Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Hadiah dari Jokowi, Menko Muhajir Resmikan Museum Muhammadiyah

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
14 November 2022
A A
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy dan Ketum PP Muhammadiyah melihatMuseum Muhammadiyah di Kampus UAD, Senin (14:112022). (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy dan Ketum PP Muhammadiyah melihatMuseum Muhammadiyah di Kampus UAD, Senin (14/11/2022). (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy meresmikan Museum Muhammadiyah di Kampus Universitas Ahmad Dahlan, Senin (14/112022). Muhadjir hadir didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Menurut Muhadjir, Museum Muhammadiyah ini merupakan hadiah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) bagi persyarikatan tersebut. Digagas lima tahun silam, Jokowi bahkan melakukan peletakan batu pertama pembangunan museum tersebut.

“Saya dapat tugas dari pak jokowi untuk menyelesaikan Museum Hasyim Asyari (pendiri NU) di Jombang. Presiden tanya apakah Muhammadiyah sudah punya museum, saya bilang belum. Kalau begitu Pak Jokowi sampaikan bikin [museum] juga saja,” paparnya.

Karena itulah saat Muhadjir menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada periode lalu akhirnya memilih UAD sebagai tempat dibangunnya museum. Museum itu diharapkan menjadi titik tolak agar Muhammadiyah bisa semakin berpikir maju ke masa depan.

“Dengan museum ini diharapkan banyak orang bisa tahu pendiri  Muhammadiyah,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengungkapkan, museum yang terdiri dari empat lantai itu akan terus dikembangkan dan disempurnakan. Karenanya Haedar mengajak seluruh pimpinan Muhammadiyah baik yang ada di pusat, daerah hingga maupun di tingkat ranting untuk melengkapi isi dari museum.

Apalagi banyak Muhammadiyah di daerah yang memiliki situs-situs penting yang berkaitan dengan sejarah ke-Muhammadiyah-an. Bahkan, Haedar juga meminta agar jejak dakwah KH Ahmad Dahlan turut ditampilkan di museum tersebut.

“Ajakan saya kepada seluruh pimpinan daerah sampai cabang ranting yang punya situs penting, terutama (sejarah) di generasi Muhammadiyah awal, terus berkomunikasi dengan UAD dan MPI (Majelis Pustaka dan Informasi-red) untuk melengkapi museum ini. Karena banyak hal-hal yang secara fisik pun, di samping sejarah dalam bentuk buku yang perlu kita tampilkan,” ungkapnya.

Museum itu, lanjut Haedar menjadi tonggak baru Muhmmadiyah sebagai wujud kontribusi organisasi itu dalam membangun pilar bangsa agar generasi Indonesia mengenal sejarah bangsa. Museum yang awalnya mendapatkan bantuan dari Kemendikbud tersebut diswakelola oleh Muhammadiyah dan UAD.

Museum yang dibuat modern tersebut berisi tentang sejarah Muhammadiyah dari generasi awal. Kemudian perkembangan lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah dan organisasi otonom seperti Hizbul Waton, Aisyiyah yang menjadi penggagas gerakan perempuan pertama di Indonesia.

“Dua lantai lain akan akan ada semacam tempat untuk memutar film-film sejarah,” ujarnya.

Rektor UAD, Muchlas mengungkapkan Museum Muhammadiyah sendiri memiliki ruang pamer seluas 3.000 meter persegi dan ruang non-pamer yang juga seluas 3.000 meter persegi. Selain itu, juga ada ruang landscape seluas 1.400 meter persegi.

“Ruang pamer tematik Muhammadiyah untuk bangsa, pengunjung akan disajikan masa lalu, masa kini, dan masa depan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, museum juga memiliki desain yang ramah anak, perempuan, dan lansia. Bahkan, museum juga melibatkan penggunaan teknologi informasi pada benda-benda historisnya.

Iklan

Dengan begitu, pengunjung akan disajikan dengan storyline yang jelas terkait perjalanan Muhammadiyah. Penggunaan teknologi informasi ini juga diterapkan pada kunjungan yang berbasis online, sehingga pengunjung dapat melakukan registrasi secara online.

“Disajikan dengan peragaan komunikatif dan edukatif, pengunjung dapat membentangkan cakrawala wawasan ke depan dengan lebih bijaksana, dan berpartisipasi dalam gerak sejarah Muhammadiyah berikutnya,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Jenderal Sudirman, Guru Muhammadiyah yang Juga Gurunya Tentara

Terakhir diperbarui pada 14 November 2022 oleh

Tags: jokowiMuhammadiyahMuseum MuhammadiyahUAD
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.