Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ahmad Riza Patria Terpilih Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, PKS Gigit Jari

Redaksi oleh Redaksi
7 April 2020
A A
ahmad riza patria
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jalan terjal PKS: dulu kadernya tidak dipilih sebagai cawapres, sekarang kadernya kalah dari Ahmad Riza Patria dalam Pilwagub. 

Menjadi Dilan memang berat, namun tampaknya jauh lebih berat menjadi PKS. Dilan berat karena harus menahan rindu, sedangkan PKS, jauh lebih berat, sebab ia berkali-kali “ditipu”.

Dalam proses pemilihan Wakil Gubernur di kantor DPRD DKI Jakarta pada hari Senin, 6 April 2020 kemarin, PKS harus menguatkan diri, sebab calon wakil gubernur yang diusung oleh mereka, Nurmansjah Lubis, kalah telak dari Ahmad Riza Patria yang diusung oleh Gerindra.

Dalam pemilihan tersebut, Ahmad Riza Patria mengumpulkan 81 suara, sedangkan Nusmansjah Lubis hanya 17 suara.

Hasil pemilihan tersebut membuat Ahmad Riza Patria secara resmi terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta selama masa sisa jabatan 2020-2022.

Tak bisa tidak, terpilihnya Ahmad Riza Patria sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut tentu saja menggoreskan luka yang dalam bagi PKS. Maklum, selama ini, Gerindra memang menyebut bahwa posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang kosong setelah ditinggalkan oleh Sandiaga Uno yang maju sebagai calon wakil presiden bakal menjadi milik PKS.

Seperti diketahui, Sesuai dengan Pasal 176 UU No.10/2016, jika jabatan Wakil Gubernur kosong, maka partai pengusung atau gabungan partai pengusung pasangan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih berhak mengusulkan dua calon Wagub kepada DPRD DKI Jakarta yang nantinya akan dibahas dalam rapat paripurna DPRD.

Karena pengusung pasangan Anies-Sandiaga adalah Gerindra dan PKS, maka Gerindra dan PKS pula yang punya hak untuk mengusulkan siapa pengganti Sandiaga Uno.

Dalam beberapa kesempatan, para petinggi Gerindra mengaku legowo bila jatah Wakil Gubernur diambil PKS. Yah, mungkin sebagai bagian dari penebusan karena Prabowo saat itu tidak mengambil kader PKS sebagai cawapres untuk mendampinginya.

Ketua DPW PKS DKI bidang Pemenangan kala itu, Agung Setiarso, bahkan sampai sempat memberikan ultimatum jika sampai jabatan wakil gubernut tidak jadi diberikan kepada PKS, maka mesin PKS akan bekerja dengan tidak terlalu maksimal untuk memenangkan Prabowo-Sandi karena faktor kekecewaan.

PKS pun sempat beberapa kali menyiapkan beberapa nama, di antaranya adalah mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI, Agung Yulianto.

Prabowo juga sudah mengatakan kepada presiden PKS Sohibul Iman tentang jabatan wakil gubernur yang akan diserahkan untuk PKS.

“Saya katakan bahwa Pak Prabowo di hadapan kami dan di hadapan saya sudah mengatakan, menjelang pencapresan itu bahwa Bang Sandi mundur dari DKI dan kemudian wagub ini diserahkan menjadi haknya PKS,” kata Sohibul akhir 2018 kemarin.

Setahun setelahnya, PKS masih tak bosan-bosannya memperingatkan Gerindra agar menepati janji mereka.

Iklan

“Kita ingin Gerindra menyepakati yang telah dibuat sama PKS. Agar itu dihormati dan tidak dicederai,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Arifin pada 8 November 2019.

Dan pada akhirnya, kita semua tahu bagaimana puncak dramanya. Gerindra ternyata tak menepati janjinya. Mereka tetap menginginkan kadernya menjadi Wakil Gubernur dan ikut menyiapkan calon untuk diusung.

Proses pengusungannya pun tampak tricky, sebab ketika Gerindra mengusung Ahmad Riza, Ketua DPD Gerindra, M. Taufik mengatakan tak perlu lagi ada fit and proper test, padahal dulu saat PKS mangajukan nama Agung Yuliantono dan Ahmad Syaikhu, Gerindra ngotot harus diadakan fit and proper test.

Agaknya memang betul bahwa menjadi PKS adalah sebuah jalan pedang tersendiri. Sudah tidak dipilih menjadi cawapres, ditipu kawan koalisi, ealah kok ya masih ditambah harus kalah di Pilwagub.

Betul-betul apesnya full, nggak setengah-setengah.

ahmad riza patria

Terakhir diperbarui pada 7 April 2020 oleh

Tags: ahmad riza patriaPKS
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?
Video

Wacana Koalisi PDIP dan PKS di Putaran Kedua Pilpres, Siapkah Lawan Kubu Prabowo?

20 Januari 2024
kasus kdrt mojok.co
Kotak Suara

Anggota DPR dari PKS Terseret Kasus KDRT, Sudah Mundur, Gimana Kelanjutan Kasusnya?

26 Mei 2023
khonsa taqiya caleg muda pks mojok.co
Podium

Khonsa Taqiya, Mahasiswa UNY yang Nyaleg lewat PKS: ‘Jika Politik Itu Kotor, Harus Dibersihkan, Bukan Ditinggalkan’

19 Mei 2023
pks diy mojok.co
Kotak Suara

PKS Daftarkan 55 Bacaleg ke KPU DIY, Usung Keterwakilan Perempuan

11 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa S2 PAUD UNJ, WNA Malaysia

Cerita Mahasiswa Malaysia Nekat Kuliah S2 di UNJ karena Dosen “Unik”, Bahagia Meski Tiap Hari Diceng-cengin

21 April 2026
Guru CLC di Malaysia sejahtera daripada guru kontrak. MOJOK.CO

WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera

21 April 2026
Supra Fit: Motor Honda yang Bikin Kecewa dan Gak Bikin Bangga MOJOK.CO

Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

21 April 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026
Deep talk dengan bapak setelah 25 tahun merasa fatherless, akhirnya tahu kalau selama ini bapak juga sangat kesepian MOJOK.CO

Baru Deep Talk dengan Bapak di Usia 25, Bikin Sadar kalau Selama Ini Dia Sangat Kesepian dan Pikul Beban Sendirian

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.