Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kolom

Aa Gym dan Riwayat Mangkelnya Ibu-ibu

Kalis Mardiasih oleh Kalis Mardiasih
13 Juni 2021
A A
Zara, Posting Video Pribadi Emang Hak Kamu, tapi Hak Itu Nggak Bebas Konsekuensi perempuan edgy kalis mardiasih mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Minggu lalu, ibu-ibu di jagad maya heboh setelah Aa Gym berkomentar di depan publik, “Istri saya sudah saya nikahi 19 tahun, sudah turun mesin tujuh kali.”

Gimana, ya. Sebetulnya riwayat mangkelnya Ibu-ibu dengan Aa Gym itu sudah ditabung sejak lama sekali. Pertama kali, saat Aa Gym poligami pada tahun 2006. Kedua kali, saat Aa Gym menggugat cerai Teh Ninih pada tahun 2011. Mereka berdua kemudian rujuk setahun kemudian.

Iklan

Dan kali ini, ada isu Aa Gym kembali menggugat cerai Teh Ninih. Gugat cerai yang kali ini ramai kembali, sebab anak laki-laki Aa dan Teh Ninih turut berbagi cerita di media sosial. Gaza membagi informasi kepada publik bahwa ternyata selama kurang lebih 15 tahun, ia telah terbiasa melihat ibunya menjadi korban kekerasan verbal Aa Gym.

Pantas saja ketika tersiar rekaman suara Aa yang mengatakan bahwa Teh Ninih sudah turun mesin tujuh kali, ibu-ibu pun makin tak terbendung kesalnya. Turun mesin, adalah kiasan yang biasa dipakai untuk menggambarkan menurunnya kualitas atau performa seksualitas seseorang.

Jika ditujukan kepada seorang istri, ungkapan turun mesin tujuh kali tersebut bermakna istri tersebut sudah mengandung dan melahirkan tujuh kali, dan kondisi tersebut berpengaruh kepada performa seksnya.

Apakah layak seorang suami berucap istri turun mesin?

Tergantung niatnya, apa sebetulnya yang ingin ditunjukkan dari ucapan tersebut. Para jamaah yang pro Aa sih membela dengan menyebut bahwa ungkapan “turun mesin” itu biasa dipakai sebagai candaan dan amat biasa diungkapkan oleh bapak-bapak di tongkrongan.

Turun mesin jelas punya makna peyorasi yang bernuansa patriarkis.

Jika ingin menunjukkan bahwa hubungan yang dijalani sudah sangat lama, apakah tak lebih baik mengungkapkan, “sepanjang 19 tahun ini, istri saya adalah pasangan dan ibu dari tujuh anak yang performanya dalam relasi domestik maupun publik, tak pernah turun.”

Yang begini seharusnya pujian dari seorang suami saleh.

Akan tetapi, yang jelas, “turun mesin” dalam sebuah hubungan, jika merujuk kepada performa seksualitas, seharusnya tak hanya dialami oleh perempuan, akan tetapi juga laki-laki sebagai pasangannya.

Akan tidak adil jika istri dianggap turun mesin sebab tubuhnya mengalami kehamilan dan melahirkan, dilanjut dengan proses menyusui jabang bayi, sedangkan pihak laki-laki merasa tetap performative dan tetap utuh mesinnya sebab tubuhnya tidak menjalankan pengalaman reproduksi yang panjang, berat, rentan dan kepayahan.

Terlebih, dalam kasus Aa Gym, semua hal jadi serba sensitif. Belasan tahun lalu, khalayak protes karena Aa menikah dengan perempuan yang lebih muda.

Jadi, alangkah lebih tidak adil lagi, jika istri “pertama” yang dianggap turun mesin ini ternyata punya pembanding, yaitu perempuan lain yang lebih cantik atau lebih muda, yang tak menjalankan pengalaman biologis seberat yang dijalani istri “muda”.

Saya pribadi, mungkin memilih untuk mengajukan permintaan kepada pasangan saya kelak, untuk tidak menggunakan istilah turun mesin. Tubuh perempuan yang hamil itu tidak turun. Rahimnya jadi kuat secara alami.

Semua bagian di tubuhnya jadi kuat secara alami karena mesti berbagi nutrisi untuk seorang bayi manusia dalam dirinya. Baik melahirkan per vaginam maupun lewat metode sesar, mesin seorang Ibu tak pernah turun.

Mesin dalam tubuh perempuan bersiaga mulai dari kontraksi otot rahim, diikuti dengan pembukaan leher rahim (serviks) secara bertahap. Dan setelah itu, otot panggul ibu akan mendorong bayi dan plasenta ke luar melalui vagina. Sebuah kerja reproduksi yang amat luar biasa.

Tepat setelah bayi hadir di pelukan Ibu, tubuhnya pun langsung mengeluarkan air susu, sumber kehidupan. Kekuatan demi kekuatan, terus dihadirkan.

Iklan

Saya lebih senang jika kelak suami saya menggunakan istilah biologi atau istilah ilmiah saja.

Seperti, “Istriku sedang menjalankan pengalaman reproduksinya,” atau, “Istriku sedang sakit untuk sistem reproduksinya….”

Dan saya, sangat berterima kasih jika segala konsekuensi akibat pengalaman reproduksi itu disadari sebagai pengalaman bersama. Dua tubuh dan dua jiwa. Bukan satu pihak saja.

Ketika istri hamil, katakanlah, “ketika kami hamil…”

Ketika istri menyusui, katakanlah, “kami sedang berbahagia menyusui….”

Salam buat semua Ibu di dunia yang selalu tangguh.


Kamu bisa baca kolom Kelas-Kalis lainnya di sini. Rutin diisi oleh Kalis Mardiasih, tayang saban hari Minggu.

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2021 oleh

Tags: Aa GymceraiKelas Kalispoligamiturun mesin
Kalis Mardiasih

Kalis Mardiasih

Artikel Terkait

Guru PPPK Ceraikan Suami karena Merasa Sudah Beda Kelas MOJOK.CO

“Udah Ditemenin dari Nol, eh Minta Cerai”: Fenomena Guru PPPK Blitar Menceraikan Suaminya karena Merasa Sudah Naik Kelas

31 Juli 2025
Seumur Hidup Melawan, Mengapa Kartini Akhirnya Mau Dipoligami? MOJOK.CO

Seumur Hidup Melawan, Mengapa Kartini Akhirnya Mau Dipoligami?

21 April 2023
biografi maria ulfah

Mengenal Maria Ulfah (Bagian II): Perempuan Bisa Menggugat Cerai, Ada Trauma dan Perjuangan Panjang di Baliknya

12 Februari 2023
Mentoring Poligami untuk Para Istri MOJOK.CO

Mentoring Poligami untuk Para Istri

6 Desember 2021
Ultah Korpri dan Lagu Haram Karya Ahmad Dhani

Ultah Korpri dan Lagu Haram Karya Ahmad Dhani

29 November 2021
3 Saran untuk Coach Hafidin Agar Mentoring Poligami Diterima Masyarakat

3 Saran untuk Coach Hafidin Agar Mentoring Poligami Diterima Masyarakat

26 November 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Grup WhatsApp keluarga, tempat menghakimi hidup orang lain (Unsplash)

Grup WhatsApp keluarga bukan tempat silaturahmi, tapi sumber stres baru ketika berubah menjadi ruang sidang untuk menghakimi hidup orang lain

18 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.