Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Redaksi oleh Redaksi
16 Januari 2026
A A
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang. (Dok. Pemkot)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jika musim hujan tiba, tumpukan sampah menjadi persoalan di sejumlah TPS di Kota Semarang. Masalahnya berlapis: Persoalan bau, keindahan lingkungan, hingga kesehatan warga sekitar.

Salah satunya di TPS Muktiharjo Kidul. Belakangan, sampah-sampah tampak menggunung  di sana, sehingga membuat warga harus menghadapi persoalan-persoalan yang disebut di atas.

Tindakan cepat untuk atasi tumpukan sampah di Semarang

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pun tak pelak lekas mengambil tindakan. Agustina Wilujeng selaku Wali Kota mengerahkan armada, alat berat, serta personel lintas perangkat daerah untuk merespons keluhan warga masyarakat yang terdampak.

“Kami sebagai warga RW 8 menyikapi TPS di wilayah kami yang selama musim penghujan menumpuk menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan. Alhamdulillah, sudah ada tindakan nyata dari Ibu Wali Kota Semarang, Ibu Agustin. Sampah yang kemarin menumpuk, sekarang sudah berkurang. Warga kami sangat berterima kasih atas respons yang sigap ini,” ungkap Ketua RW 8 Kelurahan Muktiharjo Kidul, Ali.

Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang. (Dok. Pemkot)

“Kami berterima kasih kepada ibu wali kota, Pak Camat, dan jajaran Pemkot Semarang yang sigap. Kami juga mengajak warga untuk membuang sampah pada tempatnya, karena wilayah kami rendah dan rawan terdampak saat musim hujan,” tambahnya.

Senada, Muhammad Muslim selaku Ketua LPMK Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan menyampaikan terima kasih atas respon cepat Pemerintah Kota Semarang.

“Setelah kami melapor, langsung ditindaklanjuti. Hari ini bisa kita lihat, sampah sudah banyak berkurang. Ke depan kami berharap bisa dibuatkan tempat sampah yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Persoalan-persoalan yang sama di titik lain

Persoalan yang sama sebenarnya bisa didapati di titik-titik TPS lain di Kota Semarang. Oleh karena itu, Pola penanganan di Muktiharjo Kidul akan diperluas ke TPS-TPS lainnya yang telah dipetakan sebagai titik rawan overload.

Misalnya Pasar Penggaron. Pemkot Semarang menurunkan dua armada dengan dua ritasi serta satu alat berat, dengan target penuntasan pada Jumat (16/1/2026).

Pola serupa juga diterapkan di Pasar Jatingaleh. Dua armada armroll dikirim dengan target penyelesaian pada tanggal yang sama.

Adapun untuk penanganan di TPS Lanal, dilaporkan telah tuntas pada Kamis (15/1/2026). Sementara TPS Purwosari/Patriot akan diperkuat dengan satu armada dump truck.

Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang. (Dok. Pemkot)

Di TPS Bukit Kencana Jaya, Pemkot akan menambah alat berat (excavator dari DISPERKIM), lima dump truck, dua armroll, tambahan satu kontainer, serta penataan ritasi harian karena keterbatasan kontainer dan satu armroll yang rusak. Seluruh rincian teknis ini menjadi bagian dari operasi lapangan yang saat ini berjalan.

Di TPS Lingkar Tanjung Panggung Lor dan Pasar Suryokusumo pun dilaporkan telah selesai. Sedangkan TPS Rumah Pompa mendapat dukungan dua dump truck dari TPA dan 10 personel dari DISPERKIM.

“Kami tidak hanya mengangkut, tetapi menata sistemnya armada, ritasi, kontainer, hingga koordinasi lintas OPD. Tujuannya jelas, tidak ada lagi tumpukan yang mengganggu aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan,” beber Agustina.

Iklan

Gotong royong atasi sampah Semarang

Demi menjaga kondisi lingkungan bersama, Pemkot Semarang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memilah sampah dari rumah, mematuhi jadwal pembuangan, dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Pemkot bekerja dengan sistem yang kami perkuat, masyarakat mendukung dengan disiplin. Dengan gotong royong, Semarang bisa lebih bersih, tertib, dan sehat,” tekan Agustina.

Ia juga berharap ke depannya akan tercipta pengelolaan sampah yang tertib. Dengan begitu, maka akan mengembalikan kenyamanan warga yang terdampak langsung akibat penumpukan sampah.***(Adv)

BACA JUGA: Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 16 Januari 2026 oleh

Tags: kota semarangsampah semarangSemarang
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO
Kilas

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO
Catatan

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, dari kayu menjadi baja dan bercor beton MOJOK.CO
Kilas

Jembatan Persen di Gunungpati Semarang, Dari Kayu Jadi Bercor Beton berkat Aduan “Solusi AWP”

24 Januari 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng akan renovasi rumah tak layak huni Mbah Kamijah di Gunungpati MOJOK.CO
Kilas

Saat Kabar Baik Menghampiri Mbah Kamijah, Lansia 87 Tahun yang Tinggal Sendiri di Rumah Tak Layak Huni Gunungpati Semarang

24 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026
Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
Mall Kokas di Jakarta Selatan (Jaksel) macet

Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

20 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.