Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Debat Pilpres 2019: Prabowo Sebut Tak Perlu Ribut Kalau Memang Tidak ada Perbedaan

Redaksi oleh Redaksi
17 Februari 2019
A A
debat capres
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Prabowo sebut tidak perlu berdebat kalau antara dirinya dengan Jokowi tidak terlalu berbeda dalam menanggapi kerusakan lingkungan akibat penambangan dalam debat pilpres 2019.

Ada yang menarik dengan debat Pilpres 2019 yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2) sejak 20.00 WIB. Pada debat Pilpres sesi eksploratif, moderator Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro menampilkan video yang akan dikomentari oleh Jokowi dan Prabowo. Pada video pertama, kedua capres diperlihatkan footage tentang kerusakan alam akibat penambangan besar-besaran.

Usai video, moderator Anisha membacakan pertanyaan dari panelis mengenai persoalan pertambangan perusahaan besar, pertambangan yang dilakukan penduduk, sampai pertambangan yang tak berizin.

Dampak kerusakan dengan istilah “lubang-lubang” ini jadi masalah besar karena terkait persoalan lingkungan hidup. Moderator kemudian menanyakan kedua calon presiden tentang tawaran soludi dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Awalnya debat berlangsung biasa saja. Masih standar-standar saja. Prabowo yang mendapat kesempatan pertama menyampaikan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah terjadi sejak periode-periode sebelumnya.

“Seolah-olah negara telah dikooptasi oleh perusahaan-perusahaan swasta. Ini bisa dianggap sebagai kolusi, kerja sama antara pemerintah dengan perusahaan-perusahaan swasta besar,” kata Prabowo.

Tidak begitu berbeda dengan Prabowo, Jokowi menyampaikan bahwa untuk mengatasi persoalan ini sebenarnya terkait dengan persoalan penegakan hukum.

“Jadi sejak 2015, Pemerintah telah bekerja sama dengan KPK yaitu dengan Gerakan Penyelamatan Sumber Daya Alam,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, penegakan hukum Pemerintah bisa menekan banyak perusahaan swasta untuk lebih memperhatikan dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan.

Jawaban dua calon presiden klise-klise saja. Baik Jokowi maupun Prabowo sama-sama ingin memperkuat penegakan hukum untuk mengatasi persoalan ini. Meski ya sebenarnya jawaban itu masih normatif aja. Ya, ala-ala pejabat gitu lah.

Tidak ada yang menarik sampai akhirnya Prabowo menolak menanggapi ketika diberi kesempatan untuk bicara lagi untuk yang kesekian kalinya, “Saya kira sudah cukup ya masalah ini. Untuk apa bertele-tele lagi?”

“Masih ada, Pak, waktunya,” ujar Anisha meminta Prabowo tetap mengomentari.

“Saya kira dalam hal ini kita sama, kita ingin memberantas pencemaran lingkungan, begitu, kan, Pak?” tanya Prabowo ke Jokowi yang cuma tersenyum mendengarnya. “Kalau tidak ada terlalu banyak perbedaan, untuk apa kita ribut lagi?” kata Prabowo lagi.

Para penonton dan moderator langsung tertawa mendengarnya.

Iklan

Jokowi pun memilih setuju “Iya lah, saya setuju saja.”

Haisssh. Sama-sama setuju. Tahu gitu nggak usah debat. Ngopi bareng, gitaran bareng saja. Jangan lupa ajak Armand Maulana sekalian.

Terakhir diperbarui pada 17 Februari 2019 oleh

Tags: debat capresdebat pilpres
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

PutCast Spesial Analisis Pinggir Jurang Debat Capres Final Bareng Alit Jabangbayi dan Patub Letto
Video

PutCast Spesial Analisis Pinggir Jurang Debat Capres Final Bareng Alit Jabangbayi dan Patub Letto

7 Februari 2024
ukt.MOJOK.CO
Kampus

Derita Korban Ketidakadilan UKT: Mahasiswa Miskin Nyaris Gagal Kuliah dan Mahasiswa Kaya Biayanya Murah

5 Februari 2024
Dr. Suko Widodo Angkat Bicara Soal Komunikasi Politik dalam Debat Capres dan Cawapres
Video

Dr. Suko Widodo Angkat Bicara Soal Komunikasi Politik dalam Debat Capres dan Cawapres

16 Januari 2024
Ramai Debat Soal Tanah Milik Prabowo yang Luasnya Sekitar 100 Kali Kota Jogja MOJOK.CO
Aktual

Ramai Debat Soal Tanah Milik Prabowo yang Luasnya Sekitar 100 Kali Kota Jogja

7 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.