Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Curah Hujan di DIY Tinggi 3 Bulan ke Depan, Petani Diminta Waspada Gagal Panen

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
25 Januari 2023
A A
Ritual Unik di Fesmo 2024 yang Bikin Ramalan Hujan BMKG Meleset.MOJOK.CO

Ilustrasi - Ilustrasi Ritual Unik di Fesmo 2024 yang Bikin Ramalan Hujan BMKG Meleset (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY meminta petani untuk mewaspadai potensi gagal panen. Sebab selama tiga bulan kedepan, curah hujan di DIY masih cukup tinggi.

“Para petani supaya mulai mempersiapkan pola tanam yang sesuai dengan kondisi tersebut agar tidak mengalami gagal panen,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, Selasa (24/01/2023).

Kewaspadaan ini penting karena dalam tiga bulan ke depan, curah hujan di DIY tinggi. Pada Februari 2023, curah hujan dengan kriteria menengah – tinggi berkisar 201 – 500 mm/bulan.

Pada Maret 2023  dengan kriteria menengah hingga tinggi berkisar 151 – 400 mm/bulan. Sedangkan pada April 2023, curah hujan dengan kriteria rendah – tinggi umumnya berkisar 0 – 500 mm/bulan.

“Masyarakat dihimbau agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang terjadi pada periode musim hujan 2022/2023 di wilayah DIY,” jelasnya.

Masih musim Hujan

Menurut Reni, berdasarkan monitoring perkembangan iklim di wilayah DIY, pada  dasarian II Januari 2023 atau pertengahan Januari 2023, secara umum masih dalam periode musim hujan.

Sebab berdasarkan pengamatan gejala fisis dan dinamika atmosfer laut terkini menunjukkan pergerakan monsun Asia atau angin baratan yang biasanya membawa uap air melemah. Dominasi angin di atas wilayah Jawa khususnya DIY berasal dari selatan yang dominan bersifat kering.

Selain itu terjadi anomali suhu permukaan laut di Samudera Hindia Selatan Jawa pada Januari dasarian II yaitu -0.1  ᵒC sampai 0.25  ᵒC. Diprakirakan kondisi tersebut akan menjadi netral pada angka -0.25  ᵒC sampai 0.25  ᵒC dan akan berlangsung sampai bulan Mei 2023.

Namun fenomena La Nina pada Desember 2022 dasarian III dalam kategori lemah. Pada Januari 2023 La Nina masih dalam kategori lemah dengan indeks ENSO -0.65.

“Diperkirakan kondisi ini akan terus melemah dan berlangsung hingga maret 2023,” jelasnya.

Reni menambahkan, Indian Ocean Dipole (IOD) menunjukkan kondisi netral dengan indeks -0.04. Hal ini berarti penambahan suplai uap air di wilayah Indonesia bagian barat tidak signifikan dan diperkirakan akan bertahan hingga Juli 2023.

Beberapa kondisi dinamika atmosfer dan laut tersebut menyebabkan beberapa hari terakhir ini kedepan cuaca cerah dan tidak terjadi hujan. Diperkirakan kondisi seperti ini berlangsung tidak lama sekitar tiga hingga lima hari kedepan.

“Nantinya akan kembali ke kondisi normal dengan potensi hujan kembali ada,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Prediksi Puncak Musim Hujan di Berbagai Wilayah di Indonesia

Ikuti berita terbaru Mojok di Google News

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2023 oleh

Tags: BMKG DIYcuacacurah hujanhujan
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Operasi Modifikasi Cuaca dari BMKG Difitnah Jadi Pemicu Banjir. MOJOK.CO
Ragam

Operasi Modifikasi Cuaca Mustahil Bikin Banjir, Teknologi Manusia Saja Belum Mampu Mengatasi Semesta Bekerja

28 Januari 2026
BRIN: Hujan di Jakarta mengandung mikroplastik beracun. MOJOK.CO
Aktual

Warga Jakarta Harus Berbenah, Menjaga Langit Ibu Kota agar Bebas dari Air Hujan yang Mengandung “Partikel” Beracun

20 Oktober 2025
Kisah Pawang Hujan Membuat Cuaca di Luar Prediksi BMKG MOJOK.CO
Ragam

Kisah Pawang Hujan Membuat Cuaca di Luar Prediksi BMKG

1 Februari 2024
Alasan Jogja Tetap Panas Meski Sudah Masuk Musim Hujan MOJOK.CO
Aktual

Alasan Jogja Tetap Panas Meski Sudah Masuk Musim Hujan

20 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

slow living, jawa tengah, perumahan, desa.MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.