Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Gara-gara Pidato “Tampang Boyolali”, Prabowo Dipolisikan Warga Boyolali yang Tersingggung

Redaksi oleh Redaksi
3 November 2018
A A
pidato tampang boyolali prabowo

pidato tampang boyolali prabowo

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal, ada di Jakarta. Ada Ritz Carlton, ada apa itu, Waldorf Astoria Hotel. Namanya saja kalian tidak bisa sebut. Ada St Regis dan macam-macam itu semua tapi saya yakin kalian tak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul? Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali ini…”

Begitu kata Prabowo dalam saat berpidato di Boyolali pada Selasa, 30 Oktober 2018 lalu.

Pernyataan Prabowo yang menyebut “tampang Boyolali” sebagai representasi wajah-wajah miskin yang tak kuat masuk ke hotel-hotel mewah tersebut rupanya berbuntut panjang. Bukan saja banyak orang Boyolali yang sewot, namun juga membuat Prabowo banyak dibully dan dibuat guyonan belaka.

Di Twitter, tagar #SaveMukaBoyolali bahkan sempat tampil menjadi trending topic sebagai bagian dari perlawanan lucu-lucuan ((( putra-putri daerah Boyolali ))) atas pernyataan Prabowo tersebut.

Puncaknya, pernyataan Prabowo tersebut akhirnya membuat Prabowo dilaporkan oleh seorang warga Boyolali yang merasa tersinggung dan tak terima dengan pernyataan Prabowo soal “Tampang Boyolali”.

Adalah Dakun, warga Boyolali berusia 47 tahun yang melaporkan Prabowo ke polisi.

Lelaki yang berasal dari Kecamatan Teras, Boyolali, itu merasa tersinggung dan terlecehkan dengan pidato Prabowo karena pidato tersebut seolah-olah menggambarkan bahwa warga Boyolali adalah warga yang miskin dan tidak pernah masuk mal atau hotel mewah.

“Jadi saya sebagai warga Boyolali merasa tersinggung dengan ucapan Pak Prabowo bahwa orang Boyolali itu terkesan miskin dan tidak pernah masuk mal atau hotel, padahal yang namanya hotel di Jakarta ini saya sendiri contohnya sering,” ujar Dakun.

Dakun pun kemudian mendatangi SPKT Polda Metro Jaya dan melaporkan Prabowo.

Dakun mengatakan bahwa apa yang diucapkan oleh Prabowo sangat tidak pantas, terlebih diucapkan oleh seorang calon Presiden.

“Sekalipun di Boyolali ada orang miskin tapi mbok jangan begitu, jangan begitu. Ucapannya harus dijaga, lidah harus dijaga, penting itu,” terangnya.

Laporan Dakun atas Prabowo diterima oleh pihak kepolisian dengan Nomor LP/6004/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 2 November 2018.

Dalam laporan tersebut, Prabowo dilaporkan atas Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45A ayat 2 UU RI Nomor 19 tentang ITE dan atau Pasal 4 huruf b angka 2 Juncto Pasal 16 UU RI Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156 KUHP.

Ah, hidup memang selalu penuh dengan atraksi-atraksi tak terduga. Kader-kader dan para pengurus cabang Gerindra Boyolali bertahun-tahun berusaha untuk menarik massa, dan Prabowo dalam dua detik menghancurkannya.

Iklan

Ya sudah, kalau begitu, mari kita bersulang, minum susu sapi murni asli Boyolali. Biar dianggap miskin, yang penting minumnya susu sapi murni.

Kaya-miskin nomor dua, kesehatan tetap yang utama.

prabowo

Terakhir diperbarui pada 6 November 2018 oleh

Tags: pidato prabowotampang boyolali
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Prabowo dan Sandiaga Uno kalah MOJOK.CO
Pojokan

Fragmen Kekalahan: Sandiaga Uno Cemberut, Prabowo Nol, dan Manisnya Punchline PSI

19 April 2019
Pidato Prabowo MOJOK.CO
Pojokan

Pidato Prabowo Miskin Gagasan Itu Cuma Tuduhan ala Cebong Saja

15 Januari 2019
Pojokan

Jangan Protes Edy Rahmayadi Nyalahin Wartawan Kalau Kita Masih Suka Nyalahin Meja Tiap Kepentok

26 November 2018
Pojokan

Daftar Hinaan Prabowo yang Tidak Perlu Bikin Sakit Hati

23 November 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.