Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jokowi: Jangan Pilih Pemimpin yang Masih Coba-Coba, Prabowo: Pemimpin Nasional Seharusnya Mahir Berbahasa Inggris

Redaksi oleh Redaksi
22 Maret 2019
A A
pemimpin
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Prabowo dan Jokowi “saling sindir” tentang kriteria pemimpin. Prabowo membahas tentang kemampuan bahasa Inggris, Jokowi membahas tentang pengalaman memimpin.

Pilpres tinggal menunggu waktu. Kejaran-kejaran selisih elektabilitas semakin seru dan ketat. Kedua kubu semakin frontal dalam menyindir dan menyerang satu sama lain. Dalam menit-menit akhir seperti ini, diam memang bukan pilihan yang menguntungkan.

Menit-menit akhir, semua bermain all-out. Bukan hanya tim suksesnya yang aktif, calon presiden yang diusung pun tak ketinggalan ikut menebarkan serangan dan sindiran satu sama lain. Ibarat kiper di menit-menit akhir pertandingan penting, kalau ada tendangan corner, ia bakal mennggalkan gawangnya untuk ikut maju menyerang. 

Nah, adu “sindir” yang terjadi pada hari Kamis, 21 Maret 2019 kemarin agaknya menjadi salah satu contoh yang paling akurat soal adu serang ini.

Baik Jokowi maupun Prabowo seakan sama-sama menyindir kekurangan satu sama lain dalam kapasitasnya sebagai seorang calon pemimpin. Uniknya, keduanya melakukannya sama-sama di hadapan para pengusaha.

Jokowi, di hadapan para pengusaha yang hadir dalam acara deklarasi dukungan 10.000 pengusaha untuk Jokowi di Istora, Senayan, pada Kamis kemarin mengatakan pada para peserta agar tidak memilih pemimpin yang masih coba-coba.

“Pengalaman itu memberikan keuntungan kepada saya dalam mengelola, menakhodai kapal besar negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak mudah jangan dipikir gampang. Dari pengusaha masuk ke dunia pemerintahan, dunia politik berbeda total, itu baru pada posisi di wali kota,” kata Jokowi. “Artinya apa, jangan diberikan yang masih coba-coba, gitu loh.”

Tentu saja semuanya sudah paham, bahwa yang dimakdud oleh Jokowi adalah Prabowo.

Nah lho… Ihiiiiiiir…

Sementara itu, tak mau kalah dengan Jokowi, Prabowo pun meluncurkan serangan sindirannya kepada Jokowi.

Prabowo melakukannya di hadapan para pengusaha dalam acara Deklarasi dukungan Aliansi Pengusaha Nasional untuk Prabowo-Sandi di Djakarta Theater.

Jika Jokowi membahas tentang pengalaman memimpin, maka Prabowo membahas tentang kemampuan berbahasa Inggris.

Ia memuji Sandiaga yang menurutnya sangat pas sebagai seorang pemimpin salah satunya karena kemampuannya berbahasa Inggris.

“Saudara-saudara, alhamdulillah, saya ketemu seorang yang namanya Sandiaga Salahuddin Uno. Sebetulnya saya sudah minta dia dari 2014,” kata Prabowo. “Dan sudah kriteria itu semua, cerdas, ini, ini, ini, ini, ya harus juga, karena ini dunia internasional sudah begitu, ya harus bisa ngomong bahasa Inggris-lah.”

Iklan

Nah, ini juga. Tentu saja semua orang paham, bahwa pernyataan Prabowo tersebut menjadi sentilan yang cukup nylekit bagi Jokowi sebab selama ini, Jokowi memang dikenal kurang fasih berbahasa Inggris.

Pas sudah. Sindiran keduanya sama-sama berbalas. Tak bertepuk sebelah tangan.

Yah, Valentine bukan budaya kita, ngomong secara langsung juga bukan budaya kita. Budaya kita adalah menyindir tapi secara terang-terangan.

Dan betapa beruntungnya kita masyarakat Indonesia, sebab dua calon pemimpin kita, Jokowi dan Prabowo adalah sosok yang sama-sama mau dan bersedia menjunjung tinggi budaya kita itu.

pemimpin

Terakhir diperbarui pada 15 September 2020 oleh

Tags: jokowipemimpinprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.