Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Tips Memilih Pasangan Hidup dengan Menikah Sebelum Ditinggal Nikah

Inez Kriya oleh Inez Kriya
15 Mei 2015
A A
Tips Memilih Pasangan Hidup dengan Menikah Sebelum Ditinggal Nikah

Tips Memilih Pasangan Hidup dengan Menikah Sebelum Ditinggal Nikah

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Usia 25 tahun ke atas adalah usia yang rawan. Orang-orang kerap menyebut wilayah usia ini rentan akan “Quarter Life Crisis”, di mana mayoritas manusia seperempat abad sedang galau-galaunya akan berbagai pilihan hidup. Mulai dari pekerjaan, studi lanjutan, sampai jeratan cinta yang terus memborbardir adalah cobaan sehari-hari.

Jika dipikir-pikir, memang tragis betul nasib para pejuang 25 ini. Apalagi yang hidupnya mengalami komplikasi sehingga semua pertanyaan “Kapan?” terakumulasi dengan sempurna dalam dirinya, menyebabkan kejang-kejang jati diri. Kemungkinan paling sehat adalah jika ia berhasil menemukan jawaban untuk satu saja jenis “Kapan?” yang paling digemari—“Kapan nikah?”, tapi persentasenya hanya 15%. Sementara kondisi paling pahit ya adanya kans sebesar 85% terkena stroke identitas.

Menurut survei, 4 dari 5 orang mengaku bahwa kasus percintaan adalah masalah terbesar yang paling dikeluhkan dalam usia keramat ini. Friendzone, kakakadekzone, jomblo karatan, pacaran tanpa kadaluarsa, dan masih banyak lagi masalah yang menggayuti benak para muda-mudi perempatan pertama kehidupan itu. Dan ternyata, daya tahan para korban krisis diri ini jauh lebih baik saat menghadapi kemarau finansial dibandingkan saat gersang asmara melanda.

Mereka yang tampak haha-hihi walau dompet setipis macbook air, justru bisa menangis berdarah-darah dan curhat membabi-buta saat cintanya kandas. Penyebabnya bisa jadi berasal dari paradigma turun-temurun bahwa “rejeki tak ke mana, tapi jodoh bisa ke mana-mana”. Oleh sebab itu, kaum 25-an ini akan lebih legawa menghadapi naiknya harga BBM dibandingkan melihat naiknya sang mantan atau gebetan ke pelaminan.

Sebenarnya ada cara-cara untuk bertahan di tengah chaos ini, yang mudah didapatkan dari berbagai situs tips percintaan atau mengampu nilai-nilai kebijaksanaan dari pakar asmara. Tapi ada baiknya jika Anda yang terjebak dalam arus seperempat kesetanan ini memulai perubahan dari diri Anda sendiri.

Coba renungi kembali apa yang menjadi prioritas dalam hidup Anda, paling tidak untuk tiga tahun ke depan. Jika isinya hanya menikah, menikah, dan menikah, maka segeralah mencari pasangan yang sesuai.

Pungguk merindukan bulan saja masih lebih baik daripada jomblo merindukan Chelsea Islan, jadi ayolah, Anda bisa berlaku lebih baik dari itu! Ganti sasaran pada dedek-dedek emesh seperti para personil JKT48 juga tidak banyak membantu, malah akan makin menjauhkan Anda dari kesempatan mendapat jodoh yang sebenarnya. Toh para pecinta yang biasanya mengeluh tentang deritanya sebagai korban PHP itu juga banyak yang melakukan hal serupa pada orang-orang baik lainnya. Ya, macam Cinta yang mengaku digantungkan Rangga padahal ada Mamet yang ia jadikan asisten serbaguna.

Dalam kasus cinta-cintaan, kadang memang berlaku hukum paling mendasar di jagad raya: mendahului atau didahului. Daripada berisik menebar kegalauan dan curhatan sepanjang 5x scroll moment Path, lebih baik tentukan targetan yang sistematis dan realistis.

Memang mencari pasangan hidup tak boleh asal pilih, tapi ya jangan terlalu pemilih juga. Misalnya saja sudah ada yang jelas-jelas rela menanti selama 7 tahun dan siap melamar kapan saja, tapi Anda justru merasa dia tak sepaham dan tak mumpuni untuk menjadi calon bapak bagi Soekarno masa depan yang ingin Anda lahirkan.

Tentu saja itu hak Anda. Tapi jangan lupa, tikungan selalu ada di mana-mana dan bribikan bisa lepas kapan saja, terutama jika ada yang menyogok dengan sebungkus stroberi segar dan manis sebagai pembuka.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2018 oleh

Tags: jodohjomblomenikahNikahprioritas hidup
Inez Kriya

Inez Kriya

Artikel Terkait

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO
Esai

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Dating apps jadi pelarian menemukan pasangan untuk memulai hubungan baru
Lipsus

Mencari Kasih Sayang Semu di Dating Apps, Pelarian dari Kesepian dan Rasa Minder usai Sering Dikecewakan di Dunia Nyata

13 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO
Sehari-hari

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan travel mobil

Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri

12 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.