Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Gubernur Jateng Dorong Peningkatan Investasi dari Australia

Redaksi oleh Redaksi
29 Agustus 2025
A A
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan CEO dan Founder IndOz Australia, David Widjaja, di ruang kerjanya, Kamis, 28 Agustus 2025 MOJOK.CO

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan CEO dan Founder IndOz Australia, David Widjaja, di ruang kerjanya, Kamis, 28 Agustus 2025. (Dok. Humas Jateng)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong masuknya lebih banyak investasi dari Australia ke wilayahnya. Hal itu disampaikan usai menerima kunjungan CEO sekaligus Founder IndOz Australia, David Widjaja, di ruang kerjanya, Kamis (28/8/2025).

Menurut Luthfi, realisasi investasi Australia di Jawa Tengah masih relatif kecil dibandingkan negara lain. Dalam lima tahun terakhir, investasi terbesar tercatat pada semester I 2025 senilai Rp24,584 miliar. “Saya sudah bertemu Dubes Australia, beliau menyampaikan beberapa perusahaan mereka sudah ekspansi ke Batam dan Riau. Mengapa tidak ke Jawa Tengah, karena di sini investasinya masih kecil. Maka kami akan tawarkan kawasan industri untuk mereka,” ujar Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Industri pengolahan susu jadi peluang kerja sama Australia Jawa Tengah

David Widjaja menegaskan potensi Jawa Tengah sangat besar untuk menarik investor Australia. Salah satunya melalui keberadaan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kami melihat banyak peluang, terutama di bidang ekonomi dan investasi. Etos kerja dan karakter masyarakat di sini sangat mendukung untuk perusahaan Australia yang ingin membuka pabrik,” ucap diaspora asal Brisbane itu.

Ia mencontohkan kebutuhan bahan baku susu di Indonesia yang masih jauh dari mencukupi. Saat ini permintaan mencapai 5 juta liter, tetapi baru terpenuhi sekitar 1 juta liter. “Industri pengolahan susu bisa menjadi peluang besar. Bukan hanya mendatangkan susu, tapi juga pengembangan sapi perah langsung di Jawa Tengah,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ngobrol dengan CEO dan Founder IndOz Australia, David Widjaja, di ruang kerjanya MOJOK.CO
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ngobrol dengan CEO dan Founder IndOz Australia, David Widjaja, di ruang kerjanya, (Kamis, 28/8/2025)

Selain industri pengolahan susu, sektor lain yang dinilai potensial meliputi agrikultur, alas kaki, serta sektor perdagangan dan jasa. Data Pemprov Jateng menunjukkan perusahaan Australia yang berinvestasi di wilayah ini antara lain Indomus Trading Solutions di Kota Semarang, Alexis Pradana Mineral di Wonogiri, serta Boyz Entertainment Program di Sukoharjo.

Gubernur Jateng: Perkuat hubungan sister province

Bidang pendidikan juga menjadi perhatian. Selama ini kerja sama pendidikan dengan Australia terwujud melalui pengiriman pelajar dan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Jawa Tengah. “Kita ingin tingkatkan kerja sama agar anak-anak bisa belajar sambil bekerja di sana, karena biaya hidup di Australia cukup tinggi. Guru dan kepala sekolah juga perlu dikirim untuk dilatih sesuai kebutuhan industri,” ujar David.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat hubungan sister province dengan Queensland yang telah terjalin 34 tahun. “Kerja sama yang sudah ada harus kita tingkatkan, bukan hanya dari sisi budaya, tapi juga investasi, ekonomi, dan pendidikan,” katanya. (Adv)

BACA JUGA: Pemprov Jawa Tengah Minta Pondok Transparan Jika Terjadi Perundungan, Wujudkan Program Pesantren Ramah Anak atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

 

Terakhir diperbarui pada 28 Agustus 2025 oleh

Tags: Australiagubernur jatenggubernur jawa tengahjatengjawa tengah
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

slow living, jawa tengah.MOJOK.CO
Sehari-hari

Omong Kosong Slow Living di Jawa Tengah: Gaji Kecil, Tanggungan Besar, Ditambah Tuntutan “Rukun” yang Bikin Boros

11 Februari 2026
Penyebab banjir dan longsor di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah. MOJOK.CO
Kilas

Alasan di Balik Banjir dan Longsor di Lereng Gunung Slamet Bukan karena Aktivitas Tambang, tapi Murni Faktor Alam

29 Januari 2026
UMK Jogja bikin perantau Jawa Tengah menderita. MOJOK.CO
Ragam

Penyesalan Orang Jawa Tengah Merantau ke Jogja: Biaya Hidup Makin Tinggi, Boncos karena Kebiasaan Ngopi di Kafe, dan Gaji yang “Seuprit”

11 Desember 2025
Wali Kota Semarang, Agustina Wiluleng dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau banjir di Genuk, Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Rekayasa Cuaca: Agar Curah Hujan Tinggi Tak Kenai Semarang Terus hingga Banjir

27 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kucing peliharaan anak kos Jogja

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026
Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Seorang kakak (anak perempuan pertama) kerja keras jadi tulang punggung keluarga gara-gara ortu miskin dan adik tidak tahu diri MOJOK.CO

Anak Perempuan Pertama Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik Tolol, Tapi Tetap Dihina Keluarga

11 Maret 2026
lowongan kerja, kerja di kota, lebaran.MOJOK.CO

Mudik Lebaran Jadi Ajang Sepupu Minta Kerjaan, tapi Sadar Tak Semua Orang Layak Ditolong

10 Maret 2026
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.