendasi dilakukan karena banyak jalur masuk ke destinasi wisata di DIY yang ekstrem, baik tikungan dan kondisinya yang membahayakan keselamatan kendaraan.

Sebut saja dalam kasus kecelakaan bus pariwisata di Bukit Bego, Bantul pada Februari 2022 lalu. Kecelakaan yang menewaskan 14 penumpang tersebut selain dikarenakan kondisi bus yang tidak memadai juga dikarenakan kondisi jalan yang yang berkelok dengan tingkat kemiringan yang ekstrem.

“Saya lihat jalan di DIY, banyak sekali yang ekstrem, harus diperbanyak jalur penyelamatnya,” papar Pelaksana Tugas Sub Komite Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan KNKT, Ahmad Wildan di Yogyakarta, Rabu (30/11/2022).

Menurut Wildan, Pemda DIY perlu menyiapkan skema forgiving road berupa pagar pengaman jalan maupun jalur penyelamat pada jalan provinsi di kawasan destinasi wisata yang rawan kecelakaan. Jalan penyelamat ini akan meminimalisir fatalitas ketika terjadi kecelakaan.

Route hazard mapping pada jalan menuju destinasi wisata pun perlu dibuat. Peta jalan dibutuhkan agar menjadi penunjuk bagi supir yang mengemudi masuk ke destinasi wisata. Dengan demikian mereka tidak hanya mengandalkan Google Map untuk masuk ke Tebing Breksi, Bukit Bego, Heha Sky View dan destinasi wisata lainnya.

Penyediaan terminal transit khusus pariwisata juga dibutuhkan. Sebab banyak jalan menuju destinasi wisata yang tidak seharusnya diakses bus-bus besar.

“Survey inspeksi keselamatan jalan juga perlu dilakukan.
Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan bisa  memasang papan peringatan yang menjelaskan cara pengemudi bersikap saat berada di jalan masuk destinasi wisata yang rawan,” jelasnya.

Kondisi bus pariwisata tak laik jalan

Wildan menambahkan, kecelakaan menuju kawasan wisata bisa saja terjadi karena bus atau kendaraan yang dinaiki tak layak jalan.

Dalam kasus kecelakaan di Bukit Bogo, bus rongsok yang ditumpangi meningkatkan fatalitas ketika terjadi kecelakaan karena bodi bus tak sepenuhnya melindungi penumpang.

Karenanya peraturan pemerintah yang membatasi usia bus 10 tahun perlu dikaji ulang. Sebab banyak bus yang sudah berusia 10 tahun itu dijual oleh perusahaan dan menjadi bus rongsok yang tak laik jalan.

Banyak bus di Indonesia yang kabinnya tidak dicelup antikarat. Akibatnya usia kabin seperti itu menurut Wildan tak akan lebih dari 8 tahun.

“Karoseri tidak mencelup antikarat pada kabin lantaran produksinya yang sedikit. Mencelup antikarat pada 1 bus sama harganya dengan mencelup antikarat untuk 2.000 bus,” jelasnya.

Sementara Ketua Organda DIY, Hantara, menjelaskan pencegahan kecelakaan lalu-lintas pada moda transportasi perlu dilakukan. Pemerintah perlu memperhatikan pengawasan, manajemen kru hingga edukasi ke masyarakat secara parelel agar kecelakaan bisa diminimalisir.

“Kami sebagai operator selalu ikuti aturan pemerintah. Kalau ada fungsi pengawasan hal itu tidak akan terjadi, karena kecelakaan di Bukit Bego itu human error,” tandasnya.

Iklan

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Angka Laka Lantas Tinggi, Mahasiswa UGM UGM Ciptakan Jaket Pendeteksi Kecelakaan

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2022 oleh

Tags: destinasi wisatadestinasi wisata jogjaKecelakaanknitPemda DIY
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Liburan di Candi. MOJOK.CO
Hiburan

Kejutan di Awal Tahun 2026 untuk 5 Wisatawan Pertama Taman Wisata Candi

1 Januari 2026
Purworejo dianaktirikan karena diapit Jogja. MOJOK.CO
Ragam

Nestapa Orang Purworejo yang Sulit Cari Kerja Tanpa Merantau, padahal Kabupatennya Punya Banyak Potensi Alam yang Menarik

7 Agustus 2025
kecelakaan yang tak ditanggung BPJS Kesehatan. MOJOK.CO
Ragam

Sakit Hati pada Petugas Kesehatan, Pilih Rogoh Kocek Ratusan Ribu untuk Berobat Tanpa BPJS karena Sakitnya Sudah Tak Tahan

1 Juli 2025
Kuburan Desa Trunyan.MOJOK.CO
Ragam

Turis Bali Ketar-ketir di Kuburan Desa Trunyan, Bukan Diganggu Setan tapi karena Ulah Warganya

6 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.