Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Cemara Laut: Pagar Pantai untuk Memagari Rumah-rumah Warga Pesisir Semarang dari Abrasi-Rob

Redaksi oleh Redaksi
16 Oktober 2025
A A
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng ajak warga pesisir memagari laut dengan menanam cemara laut MOJOK.CO

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng ajak warga pesisir memagari laut dengan menanam cemara laut. (Pemkot Semarang)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Memagari laut, sama halnya dengan memagari rumah sendiri dari ancaman rob hingga abrasi. Kesadaran itulah yang coba ditanamkan kepada warga di pesisir Semarang, Jawa Tengah.

***

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga pesisir Kota Semarang. Di antaranya melalui kegiatan penanaman cemara laut. Program ini merupakan bagian dari Program Mageri Segoro yang digelar di kawasan Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Rabu (15/10/2025).

Program Mageri Segoro, yang berarti memagari laut, merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat ketahanan pesisir dari ancaman abrasi, rob, dan penurunan tanah.

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 17 kabupaten/kota pesisir se- Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang yang menjadi salah satu titik penting dengan fokus penanaman cemara laut di kawasan Mangunharjo.

Pagar laut: pagar rumah bagi warga pesisir Semarang

“Bagi Kota Semarang, pantai ini seperti pagar rumah. Kalau pagarnya rusak, rumah juga akan terasa tidak aman karena terpapar langsung oleh gangguan dari lua,” ujar Agustina dalam sambutannya.

“Maka jika pantai ini ibarat pagar, harus dikokohkan untuk menghadapi gelombang, abrasi, dan rob yang semakin sering terjadi,” sambungnya.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng ajak warga pesisir memagari laut dengan menanam cemara laut MOJOK.CO
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng ajak warga pesisir memagari laut dengan menanam cemara laut. (Pemkot Semarang)

Agustina menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon bukan hanya seremoni, tetapi bagian dari tanggung jawab bersama menjaga keseimbangan lingkungan. Kata Agustina, hari ini menanam cemara laut dan mangrove, maka harapannya agar garis pantai Semarang tidak terus mundur

“Agar laut tetap menjadi sahabat kita, bukan ancaman,” tuturnya.

Ancaman penurunan tanah di pesisir Semarang

Agustina juga menyoroti ancaman penurunan tanah (land subsidence) di Semarang yang berpadu dengan kenaikan muka air laut yang memperparah banjir rob di wilayah pesisir. Melalui program Mageri Segoro, Agustina mengajak seluruh pihak ikut menanam pohon sebagai pagar alami kota.

“Dengan program Mageri Segoro ini, kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memagari laut dengan cara yang paling alami, yaitu dengan menanam pohon,” jelasnya.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng ajak warga pesisir memagari laut dengan menanam cemara laut MOJOK.CO
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng ajak warga pesisir memagari laut dengan menanam cemara laut. (Pemkot Semarang)

Namun, menurutnya, upaya penanaman saja tidak cukup tanpa diikuti kebijakan berkelanjutan. Oleh karena itu, penanaman pohon tidak cukup, harus dilengkapi langkah ekologis lain. Termasuk berbagai macam kebijakan teknis dan sosial.

Aspirasi perihak kelompok pelestari pantai

Kegiatan di Kota Semarang ini mendapat dukungan dari 26 perusahaan melalui program CSR. Di antaranya PT Indofood Noodle, PLN, Pertamina, PT Sido Muncul, PT PHAPROS, PT Kubota, PT Victoria Care, dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma dan perusahaan lain.

Total ada sebanyak 18.040 bibit pohon mangrove dan cemara laut ditanam di berbagai titik pesisir. Termasuk Pantai Baruna, Pantai Tirang, Pantai KIW, Trimulyo, dan Mangunharjo.

Iklan

Selain melibatkan dunia usaha, kegiatan ini juga didukung berbagai komunitas pesisir, seperti Camar, Prenjak, KPA Semarang Mangrove, Kenari, Arjuna Berdikari, dan Tripari. Pemerintah Kota Semarang melengkapi gerakan ini dengan langkah teknis seperti memperluas jaringan SPAM dan PDAM untuk mengurangi ketergantungan pada air tanah, memperkuat tanggul laut dan sheetpile, serta mengembangkan eduwisata mangrove sebagai wujud nyata pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.

“Kami berharap gerakan seperti ini terus berlanjut, dan semakin banyak masyarakat yang peduli untuk membentuk kelompok pelestari pantai. Karena menjaga pantai sejatinya adalah menjaga kehidupan dan masa depan Kota Semarang,” pungkas Agustina.***(Adv)

BACA JUGA: Di Balik Banjir yang Kerap Menghantui Semarang, Ada Sosok “Pasukan Bebek” yang Tidak Tidur Berhari-hari Bersama Hujan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2025 oleh

Tags: abrasicemara lautmageri segoropesisir semarangSemarang
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang! MOJOK.CO
Esai

Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang!

30 Maret 2026
Keselamatan warga Kota Semarang jadi prioritas di tengah hujan dan angin kencang yang tumbangkan 80 lebih pohon dalam semalam MOJOK.CO
Kilas

Keselamatan Warga Semarang Jadi Prioritas di Tengah Hujan Angin yang Tumbangkan 86 Pohon dalam Semalam

5 Maret 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO
Catatan

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, dari kayu menjadi baja dan bercor beton MOJOK.CO
Kilas

Jembatan Persen di Gunungpati Semarang, Dari Kayu Jadi Bercor Beton berkat Aduan “Solusi AWP”

24 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.