Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jadi Momentum Hentikan Kebencian, Puluhan Ribu Suporter Kumpul di Mandala Krida

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
5 Oktober 2022
A A
mandala krida mojok.co

Puluhan ribu suporter mengadakan doa bersama atas tragedi Kanjuruhan di Mandala Krida, Selasa (04/10/2022) malam.(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Puluhan ribu suporter bola dari berbagai klub berkumpul di Stadion Mandala Krida. Mereka berdoa bersama dan menyampaikan dukacita atas tragedi Kanjuruhan. Momen ini sekaligus jadi ajang untuk bersatu dan hentikan rivalitas kebencian antarsuporter. 

Suasana haru dan tak biasa terlihat di Stadion Mandala Krida, Selasa (4/10/2022) malam. Puluhan ribu suporter berbagai klub sepakbola tanpa melihat perbedaan menggelar salat ghaib dan doa bersama atas tragedi memilukan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. Basis suporter PSIM, Brajamusti dan Maident mengundang sejumlah elemen suporter dalam doa bersama ini.

Sejumlah elemen suporter diundang dalam doa bersama kali ini. Sebut saja CNF, Paserbumi, Slemania, BCS, DIJ, Viking Jogja, Pasjog, Lajog, Bonek Jogja, Ultras Garuda, LA Grande, Sriwijaya, Maczman, Smeck, Arema Jogja, Persipura dan suporter Persis.

Sebelum doa bersama, Brajamusti menjemput suporter dari klub lain. BCS dijemput pada pukul 18.00 WIB di Jalan Solo. Sedangkan Slemania dijemput langsung di Jombor.

Dalam kesempatan ini, beberapa perwakilan klub pun menyampaikan refleksi atas tragedi yang memilukan di Kanjuruhan. Sembari berdoa bersama, para suporter menyalakan lilin dan flashlight atau lampu gadget. Mereka pun bersama-sama menyanyikan lagu ‘Indonesia Pusaka’ sebagai bentuk kecintaan bersama atas bangsa Indonesia.

Ketua DPP Brajamusti, Muslich Burhanuddin mengungkapkan, doa bersama tersebut rencananya hanya dihadiri oleh Brajamusti dan The Maident. Namun banyak elemen suporter yang akhirnya ikut.

“Saatnya semua untuk membuat sejarah bahwa mulai saat ini, semua akan menghentikan kebencian-kebencian. Mari kita mewariskan hal positif ke anak-cucu kita agar sepak bola Indonesia penuh sukacita,” paparnya.

Di akhir seremonial doa bersama, suasana haru dan syahdu di Mandala Krida muncul. Dua lagu yang menjadi anthem PSIM dan PSS Sleman di kumandangkan. Anthem ‘Aku Yakin Dengan Kamu’ milik PSIM terdengar lebih dulu dinyanyikan suporter. Disusul kemudian anthem PSS Sleman, ‘Sampai Kau Bisa’. Dua lagu ini diharapkan menjadi penanda hilangnya rivalitas antarsuporter.

Sementara Kapolresta Yogyakarta, Kombes Idham Mahdi mengungkapkan doa bersama yang digelar para suporter kali ini baru pertama kali terjadi sejak dia menjadi polisi selama 25 tahun. Peristiwa yang membanggakan ini menjadi momen yang sangat istimewa dalam mengeratkan persaudaraan antarsuporter.

“Kami memohon maaf sebagai pihak kepolisian. Kejadian [di kanjuruhan] membuat polri lebih instropeksi dalam tugas-tugas kedepannya. Sepakbola adalah seni dan pemersatu bangsa dan suporter merupakan bagian dalam pengamanan,” paparnya.

Perwakilan Aremania yang ikut hadir, Husein mengungkapkan rasa terimakasih atas acara doa bersama ini. Apalagi tragedi di Kanjuruhan merupakan musibah terkelam di tanah air.

“Duka mendalam bagi kita semuanya. Bukan hanya suporter, tapi seluruh masyarakat,” tandasnya.

Dia dan Aremania berharap momentum bersama kali ini membuat seluruh suporter menjadi lebih dewasa dan bijak lagi dalam menyikapi sebuah rivalitas. Apalagi tidak ada sepak bola yang lebih dari nyawa manusia.

“Sepak bola adalah hiburan, bukan ladang pembantaian. Semoga ada hikmah yang besar dengan adanya peristiwa ini,” imbuhnya.

Iklan

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Mencari Keadilan, Aremania Menyepakati Lima Poin Ini

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2022 oleh

Tags: mandala kridaSuportertragedi kanjuruhan
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Nikmatnya Jadi Tukang Parkir di Jogja, Dapat Cuan Besar (Pixabay)
Pojokan

Iseng Jadi Tukang Parkir di Jogja Saat Pertandingan PSIM Jogja, Kerja Enteng Cuma Beberapa Jam Dapat Cuan lebih dari UMR Buat Jajan dan Beli Rokok Enak

14 Juli 2025
10 Pelanggaran HAM yang Diabaikan Pemerintah Indonesia MOJOK.CO
Esai

Menolak Lupa 10 Pelanggaran HAM yang Diabaikan Pemerintah Indonesia

9 Juli 2024
Malang dan 3 Tesis yang Saya Bongkar Kebenarannya MOJOK.CO
Esai

Membuktikan 3 Tesis yang Sukar Disangkal Kebenarannya Terkait Malang, Bakso, Rawon, dan Aremania

4 Januari 2024
Tragedi Kanjuruhan Tragedi yang Ingin Dilupakan Pemerintah MOJOK.CO
Esai

Tragedi Kanjuruhan 1 Tahun: Ketika Pemerintah dan Aparat Ingin Masyarakat Indonesia Melupakan Tragedi yang Merenggut 135 Nyawa!

1 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang

8 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.