Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Amien Rais Akan tegur Haedar Nasir Karena Membebaskan Warga Muhammadiyah Memilih Presiden di Pilpres 2019

Redaksi oleh Redaksi
21 November 2018
A A
haedar nasir
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagai salah satu organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia, Muhammadiyah punya banyak pengikut yang berasal dari berbagai latar belakang. Jumlah pengikutnya baik secara struktural maupun kultural mencapai puluhan juta. Tak heran jika Muhammadiyah sangat diperhitungkan dalam kontestasi politik elektoral.

Dalam ranah partai, Muhammadiyah memang identik dengan PAN, karena keduanya memang saling berkelindan. Kendati demikian, dalam perjalanannya, Muhammadiyah menempatkan diri sebagai pihak yang netral dalam politik.

Di Pemilu 2019 mendatang, sikap Muhammadiyah juga masih sama. Masih tetap netral.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir bahkan secara tegas memberikan kebebasan pada para kadernya untuk menentukan pilihan di Pemilu mendatang baik Pileg maupun Pilpres.

“Muhammadiyah secara kelembagaan, organisasi, tidak masuk ke arena politik praktis,” ujar Haedar Nasir.

Namun ternyata, langkah Haedar Nasir memberikan kebebasan pada warga Muhammadiyah untuk menentukan pilihan ini ternyata mendapat halangan dari Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan PAN yang juga merupakan mantan Ketua Umum Muhammadiyah.

Amien mengatakan bahwa warga Muhammadiyah harus jelas dalam menentukan pilihan presiden di Pilpres 2019 mendatang.

“Ini tahun politik, jangan sampai Haedar Nasir mengatakan untuk Pilpres Muhammdiyah terserah masing-masing, menurut saya itu bukan fatwa, itu penyelewengan,” kata Amien saat menghadiri Peringatan Milad ke-106 Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Jawa Timur. “Akan saya jewer keras nanti.”

Walau tidak mengatakan siapa calon presiden yang seharusnya didukung oleh warga Muhammadiyah, namun Amien Rais memberikan tanda yang jelas bahwa warga Muhammadiyah seharusnya memilih pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

“Pilpres hanya satu kursi dan menentukan, jadi kita tahu itu kabinet presidensial, presiden itu menentukan sekali, jadi untuk presiden harus jelas,” kata Amien. “Pilih yang tidak suka mengkriminalisasi ulama, yang tidak suka bohong janjinya, yang tidak segala macam lah, enggak usah menyebut nama.”

Amien Rais berharap warga Muhammadiyah bisa mengikuti arahannya, bukan arahan Haedar Nasir yang memberikan kebebasan dalam memilih presiden.

“Jadi dia (Haedar) keliru besar, saya ini juga ketua Muhammadiyah, ingat lho ya, tahun 1998 saya dipilih 98,5 persen itu legitimasinya tinggi sekali,” ujar Amien.

Wah, agaknya memang benar isu soal terbelahnya Muhammadiyah menjadi dua seperti layaknya NU: Muhammadiyah garis lurus, dan Muhammadiyah garis lucu.

Tentu semuanya sudah tahu Pak Amien Rais masuk yang mana.

Iklan

haedar nasir

Terakhir diperbarui pada 21 November 2018 oleh

Tags: Amien Raishaedar nasirMuhammadiyah
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerminan pemberdayaan dan kontribusi nyata perempuan di Kota Semarang MOJOK.CO

Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University

22 April 2026
Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026
Lulusan SMK cuma kerja jadi pegawai di SPBU, diremehkan saudara tapi malah jadi tempat ngutang MOJOK.CO

Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

21 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.