Jika musim hujan tiba, tumpukan sampah menjadi persoalan di sejumlah TPS di Kota Semarang. Masalahnya berlapis: Persoalan bau, keindahan lingkungan, hingga kesehatan warga sekitar.
Salah satunya di TPS Muktiharjo Kidul. Belakangan, sampah-sampah tampak menggunung di sana, sehingga membuat warga harus menghadapi persoalan-persoalan yang disebut di atas.
Tindakan cepat untuk atasi tumpukan sampah di Semarang
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pun tak pelak lekas mengambil tindakan. Agustina Wilujeng selaku Wali Kota mengerahkan armada, alat berat, serta personel lintas perangkat daerah untuk merespons keluhan warga masyarakat yang terdampak.
“Kami sebagai warga RW 8 menyikapi TPS di wilayah kami yang selama musim penghujan menumpuk menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan. Alhamdulillah, sudah ada tindakan nyata dari Ibu Wali Kota Semarang, Ibu Agustin. Sampah yang kemarin menumpuk, sekarang sudah berkurang. Warga kami sangat berterima kasih atas respons yang sigap ini,” ungkap Ketua RW 8 Kelurahan Muktiharjo Kidul, Ali.

“Kami berterima kasih kepada ibu wali kota, Pak Camat, dan jajaran Pemkot Semarang yang sigap. Kami juga mengajak warga untuk membuang sampah pada tempatnya, karena wilayah kami rendah dan rawan terdampak saat musim hujan,” tambahnya.
Senada, Muhammad Muslim selaku Ketua LPMK Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan menyampaikan terima kasih atas respon cepat Pemerintah Kota Semarang.
“Setelah kami melapor, langsung ditindaklanjuti. Hari ini bisa kita lihat, sampah sudah banyak berkurang. Ke depan kami berharap bisa dibuatkan tempat sampah yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Persoalan-persoalan yang sama di titik lain
Persoalan yang sama sebenarnya bisa didapati di titik-titik TPS lain di Kota Semarang. Oleh karena itu, Pola penanganan di Muktiharjo Kidul akan diperluas ke TPS-TPS lainnya yang telah dipetakan sebagai titik rawan overload.
Misalnya Pasar Penggaron. Pemkot Semarang menurunkan dua armada dengan dua ritasi serta satu alat berat, dengan target penuntasan pada Jumat (16/1/2026).
Pola serupa juga diterapkan di Pasar Jatingaleh. Dua armada armroll dikirim dengan target penyelesaian pada tanggal yang sama.
Adapun untuk penanganan di TPS Lanal, dilaporkan telah tuntas pada Kamis (15/1/2026). Sementara TPS Purwosari/Patriot akan diperkuat dengan satu armada dump truck.

Di TPS Bukit Kencana Jaya, Pemkot akan menambah alat berat (excavator dari DISPERKIM), lima dump truck, dua armroll, tambahan satu kontainer, serta penataan ritasi harian karena keterbatasan kontainer dan satu armroll yang rusak. Seluruh rincian teknis ini menjadi bagian dari operasi lapangan yang saat ini berjalan.
Di TPS Lingkar Tanjung Panggung Lor dan Pasar Suryokusumo pun dilaporkan telah selesai. Sedangkan TPS Rumah Pompa mendapat dukungan dua dump truck dari TPA dan 10 personel dari DISPERKIM.
“Kami tidak hanya mengangkut, tetapi menata sistemnya armada, ritasi, kontainer, hingga koordinasi lintas OPD. Tujuannya jelas, tidak ada lagi tumpukan yang mengganggu aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan,” beber Agustina.
Gotong royong atasi sampah Semarang
Demi menjaga kondisi lingkungan bersama, Pemkot Semarang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memilah sampah dari rumah, mematuhi jadwal pembuangan, dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Pemkot bekerja dengan sistem yang kami perkuat, masyarakat mendukung dengan disiplin. Dengan gotong royong, Semarang bisa lebih bersih, tertib, dan sehat,” tekan Agustina.
Ia juga berharap ke depannya akan tercipta pengelolaan sampah yang tertib. Dengan begitu, maka akan mengembalikan kenyamanan warga yang terdampak langsung akibat penumpukan sampah.***(Adv)
BACA JUGA: Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














