Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Akankah PAN Pindah Koalisi dan Meninggalkan Prabowo Untuk Kedua Kalinya?

Redaksi oleh Redaksi
29 April 2019
A A
pan berpindah koalisi
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pasca pertemuan Zulkifli Hasan dengan Jokowi di Istana, spekulasi tentang kemungkinan PAN pindah koalisi semakin menguat.


Rabu, 24 April 2019 lalu, Ketua umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan bertemu dengan Jokowi di Istana Negara pasca upacara pelantikan  Gubernur Maluku Murad Ismail yang diusung oleh PAN

Pertemuan antara Zulkifli Hasan dan Jokowi tersebut kemudian memunculkan spekulasi tentang PAN yang akan pindah gerbong koalisi dan berbalik bergabung dengan kubu Jokowi.

Banyak elit PAN yang kemudian memberikan kejelasan sikap partai pasca pertemuan Zulkifli Hasan dengan Jokowi tersebut. Sekretaris Jenderal PAN Eddy Suparno, misalnya. Ia mengatakan bahwa partainya akan tetap konsisten berada dalam Koalisi Adil Makmur.

Zulkifli Hasan sendiri sudah menjelaskan melalui akun Twitternya bahwa pertemuannya dengan Jokowi adalah murni dalam kapasitasnya sebagai Ketua MPR, bukan sebagai Ketua Umum PAN.

“Saya hadir di Istana sebagai Ketua MPR dalam Pelantikan Gubernur Maluku. Sama seperti pelantikan gubernur-gubernur lainnya. Apalagi, Murad Ismail adalah sahabat dan PAN mengusungnya di Pilkada Maluku lalu,” tulis Zulkifli Hasan.

Kendati demikian bola liar terkait kemungkinan bergabungnya PAN ke kubu Jokowi juga tidak serta merta meredup. Hal tersebut karena ada juga beberapa elit PAN yang memberikan sinyal tentang kemungkinan perpindahan gerbong koalisi tersebut.

Ketua Mahkamah PAN Yasin Kara dalam salah satu kesempatan pernah menyebut bahwa PAN punya kemungkinan untuk membuka diri pasca Pilpres 2019.

“Membuka diri, kita tetap membuka diri. PAN partai paling rasional yang pernah ada. Bisa bergabung (ke Jokowi) bisa tidak,” kata Yasin Kara. “Kita telah menggandeng koalisi ada Gerindra, PAN, PKS, Berkarya, berjalan seiring nih, ini kan saling uji itu cocok sini atau lebih cocok sana. Yang pasti bahwa pikirannya adalah kecocokan itu adalah dalam rangka membagun bangsa Indonesia kedepan.”

Senada dengan Yasin Kara, Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan juga memberikan pernyataan yang menyiratkan adanya kemungkinan PAN bergabung dengan Jokowi.

“Yang jelas kita kan akan melihat posisi kita lagi. Kan pemilihan presiden sudah selesai, ya jadi kita lihat nanti ke depannya gimana,” ujar Bara pada para wartawan. “Yang penting sudah mereka bertemu dulu, dan itu menunjukkan sikap kenegarawanan. Ke depannya bagaimana apakah akan ada repositioning, nanti kita lihat.”

Nah, jika nantinya PAN benar-benar keluar dari gerbong koalisi Prabowo dan berpindah ke kubu Jokowi, maka hal tersebut akan menjadi yang kedua kalinya bagi PAN.

Sebelumnya, pada awal tahun 2016, PAN yang sebelumnya bergabung dengan Koalisi Merah Putih yang mendukung Prabowo akhirnya berpindah gerbong dan kemudian bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat yang mendukung Jokowi.

Aduh, jadi sedih membayangkan bagaimana rasanya menjadi Pak Prabowo. Ditinggalkan dua kali oleh kawan sendiri setelah kalah dalam kompetisi.

Iklan

Ah, semoga PAN tidak sekejam itu. Ditinggalkan sekali saja rasanya perih, apalagi dua kali.

Benar-benar Afgan. Sadiiiis.

pan

Terakhir diperbarui pada 29 April 2019 oleh

Tags: koalisipanprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Video Prabowo Tayang di Bioskop Itu Bikin Rakyat Muak! MOJOK.CO
Aktual

Tak Asyiknya Bioskop Belakangan Ini, Ruang Hiburan Jadi Alat Personal Branding Prabowo

16 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

sate taichan.MOJOK.CO

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
OB dan satpam kantor, orang paling tulus untuk berbagi kerja ketimbang teman-teman di tempat kerja MOJOK.CO

OB dan Satpam Kantor Paling Nyaman buat Berbagi Cerita dan Berkeluh Kesah, Lebih Tulus ketimbang Teman Kerja yang Kebanyakan Bermuka Dua

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Potensi Sebenarnya Gudeg Jogja Dibunuh oleh Branding Wisata (Unsplash)

Gudeg Jogja Lebih Superior ketimbang Bakmi Jawa, Wisatawan Termakan oleh Branding Wisata Kuliner yang (Bisa) Menyesatkan

23 Januari 2026
Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.