Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sejarah Fakultas Teknik UGM, Lebih Dulu Berstatus Negeri Ketimbang UGM-nya Sendiri

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
20 September 2023
A A
Perjalanan Fakultas Teknik UGM, Lebih Dahulu Berstatus Negeri Ketimbang UGM-nya Sendiri MOJOK.CO

Fakultas Teknik UGM (ft.ugm.ac.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada memiliki sejarah yang unik. Dia lebih dahulu berstatus negeri ketimbang Kampus UGM sendiri.

Ada peran Jepang dan momentum Kemerdekaan Indonesia dalam kelahiran salah satu fakultas unggulan di UGM ini. Pada masa pendudukan Jepang, berdiri perguruan tinggi Bandung Koo Gyoo Dai Gaku pada 1944. Kampus ini merupakan kelanjutan dari Technische Hoogeschool, kampus teknik bikinan Belanda yang tutup pada 1942.

Setelah Indonesia merdeka, pemerintah mengambilalih kampus bikinan Jepang tersebut dan mengubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandoeng. Prof. Ir. Roosseno didapuk sebagai pimpinan.

Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandoeng, perguruan tinggi negeri pertama di Jogja!

Perang kemerdekaan terjadi lagi. Kali ini melawan Belanda yang mendapat bantuan dari Sekutu. Akibatnya, STT Bandoeng mengungsi ke Yogyakarta pada Januari 1946. Selanjutnya, STT Bandoeng secara resmi aktif kembali pada 17 Februari 1946. Tanggal pembukaan tersebut kemudian ditetapkan menjadi Hari Perguruan Tinggi Teknik.

STT Bandoeng di Yogyakarta kala itu memiliki sejumlah Bagian (baca: jurusan). Antara lain Bagian Teknik Sipil, Teknik Mesin-Listrik, dan Bagian Teknik Kimia. Di awal kegiatan belajar-mengajar, kampus ini meminjam ruang di gedung olahraga Sekolah Menengah Tinggi (SMT) di kawasan Kota Baru sebagai ruang kelas. Kegiatan kampus berlangsung pada sore hari.

Pada bulan yang sama kala STT Bandoeng mengungsi, di Yogyakarta baru saja terjadi pembentukan Universitas atau Balai Perguruan Tinggi (BPT) Swasta Gadjah Mada. STT Bandoeng tak serta merta menjadi bagian dari kampus cikal bakal UGM tersebut, sebab STT Bandoeng saat itu berstatus sebagai lembaga pemerintahan (negeri). Jadi, boleh dibilang, STT Bandoeng merupakan perguruan tinggi negeri pertama di Yogyakarta.

Tak lama berselang, STT Bandoeng mengalami perubahan nama menjadi Sekolah Tinggi Teknik Jogjakarta. Sejurus dengan perpindahan perkuliahan dari Kotabaru ke Jetis, Yogyakarta. Selanjutnya, kampus ini membuka laboratorium di Jl. Krasak dan Jl. Pingit.

Agresi Militer II Belanda yang membara pada Desember 1948, baik STT Jogjakarta maupun BPT Swasta Gadjah Mada terpaksa menghentikan perkuliahan. Para dosen, mahasiswa, dan pegawainya turut serta bergerilya bersama rakyat dan Tentara Nasional Indonesia.

Kala kedaulatan bangsa kembali lagi ke tangan republik pada 19 Desember 1949, STT Jogjakarta bergabung dengan Sekolah Tinggi Kedokteran dan BPT Gadjah Mada berubah status menjadi Universiteit Negeri Gadjah Mada. STT Jogjakarta kemudian beralih status menjadi Fakulteit Universiteit Negeri Gadjah Mada. UGM kemudian memakai tanggal tersebut menjadi tanggal kelahiran kampus.

Profesor yang berjasa dalam pembentukan Fakultas Teknik UGM

Selain Prof. Ir. Roosseno, ada nama Prof. Ir. Wreksodiningrat yang cukup berjasa dalam perkembangan fakultas ini. Ia merupakan insinyur Teknik sipil pertama Indonesia lulusan Belanda. Dialah yang menggantikan Roosseno sebagai pemimpin STT Bandoeng pada 1 Maret 1947.

Dalam buku Biografi Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta, Wreksodiningrat terbilang tokoh yang penting dalam pendirian UGM. Dialah perwakilan STT Jogjakarta dalam rapat persiapan pendirian UGM di pendopo Kepatihan. Di dalam rapat tersebut, terdapat banyak sekali tokoh besar. Prof Soetopo menjadi pimpinan rapat. Turut hadir pula Sultan Hamengku Buwana IX, Prof. Dr. Prijono, Prof. Dr. Sardjito, Prof. Ir. Harjono, dan lain-lain.

Setelah STT Jogja bergabung dalam UGM, pihak kampus mengangkat Wreksodiningrat menjadi dosen, pengurus/ketua, dan guru besar bidang Teknik sipil Fakultas Teknik UGM (1947-1951). Sebagai dosen, ia mengajar mata kuliah teknik pengairan, konstruksi kayu, teknik jembatan, dan konstruksi jalan raya. Mahasiswa Teknik kala itu begitu mencintainya dan memberinya julukan ‘Baladewa’.

Hasil karya bangunannya antara lain: jalan raya dari Mataram ke Tanjung, makam Pakubuwono X di Kompleks Makam Imogiri, Jembatan Serayu, Jembatan Bantar Kulon Progo, dan Jembatan Gawan Sragen, dan lain-lain. Beliau wafat pada 9 Oktober 1969.

Perjalanan Fakultas Teknik UGM pascakemerdekaan hingga hari ini

Kembali ke topik utama. Pada 1950, Bagian Mesin-Listrik Fakultas Teknik terpaksa tutup lantaran kekurangan staf pengajar. Kemudian pada 1957-1966, fakultas ini memperoleh bantuan berupa tenaga-tenaga pengajar, peralatan, buku-buku, dan beasiswa pendidikan lanjut untuk pengajar dari University of California Los Angeles (UCLA).

Iklan

Dalam periode tersebut, Fakultas Teknik UGM mengembangkan bagian-bagian baru. Antara lain Bagian Teknik Mesin (1959), Teknik Geodesi-Geologi (1959), Teknik Arsitektur, dan Bagian Teknik Listrik (1963).

Sejak 1981, setiap Bagian di lingkungan Fakultas Teknik UGM berubah nama menjadi Jurusan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 1980. Pada tahun 2014, frasa jurusan berubah lagi menjadi Departeman lewat SK MWA nomor 4/SK/MWA/2014.

Saat ini, FT UGM memiliki 8 departemen. Di antaranya, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Teknik Geodesi, Teknik Geologi, Teknik Kimia, Teknik Mesin dan Industri, dan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Riwayat UGM Cabang Magelang, Kampus Seteru PKI yang Mati Muda
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 24 September 2023 oleh

Tags: fakultas teknik ugmkampus teknikperguruan tinggi negeri pertama di jogjaUGM
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Anak Akuntansi UGM burnout. MOJOK.CO
Edumojok

Anak dari Pulau Bangka Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Jadi Wisudawan Terbaik, bikin Orang Tua Bangga dengan Gelar Sarjana Akuntansi

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.