Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
7 Juli 2023
A A
Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads. MOJOK.CO

Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads. (Ilustrasi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Warganet baru saja disuguhkan kehadiran platform media sosial baru bernama Threads. Platform ini dirilis oleh perusahaan Meta yang dimiliki oleh Mark Zuckerberg. Di App Store atau Google Play Store, aplikasi ini sudah bisa diunduh dengan nama “Threads, an Instagram app”.

Warganet berbondong-bondong membuat akun Threads dan membagikan aktivitasnya di Instagram. Banyak yang meramalkan platform ini akan menjadi “Pembunuh Twitter” karena secara tampilan dan fitur mirip. Selain itu, warganet Twitter sudah terlanjur kecewa dengan kebijakan Elon Musk yang terkesan mempersulit pengguna. Meski demikian, sejarah mengatakan hal tersebut bakal sulit terjadi.

Kegagalan platform Mastodon membunuh Twitter

Kemunculan aplikasi serupa Twitter pernah terjadi sebelumnya. Akhir tahun lalu, platform media sosial Mastodon ramai menjadi pembicaraan publik. Mastodon merupakan jejaring sosial dunia maya yang dibangun pada 2016. Pemiliknya bernama Eugen Rochko, seorang pengembang perangkat lunak dari Jerman.

Setali tiga uang dengan kondisi hari ini, saat itu Mastodon diramalkan bakal “membunuh” Twitter. Berbondong-boncong pengguna Twitter dikabarkan pindah ke Mastodon yang secara tampilan dan fungsi sangat mirip dengan pendahulunya. Motif kepindahannya pun sama, yakni disebabkan oleh kekecewaan pengguna Twitter kepada Elon Musk yang kontroversial. Namun, apa yang terjadi? Sampai hari ini Twitter tidak “mati”.

Tidak Mudah “Membunuh” Platform Media Sosial Besar

Twitter masuk dalam jajaran platform media sosial terbesar. Sejarah mencatat tidak mudah bagi media sosial baru untuk menjatuhkan pendahulunya. Kemunculan peniru platform media sosial seringkali hanya berakhir sebagai kompetitor. Sifatnya tidak “membunuh” melainkan hanya “mencuri” pengguna

Contohnya Instagram. Instagram termasuk platform media sosial sukses. Per 2023, penggunanya menyentuh angka 1,32 miliar dari seluruh penjuru dunia. Sejak awal kemunculannya pada 2012, Instagram berkali-kali berhadapan dengan platfom dengan tampilan dan fitur yang mirip. Sebut saja We Heard It, VSCO, Flipagram, dan SnapChat. Namun, seiring berjalannya waktu Instagram tetap eksis.

Kehadiran kompetitor justru membuat Instagram berinovasi. Tahun 2016, Instagram “mencuri” fitur stories yang lebih dulu populer pada SnapChat. Begitu pula dengan fitur reels yang berhasil Instagram curi dari TikTok pada 2020. Inovasi tersebut kini justru jadi andalan Instagram.

Beberapa Pengguna Memilih Bersetia Pada Twitter

Pindah ke Threads belakangan jadi tren. Namun, tidak semua pengguna yang pindah dari Twitter ke Threads merasa puas. Salah satu alasannya ialah kehadiran seleb dari berbagai platform yang ikutan hijrah ke Threads.

pic.twitter.com/H9mKVf7rvz

— hengki pham (@faizaufi) July 6, 2023

Di era media sosial, menjadi seleb ialah mimpi banyak pengguna. Sebab selain mendatangkan popularitas juga bisa mendatangan keuntungan materi; dari unggahan berbayar, endorsement, iklan, dan lain-lain. Namun, dengan adanya fenomena selebtwit, seleb TV, selebgram hijrah ke Threads, banyak yang merasa kehilangan kans untuk bisa populer. Akhirnya, mereka memilih tetap di Twitter.

https://twitter.com/joliandi_/status/1677170906978975745?t=XYS8EqkUcSnnCKtQUqLIcw&s=19

Hingga kini Threads masih menjadi perbincangan hangat. Ia baru saja memecahkan rekor mengesankan dengan mendapatkan lebih dari 44 juta pengguna dalam kurung waktu kurang dari 24 jam.

Meski demikian, masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa Threads akan “membunuh” Twitter. Setiap perusahaan pasti punya strategi untuk bertahan. Apalagi mengingat serangan datang dari perusahaan Mark Zuckerberg yang notabene “musuh” dari Elon Musk. Menarik menyimak langkah Elon Musk ke depan.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Kondisi Cak Nun Semakin Stabil, Doa Terus Terpanjat dari Beragam Kalangan

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2023 oleh

Tags: Instagrammedia sosialthreadstwitter
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO
Urban

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Fragmen

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara.MOJOK.CO

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara

8 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.