Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Gempa Saat di Gedung Tinggi, Ini 4 Hal yang Bisa Kamu Lakukan

Mutiara Tyas Kingkin oleh Mutiara Tyas Kingkin
24 November 2022
A A
gempa mojok.co

Ilustrasi gempa bumi (roadlight/pixabay)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Indonesia secara geografis berada di tiga lempeng besar yang rawan terjadi gempa bumi. Untuk melindungimu saat terjadi gempa bumi berikut ini yang harus segera dilakukan.

Gempa Bumi berkekuatan 5,6 Magnitudo melanda kawasan Cianjur, Jawa Barat. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan gedung, longsor, dan menelan banyak korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) mengumumkan, saat ini korban meninggal menjadi 268 orang.

“Korban meninggal dunia 286 jiwa, yang sudah teridentifikasi sebanyak 122 jenazah, masih ada korban hilang sejumlah 151 orang masih dalam proses pencarian,” kata Kepala BNPB, Suharyanto dikutip dari laman resmi BNPB.go.id.

Data BNPB juga menginfokan ada 1.083 orang mengalami luka-luka, sedang 58.362 orang mengungsi. Kerusakan insfrastruktur yang dialami sebanyak 22.198 unit. Pemerintah menghimbau warga untuk waspada gempa susulan, karena kondisi yang masih rawan.

Diketahui, Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap gempa bumi. Letak geografis Indonesia berada di antara tiga lempeng besar dunia yang masih aktif yaitu, Indonesia-Australia, Pasifik, dan Eurasia.

korban jiwa seringkali muncul karena tertimpa puing-puing bangunan atau terjebak dalam gedung tinggi. Mereka tidak segera mendapat akses keluar ke area terbuka setelah gempa bumi terjadi. Hal ini juga disampaikan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, “sebenarnya gempa tidak membunuh dan melukai. Justru, bangunanlah yang membunuh dan melukai manusia,” seperti dikutip dari laman resmi BMKG.

Oleh karena itu, perlu dilakukan mitigasi jika terjadi gempa bumi khususnya ketika berada di dalam gedung tinggi. Mojok telah merangkum dari berbagai sumber, cara menyelamatkan diri dari gempa bumi saat berada di dalam gedung tinggi. Berikut ini caranya.

Hindari benda/bangunan mudah pecah dan roboh

Goncangan gempa bumi mengakibatkan benda-benda dan bangunan di sekitar terjatuh, sehingga sangat rawan untuk melukai dan menimpa tubuh kita. Maka, saat terjadi goncangan hindari perabot dan bangunan yang riskan untuk melukai, seperti kaca, almari, atau bangunan dengan kondisi sudah rapuh. Pada bagian ini, usahakan untuk tetap melindungi kepala selama goncangan berlangsung, untuk mengantisipasi tertimpa benda yang tak terduga.

Sembunyi di bawah meja

Jika belum memungkinkan untuk keluar dari area gedung tinggi, cari tempat perlindungan terdekat seperti di bawah meja atau perabot yang kokoh. Ini menjadi perlindungan sementara yang bisa dilakukan, karena memang disarankan untuk tidak keluar gedung sebelum guncangan benar-benar berhenti. Namun, jangan sekali-kali berlindung pada ruangan sempit karena hanya akan mempersulit akses keluar nantinya.

Jangan gunakan lift

Semua orang terdesak segera ingin keluar gedung. Tapi, jangan sekali-kali menggunakan lift untuk keluar gedung. Lift menggunakan listrik dalam operasionalnya, dikhawatirkan saat gempa bumi aliran listrik padam. Sehingga, rawan terjebak di dalam lift yang justru semakin memperkeruh suasana.

Lebih baik menggunakan tangga darurat. Namun, perlu diingat juga ketika menggunakan tangga darurat, tidak boleh dalam keadaan panik dan kapasitas tangga tidak boleh terlalu berdesak-desakkan, karena bisa saling melukai.

Iklan

Berdiri di titik kumpul

Saat berhasil keluar dari gedung segera untuk berdiri di titik kumpul. Setiap gedung biasanya mempunyai penanda titik kumpul, yang mana menjadi kawasan aman untuk berkumpul dengan orang-orang. Di luar gedung, tetap hindari bangunan yang rawan roboh, serta kendaraan bermotor untuk antisipasi adanya kebakaran.

Penulis: Mutiara Tyas Kingkin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Mengenal Sesar Cimandiri Penyebab Gempa Cianjur, Wilayah Mana Saja yang Dilewati?

Terakhir diperbarui pada 24 November 2022 oleh

Tags: gempagempa bumigempa cianjur
Mutiara Tyas Kingkin

Mutiara Tyas Kingkin

Magang Mojok

Artikel Terkait

bencana.MOJOK.CO
Jagat

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO
Jagat

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
jogja, kraton jogja.MOJOK.CO
Ragam

Sesar Baru dan Lama yang Melintasi Kota Mengancam Keselamatan Warga Jogja dan Bantul

22 Januari 2024
Hidup di Jalur Sesar Opak Bantul, 17 Tahun Tak Berani Tidur di Kamar Akibat Ancaman Gempa. MOJOK.CO
Jogja Bawah Tanah

Hidup di Jalur Sesar Opak Bantul, 17 Tahun Tak Berani Tidur di Kamar Akibat Ancaman Gempa

7 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.