Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kapolri Idham Azis dan Pernyataannya yang Perlu Dikoreksi

Kalis Mardiasih oleh Kalis Mardiasih
4 November 2019
A A
idham azis kapolri fitri handari pernyataan sumur dapur kasur kalis mardiasih

idham azis kapolri fitri handari pernyataan sumur dapur kasur kalis mardiasih

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Baru dilantik, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis langsung bikin kontroversi ketika menyebut istrinya hanya dipersilakan mengurus sumur-dapur-kasur. Kalis Mardiasih menunjukkan letak permasalahan pernyataan itu.

Biasanya saya mengomel perihal kesetaraan gender dan tetek bengeknya kepada akhi-akhi atau umi-umi, tapi hari ini, derajat kegugupan saya berlipat, sebab saya akan menyampaikan unjuk rasa kepada Bapak Idham Azis, Bapak Kapolri yang baru saja ditunjuk Pak Jokowi untuk menggantikan Pak Tito Karnavian.

Sebelum memulai unjuk rasa ini, ada baiknya saya memulai dengan perkenalan baik-baik. Halo, assalamualaikum, Pak Idham. Saya Kalis Mardiasih. Saya penulis biasa yang sama sekali tidak berbahaya dan tidak punya maksud apa-apa kecuali menyampaikan pendapat secara bermartabat lewat tulisan. Jadi, jangan ditilang, eh jangan disemprit ya, Pak.

Nganu, Pak. Soal pernyataan Bapak yang “3 -ur” kemarin itu. Bapak bilang, Bapak sudah sejak dulu mendidik istri agar fokus mengurusi sumur, dapur, dan kasur saja. Khawatir kalau istri Bapak dapat bintang 4,5 melebihi bintang bapak yang seorang jenderal polisi.

Saya sudah baca juga jawaban versi Ibu Fitri Handari, istri Bapak. Ibu bilang, sudah terbiasa tidak cawe-cawe urusan suami. Ibu lebih hobi berolahraga saja.

Saya menghormati apa pun pilihan perempuan. Jadi, saya sebetulnya tidak bermasalah jika Ibu memang senang-senang saja mengurus sumur, dapur, dan kasur. Meskipun saya yakin, Bu Fitri pasti tidak pernah mompa sumur apalagi nimba. Lha wong pancen wis jamane air PAM je. Kalau yang dimaksud ngurusi kasur artinya Bu Fitri rajin ganti seprai seminggu sekali, nah ini patut dijadikan teladan.

Tapi bukan itu alasan keberatan banyak perempuan soal pernyataan Pak Kapolri. Masalahnya, pendapat soal bagaimana perempuan mesti berperan yang tidak boleh punya bintang melebihi suaminya itu dikeluarkan sebagai pernyataan publik. Secara tidak langsung, hal itu memperlihatkan bagaimana perspektif pejabat publik terhadap perempuan.

Pak Idham pasti sudah tahu bahwa beberapa tahun belakangan, Pak Tito Karnavian melibatkan lebih banyak kerja-kerja polisi wanita di ruang publik. Di acara televisi, polisi perempuan tampil sebagai juru bicara yang menjelaskan tugas kepolisian kepada masyarakat.

Polisi perempuan juga rajin hadir di acara-acara reality show sebagai strategi sosialisasi. Meski wajah polwan yang tampil di televisi kok ndilalah kebanyakan cakep-cakep, saya tetap khusnuzan mbak polwan itu tidak dipekerjakan semata karena cantik, tapi karena memang punya kemampuan dan cakap dalam berkomunikasi di hadapan publik.

Kehadiran polisi perempuan di media ini secara perlahan berhasil mengubah wajah institusi kepolisian menjadi lebih akrab dengan masyarakat. Diakui atau tidak, stigma institusi kepolisian adalah maskulin. Tak sekadar maskulin, kalau mau dijelaskan lebih lagi, persepsi publik terhadap kepolisian ya maskulin yang nyerempet kekerasan. Lha gimana, senjatanya saja bedhil. Tapi kehadiran perempuan membuat stigma itu sedikit berkurang.

