Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
30 Januari 2026
A A
Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO

Ilustrasi - Ketimpangan di Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Narasi Jogja sebagai kota dengan biaya hidup murah kini menghadapi tantangan serius. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang tampak gemilang, Pemda DIY didorong untuk melakukan penataan ulang besar-besaran terhadap arah pembangunan agar lebih inklusif.

Desakan ini muncul seiring dengan data terbaru yang menempatkan Jogja sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi kedua di Indonesia, sebuah fakta yang mengoyak citra “murah” yang selama ini melekat.

Riset terbaru menunjukkan bahwa inflasi dan kenaikan harga komoditas pokok di DIY tidak lagi sebanding dengan rata-rata pendapatan masyarakatnya.

Kondisi ini menciptakan tekanan ekonomi yang nyata, terutama bagi warga kelas menengah ke bawah yang terjepit di antara pertumbuhan makro dan realitas pasar.

Ancaman Ketimpangan dan Biaya Hidup di Jogja

Pakar ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dessy Rachmawatie, menyoroti bahwa kenaikan biaya hidup yang signifikan ini menjadi paradoks bagi Jogja. Meskipun pembangunan infrastruktur terus dipacu, kesejahteraan yang merata masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.

Predikat sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi kedua menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara suplai kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat lokal.

Tekanan ekonomi ini diperparah dengan tingginya ketimpangan wilayah. Sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung memang mendatangkan uang, tapi seringkali “kue” ekonomi tersebut hanya berputar di kalangan pengusaha besar.

“Sementara warga lokal harus berhadapan dengan kenaikan harga tanah dan jasa yang melangit,” ungkapnya, sebagaiaman Mojok kutip dari laman resmi UMY, Jumat (30/1/2026).

Perlunya Arah Pembangunan Inklusif

Menanggapi fenomena tersebut, arah pembangunan di Jogja dinilai perlu bergeser dari sekadar “mengejar angka” menjadi “merangkul warga”. Pembangunan inklusif harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak meninggalkan mereka yang berada di pinggiran.

Dessy menekankan bahwa pemerintah daerah harus melakukan intervensi kebijakan yang lebih progresif.

Hal ini mencakup pengendalian harga kebutuhan pokok, penyediaan hunian terjangkau bagi warga lokal agar tidak tersisih dari tanahnya sendiri, hingga penciptaan lapangan kerja yang memiliki upah layak di atas rata-rata kenaikan biaya hidup.

Revitalisasi Sektor Informal dan UMKM

Salah satu strategi yang didorong adalah memperkuat ekosistem UMKM melalui digitalisasi dan akses modal yang lebih adil.

Jika pembangunan ekonomi hanya berfokus pada investasi padat modal tanpa melibatkan sektor informal, maka jurang kemiskinan di DIY diprediksi akan semakin melebar.

“Jogja tidak boleh hanya menjadi indah bagi wisatawan, tapi harus tetap ramah bagi penduduk aslinya. Penataan ulang arah ekonomi ini adalah kunci agar predikat ‘Istimewa’ tidak hanya sekadar slogan di atas kertas,” kata Dessy.

Iklan

Penataan ulang ini diharapkan mampu menyinkronkan potensi wilayah selatan dengan pusat kota, sehingga beban ekonomi tidak menumpuk di satu titik yang memicu ledakan harga.

Tanpa langkah konkret, tegas dia, tekanan ekonomi ini dikhawatirkan akan menggerus identitas sosial Yogyakarta sebagai kota yang inklusif bagi semua kalangan.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Meninggalkan Kemewahan Gaji UMR Jakarta Biaya Hidup Jogja Demi Rintis Usaha Warkop di Pinggir Jalanan Jogja

Terakhir diperbarui pada 31 Januari 2026 oleh

Tags: biaya hidup jogjaDIYJogjaketimpangan di jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO
Sosial

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Aksi topeng ayam di Fore Coffee Jogja. MOJOK.CO
Aktual

Di Balik Aksi Topeng Ayam Depan Fore Coffee Jogja: Menagih Janji Hak Ayam Petelur untuk Meraih Kebebasan

2 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengunjung Candi Pramabanan di Jogja selama Lebaran 2026. (sumber: InJourney)

InJourney Sukses Dapat Untung selama Arus Mudik dan Lebaran 2026 dengan Tata Kelola yang Optimal

2 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.