Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Capreskan Anies, Nasdem Ingin Maksimalkan Efek Ekor Jas

Arif Hernawan oleh Arif Hernawan
4 Oktober 2022
A A
anies capres nasdem mojok.co

Ilustrasi Anies Baswedan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pencapresan Anies oleh Nasdem dinilai Jitu. Partai besutan Surya Paloh ingin memaksimalkan magnet elektoral Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Pakar komunikasi politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad menyebut penetapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden oleh Partai Nasional demokrat (Nasdem) adalah upaya menarik dukungan dari kalangan milenial dan generasi Z.

“Nasdem ingin memaksimalkan potensi coattail effect (efek ekor jas) dari daya magnetik elektoral Anies, khususnya di kalangan anak muda,” ujar Nyarwi yang juga Presiden di lembaga riset Indonesia Presidential Studies, Senin (3/10/2022) malam.

Efek ekor jas merupakan efek limpahan suara yang didapat partai politik saat mengusung seorang figure yang memiliki elektabilitas tinggi.

Nyarwi menyebut, suara para pemilih muda akan menentukan dalam Pemilu dan Pilpres 2024 karena kalangan ini berjumlah sangat besar. “Gen Z dan milenial akan menjadi faktor penting yang bisa menentukan siapa saja yang bisa menjadi pemenang dalam pilpres mendatang,” katanya.

Selain itu, langkah partai yang dikomandoi Surya Paloh ini juga dinilai jitu dan meramaikan suasana pilpres. “Nasdem sudah menjadi parpol pertama yang menabuh genderang perang kandidasi dalam Pilpres 2024,” ujar Nyarwi

Menurutnya, deklarasi ini menunjukkan Nasdem sudah mendapatkan dukungan cukup solid dari partai partai lain dan akan menjadi blok koalisi pengusung pasangan capres-cawapres.

“Paling tidak dua partai yang sangat potensial ada dalam barisan koalisi Nasdem, yakni PKS dan Partai Demokrat,” kata dia.

Ia menjelaskan langkah Nasdem ini akan menggoyahkan koalisi tiga partai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang beranggotakan Golkar, PPP dan PAN. Apalagi Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa baru saja dilengserkan dan diganti Mardiono. Golkar juga tak lepas dari guncangan internal.

Bukan hanya KIB, deklarasi itu juga bisa mempengaruhi PDIP. “Apa yang dilakukan Nasdem dapat memantik PDIP untuk lebih cepat memilih dan mengumumkan capres yang akan diusungnya dan membangun koalisi dengan partai lain,” katanya.

Jika maju dan bisa menang, Anies juga punya kemungkinan meneruskan program Presiden Joko Widodo seperti yang diragukan oleh sejumlah pihak lantaran Anies diaggap bersebrangan dengan Jokowi. Nyarwi menyebut Anies punya rekam jejak membantu Presiden Jokowi dalam dua momen penting.

“Momen pertama ketika masa Pilpres 2014 lalu sebagai salah satu jubir capres Jokowi. Momen kedua, Anies pernah menjadi menteri di periode pertama pemerintahan Jokowi,” katanya.

Untuk itu, menurut Nyarwi, Anies sudah tidak asing lagi dengan model kepemimpinan, arah kebijakan, dan serta prioritas-prioritas agenda pembangunan yang menjadi perhatian Presiden Jokowi.

“Anies tidak hanya familiar dengan Presiden Jokowi. Anies bahkan bisa mengerti apa yang diinginkan oleh Presiden Jokowi untuk kepemimpinan Indonesia di masa mendatang,” paparnya.

Iklan

Sebelumnya berdasarkan aspirasi anggotanya, Nasdem menggadang tiga sosok sebagai kandidat capres yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Andika Perkasa. Namun, pada Senin (3/10/2022), di Nasdem Tower, Jakarta, Nasdem menetapkan Anies sebagai bakal capres. Nasdem tak bisa maju sendiri dan harus berkoalisi dengan parpol lain untuk dapat memajukan Anies sebagai capres.

Reporter: Arif Hernawan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Jadi Capres dari Nasdem, Fakta Seputar Pengusungan Anies Baswedan

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2022 oleh

Tags: Anies BaswedannasdemPemilu 2024Pilpres 2024
Arif Hernawan

Arif Hernawan

Jurnalis, penikmat film & musik.

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Tanggapan Mahasiswa Soal Pilpres 2024: Kecurangan Sudah Jadi Rahasia Umum!
Video

Tanggapan Mahasiswa Soal Pilpres 2024: Kecurangan Sudah Jadi Rahasia Umum!

23 Februari 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

papua.MOJOK.CO

Tolak Tawaran Kerja di Amerika Demi Mengajar di Pelosok Papua, Berambisi Memajukan Tanah Kelahiran

18 Februari 2026
pertamina bikin mudik lewat jalan tol semakin mudah.MOJOK.CO

Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access

20 Februari 2026
Barongsai di bandara saat imlek. MOJOK.CO

Semangat Tahun Kuda Api bikin Trafik Penumpang Milik InJourney Melambung 10 Persen Saat Imlek 2026

19 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

19 Februari 2026
Mall Kokas di Jakarta Selatan (Jaksel) macet

Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

20 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.