Di jalanan, polisi perempuan pun semakin banyak hadir untuk kerja-kerja penertiban lalu lintas. Saya tidak tahu ada datanya atau tidak, tapi strategi ini saya dengar juga berpengaruh terhadap ketertiban masyarakat di jalanan. Masyarakat konon lebih malu melanggar peraturan kalau dilihat bu polwan. Lebih-lebih kalau mau nyogok, malunya dobel-dobel. Mosok ya bilang nyogok di hadapan bu polwan, mau dikemanakan harga diri ini?

Begitulah, Pak Idham Azis, Kapolri baru yang saya hormati. Peran perempuan dalam institusi yang Bapak pimpin ternyata berpengaruh sekali. Bintang yang diperoleh perempuan tentu saja sama bobotnya dengan tanda bintang di pundak laki-laki kan, Pak?

Oiya, selain itu, kesetaraan gender juga masuk dalam prioritas pencapaian pembangunan berkelanjutan dalam SDGs (Sustainable Development Goals) 2030 lho, Pak. Memang banyak orang yang salah paham dalam memahami kesetaraan gender, seperti banyak juga orang yang salah paham dalam memahami pembangunan.

Pembangunan tentu saja bukan cuma soal ekonomi dan infrastruktur. Pembangunan nggak bisa terwujud kalau aktor pembangunan alias sumber daya manusia juga nggak ikut terbangun. Pembangunan juga nggak akan terwujud kalau perempuan tertinggal di belakang.

Iklan

Sekali lagi, kita sudah menuju tujuan pembangunan global per tahun 2030 yang membayangkan dunia dibangun oleh laki-laki dan perempuan yang setara. Gimana mau membangun kalau perempuannya disuruh fokus ngurus sumur, dapur, dan kasur? Padahal sekarang sudah eranya semua sektor politik, ekonomi, sosial, budaya melibatkan kerja-kerja perempuan dan terbukti hasilnya lebih baik. Oya Pak, kerja-kerja perempuan di bidang perdamaian juga menyumbang banyak cerita mengharukan di berbagai daerah konflik di Indonesia, loh.

Sumur-dapur-kasur sebetulnya netral jika tidak hanya dibicarakan sebagai kewajiban. Sumur-dapur-kasur adalah simbol domestik yang melambangkan hak khusus. Ini mengingat hak dalam konteks domestik dapat berperan mengurangi angka kematian ibu melahirkan, angka gizi buruk, atau angka kekerasan dalam rumah tangga. Jadi sumur-dapur-kasur juga soal penting.

Salam, Pak Kapolri baru. Selamat bertugas. Salam saya untuk mbak-mbak polwan keren di seluruh negeri!

BACA JUGA Bacaan untuk Fachrul Razi Sebelum Beneran Larang Cadar (dan Celana Cingkrang) atau esai KALIS MARDIASIH lainnya.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2019 oleh

Tags: fitri handariidham azisKalis Mardiasihkapolrisumur dapur kasur
Kalis Mardiasih

Kalis Mardiasih

Artikel Terkait

PoliceTube Adalah Ide Brilian Kepolisian yang Patut Diapresiasi! Mojok.co
Pojokan

PoliceTube Adalah Ide Brilian Kepolisian yang Patut Diapresiasi!

26 Juni 2025
Kapolri Tawari Sukatani Duta Polisi MOJOK.CO
Esai

Kapolri Tawari Sukatani Duta Polisi: Seandainya Aku Seorang Staf PR Polisi

24 Februari 2025
Mojok Mentok Spesial Agus Mulyadi
Video

Mojok Mentok Spesial Agus Mulyadi

2 November 2022
judi online mojok.co
Hukum

Polri Bersih-bersih Judi Online, Pelaku Ditangkap di Berbagai Daerah

23 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Potensi Sebenarnya Gudeg Jogja Dibunuh oleh Branding Wisata (Unsplash)

Potensi Besar Gudeg Jogja Mati karena Branding Makanan Khas Jogja yang Cuma Dikenal Sebagai Makanan Serba Manis

23 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
sate taichan.MOJOK.CO

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
Para loyalis bulu tangkis. menabung demi nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO

Para Loyalis Bulu Tangkis: Rela Menabung Demi ke Jakarta, Mengenang Cita-cita Masa Kecil untuk Rasakan Magisnya Istora 

23 Januari 2026
Kalau Bobby di Buku Karya Aurelie Mooremans Iblis, Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia MOJOK.CO

Broken Strings Karya Aurelie Moeremans: Kalau Bobby Iblis Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia

21 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.