Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Harga Tiket Pesawat Melambung, Menparekraf Minta Jumlah Penerbangan Ditambah

Shinta Sigit Agustina oleh Shinta Sigit Agustina
21 Juni 2022
A A
sandiaga uno tiket pesawat mojok.co

Tangkapan layar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, Jakarta, Senin (20/6/2022). ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sandiaga Uno meminta jumlah penerbangan pesawat ditambah. Ia juga mengharapkan agar rute penerbangan diperbanyak. Permintaan ini terjadi ditengah melambungnya harga tiket pesawat yang dikeluhkan banyak konsumen.

Kenaikan harga tiket pesawat kini mencapai 70 persen dibandingkan harga sebelum pandemi. Sektor pariwisata yang selama ini bergelut dengan wabah Covid-19 pun kembali terancam dengan sepinya wisatawan.

Tingginya harga tiket pesawat ini tak luput dari naiknya harga bahan bakar avtur secara global. Sebagai gambaran, biaya avtur mencapai 40-50 persen dari total biaya operasional pesawat terbang.

“Dengan harga avtur yang tinggi dan frekuensi penerbangan yang belum sepenuhnya normal, bisa kita sikapi dengan air traffic agreement yang terus diinovasikan, diadaptasikan dan dikolaborasikan,” jelas Sandiaga.

Sandiaga mengatakan telah berdiskusi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya terkait hal ini. Untuk saat ini, solusi yang paling memungkinkan adalah menambah jumlah penerbangan dalam maupun luar negeri. Sehingga, harga tiket pun dapat ditekan menjadi lebih rendah.

Lebih dari itu, penurunan tarif ini juga diharapkan mampu memancing wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.

“Tiket pesawat yang mahal menjadi hal yang sangat krusial. Jumlah seat capacity (kapasitas kursi) pesawat harus ditambah untuk memastikan harga tiket tetap terjangkau,” ucapnya dikutip dari Antara.

Sandiaga menjelaskan agar langkah tersebut dapat tercapai, diperlukan sinergi antara pemerintah dan pihak terkait.

“Jumlah pesawat yang masih memerlukan perawatan masih tinggi. Butuh kerja sama agar pesawat ini beroperasi,” katanya.

Kerja sama yang dimaksud tak hanya antarinstansi pemerintah namun juga maskapai penerbangan. Ia mengajak para pengelola maskapai domestik dan internasional untuk menambah jumlah dan rute pesawat.

Rute utama yang menjadi prioritas adalah dari dan ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Bali). Menparekraf sendiri telah menugaskan Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf untuk menambah perjanjian kerja sama.

Sandiaga mengapresiasi Batik Air yang sudah melaksanakan imbauan tersebut. Maskapai tersebut tercatat telah menambah rute penerbangan Brisbane-Denpasar dan Denpasar-Kuala Lumpur.

Selanjutnya, Sandiaga mengharapkan maskapai kebanggaan Indonesia, Garuda, juga turut mengambil peran. Hal ini rencananya akan dilakukan setelah melalui proses restrukturisasi.

Naiknya harga tiket pesawat ini tak hanya dialami Indonesia. Permasalahan naiknya harga bahan bakar avtur juga dialami negara-negara lain seperti Amerika Serikat, India, dan Australia.

Iklan

Selain naiknya harga avtur secara global, kenaikan harga juga dipicu permintaan pasar yang meningkat seiring dengan melandainya pandemi Covid-19 di seluruh dunia. Fenomena ini dijuluki sebagai revenge travel.

Revenge travel terjadi apabila demand yang meningkat namun tidak diiringi dengan suplai yang memadai. Akibatnya, harga tiket pesawat pun melambung seperti saat ini.

Penulis: Shinta Sigit Agustina
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Puan Maharani Pertimbangkan Gibran Maju Pilgub 2024 dan kabar terbaru lainnya di rubrik KILAS

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2022 oleh

Tags: pesawatSandiaga Unotiket pesawat
Shinta Sigit Agustina

Shinta Sigit Agustina

Kontributor

Artikel Terkait

5 tips bagi yang pertama kali mudik naik pesawat dan cara dapat promo tiket murah MOJOK.CO
Kilas

Tips 5 Persiapan bagi Orang yang Pertama Kali Mudik Naik Pesawat dan Dapat Promo Tiket Murah

18 Februari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Tips packing barang agar tidak over bagasi, termasuk saat naik pesawat MOJOK.CO
Kilas

Cara Packing Barang agar Nggak Over Bagasi, Salah Satunya saat Naik Pesawat

21 November 2025
naik pesawat, pengalaman pertama naik pesawat.co
Ragam

Pengalaman Pertama Naik Pesawat: Sok Berani padahal Takut Ketinggian, Berujung Malu dan Jadi Aib Tongkrongan

16 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Bikin Orang Lupa Diri karena Ia Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas

25 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.