Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Barista Jogja Digaji di Bawah UMR, SEMESTA Siap Buat Serikat Pekerja Coffee Shop

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
30 September 2022
A A
barista mojok.co

Ilustrasi barista (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada lebih dari 3000 coffee shop di Jogja, namun masih banyak barista yang belum mendapatkan upah layak. Demi perjuangkan hak-hak para barista, Serikat Merdeka Sejahtera (SEMESTA) berencana membentuk serikat pekerja coffee shop di Jogja.

Ketua Umum Semesta Buruh, Faisal Makruf bercerita bahwa keinginan membentuk wadah ini muncul ketika melihat keberadaan serikat pekerja Starbucks di Amerika Serikat yang menuntut kenaikan upah pada akhir 2021 lalu. Hal itu lantas memantik diskusi di kalangan internal SEMESTA.

“Kami melihat fenomena Starbucks itu. Lalu berpikir bagaimana kalau coba diperjuangkan kawan-kawan di Jogja. Biar bisa mencapai kesejahteraan bersama,” ujar Faisal pada Mojok, Kamis (29/9/2022).

Faisal melihat fenomena bahwa para pekerja coffee shop di Jogja, terkhusus barista, masih banyak mendapat upah kurang layak. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang gajinya berada di bawah UMR.

Padahal, menurutnya, para barista bekerja secara professional. Mulai dari menyajikan kopi hingga kemampuan untuk mengenalkan produk dengan baik pada para pelanggan. Hal ini sayangnya tidak didukung dengan kondisi upah yang sepadan.

“Barista dituntut berpenampilan baik untuk menyesuaikan dengan pelanggan. Secara kerjaan mereka bisa menceritakan produk dengan baik. Bagaimana kopi dari kebun sampai ke kedai. Itu juga bentuk profesionalitas kerja. Tapi secara pendapatan seringkali nggak beriringan dengan itu,” terangnya.

Pembentukan serikat pekerja coffee shop ini sudah direncakanan sejak bulan Februari lalu. Mulai dari konsolidasi hingga upaya untuk mengkampanyekan gerakan ini. Namun masih terkendala sejumlah hal. Terutama kurangnya personil.

Faisal berharap rencana SEMESTA dapat terealisasi di tahun 2022 ini. Targetnya bukan hanya barista, namun juga seluruh elemen pekerja di coffee shop. Mulai dari barista, waiter, hingga bagian kitchen.

“Mencapai kesejahteraan bersama. Harapannya Semesta bisa mendorong ke situ. Biar kuat bareng-bareng, solidaritas kuat, kita juga pengetahuan ditambah, bukan hanya technical skill, tapi juga pengetahuan tentang hak-hak pekerja,” jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa upaya ini bukan semata-mata menuntut kenaikan upah tanpa mempertimbangkan kondisi perusahaan. Melainkan bernegosiasi dengan tujuan akhir kesejahteraan bersama. Sesuai dengan kemampuan unit usaha.

Sampai saat ini, menurut Faisal, belum ada serikat yang spesifik menaungi pekerja coffee shop di Indonesia. Namun ia ingin gerakan ini bukan sekadar menjadi yang pertama.

“Tujuan utamanya bukan yang pertama. Tapi yang paling awet dan bertahan,” tegasnya.

Sebelumnya, Komunitas Kopi Nusantara mencatat ada lebih dari 3.000 kedai dan warung kopi di Jogja tahun 2022 ini. Hal itu membuat Jogja diberi predikat Kota Seribu Kedai Kopi.

Banyaknya jumlah kedai kopi ini membuat Jogja menjadi salah satu daerah penting dalam peta kopi Indonesia. Perputaran uang dalam bisnis perkopian di Jogja ditaksir bisa mencapai lebih dari Rp360 Miliar per tahun.

Iklan

Reporter: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Jogja Punya 3.000 Kedai Kopi, Coba Tebak Berapa Perputaran Uangnya?

Terakhir diperbarui pada 30 September 2022 oleh

Tags: baristacoffee shopkedai kopiserikat pekerjaserikat pekerja coffee shop
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO
Urban

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO
Urban

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
UMK Jogja bikin perantau Jawa Tengah menderita. MOJOK.CO
Ragam

Penyesalan Orang Jawa Tengah Merantau ke Jogja: Biaya Hidup Makin Tinggi, Boncos karena Kebiasaan Ngopi di Kafe, dan Gaji yang “Seuprit”

11 Desember 2025
ngopi di jogja, coffee shop jogja, mahasiswa baru.MOJOK.CO
Ragam

Mahasiswa Baru Kaget Pertama Kali Ngopi di Coffee Shop Jogja, Niat Nugas Malah Boncos dan Malu karena Nggak Tahu Espresso

12 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026
Perfeksionis

Derita Jadi Orang Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental

27 Februari 2026
Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna MOJOK.CO

Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

26 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.