Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Investor Masih Melirik Media di Era AI: “Nilai Edukatif, Keunikan, dan Visi Pendiri Adalah Kunci”

Redaksi oleh Redaksi
23 Oktober 2025
A A
Martin Hartono dari GDP Venture dan Willson Cuaca East Ventures MOJOK.CO

Martin Hartono dari GDP Venture dan Willson Cuaca East Ventures menilai investasi di media masih menjanjikan. (Dok.AMSI)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di tengah derasnya gelombang kecerdasan buatan (AI) yang mengguncang berbagai sektor, industri media justru masih dipandang sebagai ladang investasi yang menjanjikan. Mereka akan berinvestasi bukan sekadar potensi bisnis, melainkan nilai edukatif, visi pendiri, dan kemampuan media beradaptasi dengan inovasi teknologi.

Perubahan besar akibat teknologi kecerdasan buatan (AI) tak membuat para investor berpaling dari dunia media. Dalam forum Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), sejumlah investor menegaskan bahwa media tetap memiliki daya tarik tinggi selama mampu berinovasi dan mempertahankan perannya sebagai sumber literasi publik.

“Tujuan kami berinvestasi di media itu karena ada sisi edukasinya. Media punya niche dan peran strategis dalam meningkatkan literasi publik,” ujar Willson Cuaca, Co-Founder & Managing Partner East Ventures, di sela-sela acara bertema “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital”, Rabu (22/10/2025).

Media di era AI bergeser ke AI optimization

Menurut Willson, arah industri media kini mulai bergeser dari sekadar Search Engine Optimization menuju AI Optimization. Teknologi AI, kata dia, akan banyak membantu proses kurasi, distribusi, dan personalisasi konten.
“Media harus terus bereksperimen dengan teknologi baru. Yang penting tetap punya keunikan dan karakter yang membedakannya dari media lain,” tambahnya.

Selain inovasi, Willson menilai visi dan integritas pendiri media menjadi faktor penting yang menentukan keberlanjutan investasi.
“Foundernya harus visioner, bukan hanya mengejar uang. Nilai dan visi yang kuat justru yang membuat media bisa bertahan,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan CEO Group GDP Venture, Martin Hartono. Ia menegaskan bahwa pihaknya masih berkomitmen mendukung pertumbuhan industri media, baik di level lokal maupun nasional.
“Investor tidak membedakan akan masuk ke media besar atau kecil. Yang penting adalah segmentasi dan inovasinya menarik,” kata Martin.

Media yang ideal menurut investor

Menurutnya, media yang ideal di mata investor adalah yang mampu menjaga keseimbangan antara visi, tim yang solid, dan dampak sosial positif.
“Kuncinya ada pada kemampuan membawa visi dan misi dengan tim yang baik, serta menghadirkan konten yang mendidik. Kalau masyarakatnya sejahtera dan melek informasi, bisnis juga ikut sehat,” tegasnya.

Pandangan kedua investor ini menegaskan satu hal: nilai strategis media tidak hanya diukur dari sisi ekonomi, melainkan juga dari kontribusinya membangun ekosistem digital yang berdaulat dan berkelanjutan.

Gelaran tahunan Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 berlangsung di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, pada 22–23 Oktober 2025. Tahun ini, AMSI mengusung tema “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital” untuk menyoroti pentingnya kedaulatan industri media di tengah percepatan adopsi AI.

Acara ini turut didukung oleh berbagai perusahaan nasional seperti Sinar Mas Land, Astra International, Djarum Foundation, BNI, Pertamina, Harita Nickel, Telkom Indonesia, BRI, Indofood, MIND ID, PLN, Merdeka Copper Gold, Bank Mandiri, Indosat, dan Bank Syariah Indonesia. (*)

BACA JUGA: Menteri Hukum Umumkan Protokol Jakarta di IDC 2025, Perkuat Perlindungan Hak Cipta atas Berita

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2025 oleh

Tags: AMSIIDC 2025Indonesia Digital Conference
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Menteri Hukum Umumkan Protokol Jakarta di IDC 2025,  Perkuat Perlindungan Hak Cipta atas Berita MOJOK.CO
Kilas

Menteri Hukum Umumkan Protokol Jakarta di IDC 2025,  Perkuat Perlindungan Hak Cipta atas Berita

23 Oktober 2025
AMSI Usung ‘Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital' di Indonesia Digital Conference 2025 MOJOK.CO
Kilas

AMSI Usung ‘Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital’ di Indonesia Digital Conference 2025

21 Oktober 2025
judi online.MOJOK.CO
Ragam

Cerita PNS yang Kehilangan Segalanya Akibat Judi Online: Harta Melayang, Pekerjaan Hampir Hilang

24 Maret 2025
hoaks mojok.co
Kotak Suara

Masuki Tahun Politik, Pers Harus Jadi ‘Pemadam Kebakaran’ Hoaks Pemilu 2024

21 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.